16 Tahun Tzu Ching Medan: Generasi Baru, Semangat Kebajikan yang Sama
Hari hari Minggu, 18 Oktober 2026, merupakan momen istimewa bagi keluarga besar Tzu Ching Medan. Relawan Tzu Ching Medan menggelar kegiatan sosialisasi, pelantikan, sekaligus melakukan perayaan ulang tahun yang ke-16. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan dengan penuh kebersamaan dan sukacita.
Dalam kegitan tersebut, sebanyak 13 calon relawan dilantik, bersama 16 relawan Tzu Ching dan 6 relawan tunas yang turut merayakan momen istimewa tersebut. Acara diawali dengan pemaparan sejarah Tzu Ching Medan oleh koordinator, Joshlyn Cennatha. Melalui tayangan foto, para peserta diajak mengenang perjalanan Tzu Ching hingga mencapai usia ke-16 tahun.
“Harapan saya, semoga Tzu Ching Medan semakin banyak mengadakan kegiatan, terus berkontribusi kepada masyarakat, serta bisa mengajak lebih banyak muda-mudi untuk bergabung,” ungkap Joshlyn.
Prosesi pelantikan menjadi langkah awal bagi 13 anggota baru untuk turut menebarkan cinta kasih melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. Pembina Tzu Ching Medan, Mariany, berharap di usia Tzu Chi Medan yang ke-16 tahun ini, para muda-mudi Tzu Ching semakin semangat dalam berbuat kebajikan.
“Untuk Tzu Ching Medan yang sudah memasuki usia ke-16 tahun, mudah-mudahan ke depannya muda-mudi Tzu Ching semakin bijaksana dan semakin banyak kebajikan yang bisa dilakukan. Semoga semangat yang sudah ada sekarang bisa terus dipertahankan,” ujar Mariany, pembina Tzu Ching Medan.
Salah satu peserta, Lisa (19), ia menceritakan awal mula dirinya mengenal Tzu Ching melalui kegiatan Waisak bersama Tzu Ching UNPRI. Ketertarikannya untuk bergabung semakin tumbuh setelah melihat keramahan dan kepedulian para relawan.
“Saya melihat muda-mudi di sini melakukan banyak kebaikan, sehingga saya terinspirasi untuk berbuat baik juga. Tzu Ching juga tidak membedakan ras, suku, maupun agama. Hal itu sangat menginspirasi saya untuk bergabung,” tutur Lisa.
“Saya melihat muda-mudi di sini melakukan banyak kebaikan, sehingga saya terinspirasi untuk berbuat baik juga. Tzu Ching juga tidak membedakan ras, suku, maupun agama. Hal itu sangat menginspirasi saya untuk bergabung,” tutur Lisa.
Memasuki usia ke-16 tahun, Tzu Ching Medan terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat. Generasi boleh berganti, tetapi semangat cinta kasih dan kebajikan akan terus diwariskan.
Seperti pesan Master Cheng Yen, “Bila berbuat kebajikan dengan sepenuh hati, dengan sendirinya tentu akan diberkahi.” Semoga setiap langkah relawan Tzu Ching Medan senantiasa dilandasi ketulusan hati dan menjadi inspirasi bagi semakin banyak generasi muda untuk menebarkan kebajikan dan membawa manfaatkan bagi sesama.
Jurnalis : Jollin Jean Dwisheryn (Tzu Ching Medan),
Fotografer : Jollin Jean Dwisheryn (Tzu Ching Medan),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.
Jurnalis : Jollin Jean Dwisheryn (Tzu Ching Medan),
Fotografer : Jollin Jean Dwisheryn (Tzu Ching Medan),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.