Kegiatan Internasional

Tzu Chi membagi Beras kepada 1.480 Keluarga yang Membutuhkan di Zimbabwe.

Apakah susah untuk bisa mendapatkan makan 3 kali sehari ?
Bagi anda mungkin jawabannya adalah “Tidak”. Tapi jawabannya adalah “Ya” bagi banyak keluarga di tempat lain yang menderita kelaparan, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.  Banyak keluarga di negara Zimbabwe di bagian selatan benua Afrika harus berjuang keras untuk bisa bertahan. Untunglah di bulan September 2021 ini, Tzu Chi membagikan beras kepada 1.480 keluarga yang tinggal di propinsi Mashonaland West di Zimbabwe.
Di Zimbabwe, banyak orang yang harus berjuang keras untuk bisa bertahan hidup setiap hari. Sebungkus beras memungkinkan sebuah keluarga untuk bertahan hidup satu hari. Di lokasi pembagian beras, para penerima bantuan bernyanyi gembira dengan keras berterima-kasih atas bantuan yang diberikan.

Setelah menerima 10 kg beras, mereka tidak lagi gelisah. Bahkan ada seorang ibu yang meneteskan airmata. Apa yang diberikan oleh para relawan Tzu Chi adalah cinta dan perhatian. Mereka membantu para penerima beras yang kesusahan untuk membawa berasnya, satu demi satu.
 Salah satu penerima beras bantuan yang bernama Evermore Kuhonga berkata “Kehidupan saya benar-benar susah. Karena kondisi kesehatan saya, saya tidak bisa berbuat banyak. Saya ingin berterima-kasih atas beras ini, karenanya keluarga saya bisa bertahan hidup satu hari lagi”.

Penerima bantuan beras yang lain bernama Joyce Maruwa berkata “Putriku sudah meninggal dunia, meninggalkan seorang cucu untuk kujaga. Saya sangat berterima-kasih kepada anda. Anda sangat membantu saya, sekarang saya bisa memasak makanan untuk cucu saya”.
Dilokasi pembagian bantuan, aroma beras tercium kemana-mana. Kemiskinan dan kelaparan benar-benar adalah masalah serius. Sebungkus beras diatas kepala mereka hanya bisa meringankan sedikit kesusahan mereka.

Seorang relawan setempat bernama Muda Magaya sangat tersentuh hatinya oleh kegiatan ini dan berkata “Apa yang terjadi hari ini adalah Tzu Chi membagikan beras kepada mereka yang membutuhkan. Apa yang saya pelajari dari Tzu Chi adalah kita semua sama. Selain perbedaan di warna kulit, darimanapun kita berasal, kita adalah sama”.
Tino Chu, relawan Tzu Chi di Zimbabwe, menunjukkan rasa bersyukurnya atas bantuan dari para relawan setempat yang datang membantu, “Hari ini ada tiga jadwal pembagian beras. Saya sangat bersyukur. Ada yang datang dengan dibantu keluarganya, ada yang datang sendiri”. Relawan setempat datang membantu mereka yang datang sendiri dan susah untuk membawa beras bantuannya sendiri.

Relawan Tzu Chi tidak pernah mengharapkan balasan apapun atas ketika mereka membantu orang lain. Mereka menunjukkan rasa syukur mereka kepada yang datang membantu dan yang datang menerima bantuan. Ini yang mereka pelajari dari Dharma. Dharma mengajarkan kepada para relawan untuk selalu berupaya membantu dan menolong mereka yang berkesusahan. Inilah cara relawan Tzu Chi mempelajari Dharma, membagikan dan mempraktekkannya menolong orang lain.

Sumber : www.tzuchi.org.tw,
Fotografer : DAAI TV,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

https://www.geocities.ws/moulmaths/

https://www.geocities.ws/digitalanam/

rp888

rp888