Kunjungan Kasih ke Panti

Kehidupan yang berbahagia adalah kehidupan yang penuh makna. Setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda, jalan yang berbeda, makna yang berbeda. Ada yang berbahagia dengan menjadi juara kelas, ada yang berbahagia mendapatkan promosi dalam pekerjaannya, ada juga yang berbahagia dengan melayani orang lain. Master Cheng Yen adalah guru yang selalu mengajarkan murid-muridnya maupun para relawan untuk mencapai tujuan kebahagiaan dengan melayani orang lain.
Dalam Empat misi utamanya, Tzu Chi dibangun pada fondasi Misi amal. Di mana para relawan melayani para penerima bantuan baik pasien kasus maupun anak asuh beasiswa. Pelayanan utamanya memang memberikan bantuan sesuai kebutuhannya, misalnya pasien kasus tentu diberikan bantuan sesuai dengan survey yang dilakukan sebelumnya. Ada yang membutuhkan bantuan operasi, ada yang membutuhkan tambahan nutrisi, ada juga yang membutuhkan dana bantuan biaya hidup bulanan. Setelah disurvei, pasien tidak hanya diberikan bantuan materi semata. Setiap bulannya, para relawan selalu mengumpulkan setiap anggota relawan komunitasnya, maupun relawan-relawan baru untuk bersama-sama memberikan perhatian melalui kunjungan kasih. Dengan demikian, keluarga pasien yang sedang berkesusahan hatinya dapat teringankan beban hatinya.

Kunjungan ke Panti Jompo

Keluarga seharusnya menjadi tempat utama untuk memperoleh kehangatan.Namun sungguh pahit untuk para kaum lanjut usia (lansia) yang tinggal di panti jompo. Di usia yang sudah tidak produktif lagi, mereka justru terpisah dari keluarga. Tzu Chi pertama kali memulai kunjungan kasih ke panti Jompo pada tanggal 29 April 1994. Relawan Tzu Chi mengunjungi Panti Werdha Wisma Mulia, Yayasan Daya Wanita (Kowani) di Jl Hadian No. 16 Jelambar, Grogol, Jakarta Barat. Sejak saat itu mereka mulai secara rutin mengunjungi panti jompo untuk memberikan perhatian kepada para orang tua, menyumbangkan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Para relawan mengisi kehampaan para lansia dengan menggunting rambut, menggunting kuku, memandikan, dan bercakap-cakap dengan mereka. Kunjungan ini juga untuk mengajarkan para anak agar dengan sepenuh hati menjaga dan merawat kedua orang tua mereka. Pada tanggal 23 Maret 2012, di Panti Jompo Wisma Sahabat Baru, Jakarta Barat, relawan Tzu Chi menghibur seorang nenek dengan penuh perhatian layaknya orang tua sendiri. Kunjungan kasih serupa kerap kali dilakukan relawan Tzu Chi ke berbagai panti jompo di komunitasnya.

Kunjungan ke Panti Asuhan

Anak-anak adalah harapan dari masa depan. Mereka adalah benih-benih yang akan melanjutkan jalan dari sebuah bangsa. Insan Tzu Chi juga hadir mengunjungi anak-anak di berbagai panti asuhan untuk memberikan semangat kepada mereka dan mengajarkan budi pekerti, sehingga kelak anak-anak yang tinggal di sana dapat menjadi generasi penerus yang cemerlang. Minggu, 24 April 2011, relawan Tzu Chi melakukan kunjungan kasih ke Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Putra Utama 6 Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam kegiatan ini relawan Tzu Chi memberi perhatian dan motivasi kepada anak-anak yang sangat merindukan kasih sayang dan perhatian layaknya dari orang tua.

Kunjungan ke Panti Kusta

Ketidakberdayaan menghinggapi orang-orang yang tinggal di panti kusta. Selama bertahun-tahun mereka dikucilkan oleh masyarakat karena takut tertular penyakit mengerikan yang menyebabkan salah satu anggota tubuh harus diamputasi. Tak jarang mereka diabaikan oleh masyarakat, bahkan oleh keluarganya, dimasukkan dalam penampungan dan dilupakan. Pengucilan tidak menyembuhkan penderita kusta ini. Sebaliknya hanya membuat mereka merasa rendah diri, malu, dan kesepian. Tzu Chi mengajarkan welas asih tanpa membedakan, karena itu, relawan Tzu Chi memberikan bantuan dan perhatian pada penghuni Panti Kusta Dr. Sitanala, Tangerang sejak Januari 2002. Dalam kunjungan-kunjungannya, para relawan mengajak mereka untuk bernyanyi dan bergembira, membagi secercah senyum di wajah mereka.

Di tahun 2005, para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya secara rutin menjenguk dan menghibur setiap insan yang berada di pemukiman yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Surabaya, yaitu sebuah tempat berkumpulnya mantan penderita kusta yang telah dinyatakan sembuh oleh rumah sakit. Kehangatan para insan Tzu Chi mampu melipur lara para penderita kusta yang sudah sembuh namun tidak dapat kembali ke masyarakat ini. Tidak jarang air mata menetes di pipi mereka, hanyut oleh ketulusan para relawan yang menyentuh lubuk hati mereka yang terdalam.