Perayaan Waisak yang Khidmat Bersama Oma dan Opa
Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala mengadakan perayaan Waisak di Panti Jompo Nelly Huang pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Kegiatan ini
“Tzu” berarti “cinta kasih” dan “Chi” berarti “memberi bantuan”. Secara harafiah Tzu Chi berarti memberi dengan cinta kasih.
Tzu Chi merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966 dan berpusat di Hualien, Taiwan. Tzu Chi hingga kini telah tersebar ke 48 negara di dunia dan telah memberikan bantuan ke lebih dari 120 negara tanpa memandang suku, ras, dan agama karena kami berprinsip pada cinta kasih universal.
Di Indonesia, Tzu Chi dimulai sejak tahun 1993, dan telah tersebar di 13 provinsi.
Tahun 2003, Tzu Chi memulai langkah kebajikannya di Medan, membantu sesama dengan menjalankan 4 Misi Utama dan 8 Jejak Dharma :
Sepanjang tahun 2024 Tzu Chi Medan melakukan:
Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala mengadakan perayaan Waisak di Panti Jompo Nelly Huang pada hari Kamis, 14 Mei 2026. Kegiatan ini
Waktu seakan berhenti saat tabuhan genderang menggema di aula lantai lima, Sekolah Cinta Budaya yang berlokasi di Komplek MMTC, Medan pada hari Minggu, 10 Mei 2026. Dalam suasana penuh keheningan,
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Kantor Tzu Chi Medan saat relawan komunitas Hu Ai Petisah mengadakan kegiatan kepulangan rutin bagi para Gan En Hu (GEH) dan anak-anak penerima beasiswa Tzu Chi, Minggu,
Kita harus berusaha sebaik mungkin mencegah polusi yang akan mencemari lautan. Hal itu hanya dapat dilakukan dengan mengurangi sumber-sumber polusi yang berasal dari beragam aktivitas manusia yang berbeda-beda.Dalam pertemuan bersama
Buddha mengajarkan kepada kita bahwa tidak hanya berusaha demi kepentingan diri sendiri tetapi juga untuk membantu orang lain. Untuk membantu orang lain, kita harus memberikan dengan tulus yaitu menolong mereka
Setiap pagi saat saya bangun tidur, hal pertama yang ada dalam pikiran saya adalah rasa bersyukur. Saya bersyukur karena saya masih memiliki kesempatan untuk berbuat kebajikan dan membantu sesama.Satu hari
Tiada manusia yang sempurna. Kita semua pernah melakukan kesalahan dalam hidup. Namun jika kita menyembunyikan kesalahan kita, itu akan menjadi penderitaan batin. Saya teringat beberapa waktu yang lalu, seorang relawan
Dalam dunia Tzu Chi, setiap hari kita melangkah di jalan welas asih. Terdorong oleh cinta kasih bagi sesama, kita pergi memberikan bantuan dan perhatian. Tapi, bagaimana kita dapat membantu hingga
Hari ini adalah hari pertama di tahun monyet. Ketika berkumpul dalam relawan di setiap pagi, Master Cheng Yen mengungkapkan kepeduliannya bagi korban yang tertimpa bencana gempa bumi Tainan, para regu