Kegiatan Internasional

Tzu Chi Malaysia mengirim Peralatan Medis senilai lebih dari 20 Juta Ringgit ke 51 Institusi Medis

Hidup sangat berharga, demikian pula setiap detik itu berharga. Donasi dari publik yang diterima Tzu chi Malaysia dipergunakan dengan sangat hati-hati seperti untuk membeli peralatan dan perlengkapan medis yang sangat dibutuhkan oleh institusi-institusi medis. Hingga 19 September 2021, Tzu chi Malaysia sudah mengirmkan peralatan dan perlengkapan medis senilai lebih dari 20 Juta Ringgit Malaysia ke 51 institusi medis diseluruh Malaysia.

Dalam kondisi krisis nasional saat ini, Tzu Chi bersama-sama dengan kekuatan masyarakat umum bersatu untuk mendukung para petugas yang berdiri di garis depan dan menjadi pendukung utama mereka.

Diakhir bulan Mei 2021, jumlah kasus penularan Covid-19 di Malaysia meningkat berlipat ganda hanya dalam waktu 2 minggu dan menembus angka 8.000. Sistem kesehatan tertekan dengan meningkatnya jumlah pasien kritis yang menunggu giliran masuk ke Instalasi Gawat Darurat.
Saat pandemi terus berkecambuk, Tzu Chi Kuala Lumpur dan Selangor segera menluncurkan bantuan medis tahap ke-3, dengan secara aktif menghubungi institusi-institusi medis utama untuk mengtahui kebutuhan mereka. Hingga tanggal 19 September, Tzu chi telah memberi dukungan kepada 51 institusi medis diseluruh Malaysia, melalui penyediaan peralatan dan perlengkapan medis senilai 20 Juta Ringgit Malaysia.
Selama periode ini, dan terlepas dari jadwal kerja mereka yang padat, para petugas medis terus berhubungan erat dengan Tzu Chi dalam pengadaan peralatan dan perlengkapan medis. Kedua pihak memiliki tujuan yang sama – menyelamatkan nyawa.
Pada tanggal 28 Agustus, Tzu Chi Kuala Lumpur dan Selangor mengadakan sharing session dengan Master Cheng Yen, tiga petugas medis yang berjuang di garis depan juga diundang untuk membagikan pengalaman mereka melawan pandemi Covid-19 dengan Master Cheng Yen.

Setiap nyawa berharga
Pada tanggal 23 Juni, pemerintah Malaysia menaikkan status Rumah Sakit Ampang di Kuala Lumpur dari yang sebelumnya masih menangani pasien dengan dan tanpa kasus Covid-19 menjadi rumah sakit khusus menangani Covid-19.  Akibatnya, jumlah pasien penderita Covid-19 naik di rumah sakit tersebut drastis, dari yang sebelumnya berkisar 100 orang naik mencapai 700 orang.
Dalam 2 bulan terakhir, Tzu Chi menanggapinya dengan menyumbang peralatan dan perlengkapan medis yang sangat dibutuhkan, seperti  tempat tidur rumah sakit, ventilator untuk Instalasi Gawat Darurat, alat pencatat tanda-tanda kehidupan, dan High-Flow Nasal Cannulas ke rumah-sakit. Dr, Ong Tee Chuan, seorang dokter ahli Hematologi, yang menjadi penghubung antara Rumah Sakit Ampang dan Tzu Chi, mengatakan, ” Semua peralatan tersebut sangat penting. Disamping menyelamatkan nyawa, alat-alat itu mengurangi beban kerja staf medis dan membantu kami bekerja lebih efisien.” 

Dengan pandemi yang terus berkecambuk, sistem kesehatan di Malaysia terancam gagal dan Yayasan Tzu Chi turun tangan untuk memberi bantuan.

Dihadapkan pada kondisi butuh bantuan, pihak rumah sakit menghubungi Tzu Chi untuk mendapatkan peralatan medis untuk bayi yang lahir prematur karena wanita hamil yang diintubasi memerlukan operasi caesar darurat. Dr. Ong menceritakan bahwa pengalamannya dengan Tzu Chi sangat menyenangkan. Beliau mengakui kontribusi Tzu Chi dalam mendukung sistem media, dengan menyoroti tiga hal penting : Pertama, Tzu Chi menunjukkan tingkat efisiensi yang sangat tinggi. Kedua, Tzu Chi memiliki pemahaman yang akurat tentang kebutuhan rumah sakit sebelum membeli dan hanya membelanjakan dana sumbangan untuk hal-hal yang dibutuhkan. Ketiga, Tzu Chi memprioritaskan hidup diatas segalanya.
Dr. Ong menceritakan bahwa beberapa organisasi menyumbang peralatan yang tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan karena mereka tidak berkonsultasi dengan pihak rumah sakit sebelumnya. Sehingga mengakibatkan pemborosan yang tidak perlu. “Ini adalah hambatan yang belum bisa diselesaikan oleh banyak organisasi,” katanya.

