Relawan Tzu Chi New Jersey Memberi Bantuan untuk Korban Banjir di Elizabeth dengan Penuh Cinta Kasih
Satu bulan setelah sisa Topan Badai Ida melanda bagian timur laut Amerika Serikat, yang menyebabkan kerusakan parah di New York dan New Jersey, banyak korban masih belum bisa kembali ke rumah-rumah mereka. Dengan keluarga-keluarga korban dan individu-individu tersebut yang sudah dekat di hati, Tzu Chi Regional Mid-Atlantic di Amerika Serikat mengadakan lima kali distribusi bantuan berturut-turut pasca bencana, dengan yang terakhir diadakan di Double Tree by Hilton Hotel di Bandara Newark pada tanggal 08 November 2021.
Berjalan di sepanjang trotoar kota Elizabeth, New Jersey, sulit untuk percaya bahwa satu bulan telah berlalu. Dengan puing-puing di jalanan, bau apek di udara, dan tumpukan perabotan yang rusak di depan rumah-rumah penduduk, seakan-akan badai baru saja mereda. Penduduk yang terpaksa mengungsi akibat banjir sudah lelah dan prihatin, dan para relawan pun merasa patah hati.
Ketika cuaca semakin dingin, relawan menyiapkan selimut-selimut tebal untuk para korban agar mereka tetap hangat, sambil menjelaskan, “Selimut ini lebih besar daripada yang bisa anda temukan di pasar. Selimut ini tebal dan hangat, dan berisi cinta kasih para relaan Tzu Chi di seluruh dunia.”
Di lokasi ditribusi bantuan, para relawan secara aktif mendengarkan pengalaman para korban banjir, memberi keleluasaan bagi para korban untuk menyalurkan emosi mereka setelah malam yang menakutkan tersebut dan semua kengerian yang terjadi setelahnya.
“Saya pikir, bantuan yang anda berikan kepada kami sangat baik, dan saya sangat berterima kasih kepada anda semua,” kata salah satu korban bernama Esteve, “Kami menderita, tapi kami akan pulih; kami harus tetap bersikap positif dan semangat.”
“Saya sangat berterima kasih untuk bantuan dari anda, dan saya sangat senang anda mau membantu orang-orang seperti kami yang menjadi korban bencana. Saya berterima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam, dan semoga Tuhan memberkati anda semua.” kata Nieves, salah seorang penerima bantuan.
Ketika bulan Oktober semakin dingin, para relawan tetap mengunjungi korban banjir di setiap langkah mereka.
Jurnalis : Gao Li Ling,
Fotografer : Li Jen Chieh, Gao Li Ling,
Editor : Adriana DiBenedetto,
Diterjemahkan ke Bahasa Mandarin oleh : H.B. Qin,
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.