Cinta Kasih dan Kesatuan Hati dalam Melayani
Relawan Pemerhati Tzu Chi Hospital (TCH) hadir menjawab kebutuhan calon pasien, pasien dan keluarganya dalam pelayanan cinta kasih di luar medis yang seringkali dibutuhkan. Para relawan pemerhati berusaha membekali diri dengan ajaran Master Cheng Yen: “Bersatu hati dengan niat yang murni, bersikap ramah dengan hati yang tulus, saling mengasihi dengan jalinan kasih sejati, saling membantu tanpa pamrih”.
Selain kisah-kisah di atas, ada banyak lagi kisah inspiratif relawan lainnya. Nah untuk menyeragamkan dan menyatukan hati mereka, serta melengkapi dan menambah pengetahuan para relawan, gathering ini juga diisi dengan drama tentang tatakrama dalam melayani, juga do & don’t bagi relawan pemerhati. Dokter Santoso Kurniawan juga memberikan pengertian bahwa Tzu Chi Hospital hanya mengobati dengan obat medis yang mutlak terdaftar di BPOM, dan tidak mengobati dengan obat-obat herbal.
“Saya menyusun skenario dari beberapa poin yang telah diberikan, di antaranya tatakrama relawan dalam menyambut pasien dan keluarganya. Aturan yang tepat tentang alur keluhan, permintaan dan lain lain, serta kemana seharusnya dilaporkan untuk ditindaklanjuti. Detail dan tidak mudah menyusun skenario, tapi saya menikmatinya sebagai pengabdian yang membahagiakan,” ungkap sutradara drama, Nelly Kosasih dengan senyum dari hati. “Drama ini juga didukung oleh para pemeran yang bersungguh hati berlatih selama dua minggu. Semuanya sepenuh hati, gan en,” lanjutnya.
Selain drama, adapula isyarat tangan Xing Fu De Lian (Wajah yang Berbahagia) yang ditampilkan. “Kebetulan 2 minggu sebelumnya kami punya kesempatan untuk berkumpul dalam acara di luar kota. Nah waktu yang berharga tersebut kami isi dengan latihan drama dan isyarat tangan ini,” papar para pemeran drama dan isyarat tangan.
Dari rangkaian acara gathering yang sukses dan padat makna tersebut, Moni, PIC kegiatan berharap nantinya seluruh relawan bisa bersatu hati memberikan pelayanan yang penuh cinta kasih Tzu Chi, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai bagian yang mendukung, menciptakan kesatuan hati yang indah dalam pengabdian.
Fotografer : James Yip, Mery Hasan (He Qi Barat 2), Indra Gunawan (He Qi Angke),
Editor : Metta Wulandari.