Cinta Kasih Tanpa Batas dari dan untuk Ibu
Suasana haru mewarnai peringatan Hari Ibu dalam acara kepulangan Gan En Hu (GEH) di kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan. Sekitar 80 peserta yang terdiri dari anak asuh, penerima bantuan, serta para
“Tzu” berarti “cinta kasih” dan “Chi” berarti “memberi bantuan”. Secara harafiah Tzu Chi berarti memberi dengan cinta kasih.
Tzu Chi merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966 dan berpusat di Hualien, Taiwan. Tzu Chi hingga kini telah tersebar ke 48 negara di dunia dan telah memberikan bantuan ke lebih dari 120 negara tanpa memandang suku, ras, dan agama karena kami berprinsip pada cinta kasih universal.
Di Indonesia, Tzu Chi dimulai sejak tahun 1993, dan telah tersebar di 13 provinsi.
Tahun 2003, Tzu Chi memulai langkah kebajikannya di Medan, membantu sesama dengan menjalankan 4 Misi Utama dan 8 Jejak Dharma :
Sepanjang tahun 2024 Tzu Chi Medan melakukan:
Suasana haru mewarnai peringatan Hari Ibu dalam acara kepulangan Gan En Hu (GEH) di kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan. Sekitar 80 peserta yang terdiri dari anak asuh, penerima bantuan, serta para
Harapan baru bagi warga Kota Medan yang mendambakan hunian layak huni akan segera terwujud. Pada hari Selasa, 5 Mei 2026, relawan Tzu Chi Medan melakukan kunjungan audiensi ke Kantor Wali
Senyum haru dan kebahagiaan terpancar dari wajah warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan pada hari Selasa, 28 April 2026. Sebanyak 103 keluarga kini bersukacita setelah menerima bantuan rumah beserta perabot
Belajar Dharma memerlukan lebih dari sekadar mendengarkan ceramah Dharma. Seringkali, saat mendengarkan ceramah Dharma, hati kita menjadi terbuka dan luas, kita merasa penuh sukacita, damai, dan meraih kebebasan batin. Namun,
Saya sering mengatakan bahwa Tzu Chi adalah organisasi keagamaan. Hal ini dikarenakan terdapat semangat dalam menyebarluaskan apa yang kita lakukan, yang menginspirasi upaya kita dalam kemanusiaan. Ketika saya menggunakan istilah
Dalam beberapa tahun terakhir, masalah populasi yang menua benar-benar mengkhawatirkan saya. Beberapa sukarelawan kami juga khawatir bahwa mereka sudah lanjut usia. Untuk mendorong para sukarelawan lansia kami agar tidak menyerah
Seperti apa kehidupan orang miskin? Di Jakarta, Indonesia, relawan Tzu Chi menemukan sebuah keluarga miskin beranggotakan 12 orang: seorang nenek hidup bersama anak perempuannya dan 10 cucu di dalam sebuah
Buddha mengajarkan kepada kita bahwa tidak hanya berusaha demi kepentingan diri sendiri tetapi juga untuk membantu orang lain. Untuk membantu orang lain, kita harus memberikan dengan tulus yaitu menolong mereka
Dalam kehidupan sehari-hari kita, kita perlu menjaga hati dan pikiran kita. Mengapa? Karena pikiran kita seperti binatang liar, kapan pun kita tidak berhati-hati, pikiran tidak baik akan muncul di dalam