Bantuan yang tepat menyelamatkan banyak hal
Rumah Sakit Kanselir Tuanku Muhriz UKM di Bangi, Selangor, adalah sebuah rumah sakit untuk tempat penelitian dan pengajaran. Pandemi Covid-19 mengharuskan rumah sakit tersebut juga menerima pasien Covid-19.
Calon Guru Besar Dr. Tan Toh Leong dari Department of Emegency Medicine adalah penghubung antara pihak rumah sakit dengan Tzu Chi. Beliau mengatakan,”Ketika terjadi pandemi di bulan Maret tahun lalu, rumah sakit menerima rata-rata 5 dampai 6 pasien perbulan. Tetapi, pada saat dilaksanakannya Movement Control Order (Perintah pembatasan darurat) ketiga, setiap rumah sakit menerima 50 sampai 100 pasien setiap hari.”
Ruang tunggu penuh dengan pasien dan meskipun lebih banyak lagi tempat tidur ditambahkan ke bangsal umum, dalam seketika sudah penuh, dan beberapa pasien harus dirawat di kursi roda. ” Untunglah dalam 2 sampai 3 hari, Tzu Chi mengirimkan ventilator, oximeter, dan peralatan medis lain, sehingga memungkinkan kami menyelamatkan lebih banyak  nyawa,” kata Dr. Tan, seraya menambahkan bahwa,” Jika seorang pasien perlu diintubasi, ventilator dapat menyelamatkan mereka dari ambang maut dalam hitungan detik.”
Beliau lanjut mengatakan, “Menyumbangkan peralatan medis ke tempat yang tepat dan disaat yang tepat adalah sebuah cara untuk membalas budi ke masyarakat. Terima kasih sebesar-besarnya ke Tzu Chi dan komunitasnya atas bantuannya.”

Makanan yang panas, Hati yang hangat
Ketika Rumah Sakit Sungai Buloh ditetapkan sebagai rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19, pasien-pasien lama dipindahkan ke Rumah Sakit Selayang. Ketika pandemi memburuk, jumlah pasien Covid-19 bertambah dari 300 menjadi 1.000 orang, menimbulkan kekurangan peralatan medis dan tenaga medis.
Dr. William Yap dari Infectious Disease Unit (Unit Penanganan Penyakit Menular) menjadi penguhubung antara Rumah Sakit Selayang dengan Tzu Chi. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi atas penyediaan Alat Pelindung Diri, masker dan pelindung wajah yang sangat dibutuhkan oleh para tenaga medis digaris depan. Beliau mengatakan, ” Pandemi telah berlangsung lebih dari setahun dan para tenaga medis di garis depan berjuang untuk bertahan. Kemauan saja tidak cukup dalam melawan pandemi ini. Untungnya, Tzu Chi mengirimi kami peralatan medis dan makanan hangat. Biasanya, petugas medis tidak memiliki waktu yang tetap untuk makan. Kami puas dengan makanan vegetarian yang disiapkan untuk makan siang kami. Itu adalah bentuk dukungan moral untuk kami.”

Para pekerja medis sangat berterima kasih kepada Tzu Chi yang terus aktif menyumbang Alat Pelindung Diri, masker dan Pelindung Wajah disaat sedang sangat dibutuhkan di rumah sakit.

Dalam menghadapi pandemi yang sangat serius ini, para tenaga medis di garis depan adalah mereka yang paling terpukul keras, tetapi mereka tetap berjuang dengan berani. Di masa-masa sulit ini, Tzu Chi telah memimpin dan menyatukan seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan yang terbaik kepada mereka. Mari kita terus mendukung mereka yang telah berjuang tanpa lelah, berkomitmen pada satu misi mulia yaitu menyelamatkan nyawa.

Penulis : Lim Li Tian,
Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh : Rachel Ang,
Fotografer : Fu Wing Hoong,
Diterjemahkan ke dalam bahsa Indonesia oleh : Sik Pin.