Berbagi Kebahagiaan dengan Paket Beras Imlek
Hari itu, Eli (35) yang tinggal di RT 025/013, Desa Cengklong datang bersama ketiga anaknya Priskila, Ello, dan bayinya yang masih berusia 1 bulan lebih ke Wihara Kham Sie Bio, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Kedatangan mereka ke wihara Kham Sie Bio untuk menerima bantuan beras yang diberikan Yayasan Tzu Chi untuk warga Desa Cengklong pada Sabtu, 22 Januari 2022.
Eli, selain menjadi ibu rumah tangga, juga bekerja serabutan di pabrik pembuatan hio (dupa) untuk membantu ekonomi keluarga, sedangkan suami bekerja di sebuah bengkel. Namun semenjak melahirkan anak ketiga, Eli harus berhenti bekerja. “Tadinya saya kerja ngelilit hio, semenjak punya bayi udah nggak kerja,” tandasnya.
Beban hidup Eli dan suami makin bertambah pada masa pandemi covid 19 ini. Kedua anaknya, Priskila dan Ello masih bersekolah. Pendapatan Eli dan suami mau tidak mau harus dibagi untuk kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya. “Nggak mencukupi, saya kerja buat tambah-tambah aja dan dicukup-cukupin,” kata Eli menceritakan kondisi ekonomi keluarganya.
Setelah tidak bekerja, biaya untuk kebutuhan keluarga dan lain-lain hanya dari suami Eli. Kebutuhan makan keluarga Eli biasanya Eli membeli beras secara ketengan (per liter) setiap harinya. “Kalau kita nggak dapet beras gini ya kita beli ketengan,” ungkap Eli.
Pada saat pengambilan beras, Eli sedang menggendong bayinya yang belum genap 2 bulan diwakili oleh putrinya Priskila. Bersama dengan warga lainnya, Priskila turut mengantre untuk menerima 10 Kg beras.
Dengan menerapkan protokol kesehatan, satu per satu relawan Tzu Chi menerima kupon dari warga untuk ditukarkan dengan beras 10 kg. Begitu pun Priskila, setelah menerima beras dia langsung menggendongnya dan mengajak Eli dan adiknya pulang.
Tiba dirumah, Priskila langsung meminta ijin kepada Eli untuk dimasak. Pembagian beras ini membuat hati Eli dan keluarga bersukacita karena bisa menghemat pengeluaran selama beberapa hari kedepan.
“Senanglah, untuk masak sehari-hari. Terima kasih untuk Tzu Chi dengan adanya beras ini setidaknya membantu. Untuk para relawan semoga diberkati, dengan adanya bantuan ini semoga dibalas sama Tuhan kebaikannya,” ungkap Eli bersyukur.
Kepedulian Yayasan Tzu Chi memberi bantuan beras untuk warga Desa Cengklong juga dirasakan Tuti (60). Sehari-hari, Tuti hidup berdua bersama anaknya yang masih sekolah. “Nggak punya suami, hidup berdua sama anak,” ujar Tuti.
Saat mengambil bantuan beras, Tuti menumpang motor tetangganya menuju Wihara Kham Sie Bio. Relawan Tzu Chi membantu membawakan beras yang diterima Tuti hingga ke atas motor. “Senang sekali bisa kita masak, perasaan saya bahagia campur sedih. Ada yang bantu (beras) jadi hemat untuk 10 hari. Ini membantu banget, terima kasih banyak sama Buddha Tzu Chi. Amitofo, doanya biar sehat semua,” kata Tuti dengan mata berkaca-kaca.
Dalam kegiatan ini, ada 300 paket beras berukuran 10 kg untuk dibagikan kepada warga yang sebelumnya telah mendapatkan kupon yang dibagikan oleh relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 pada 17 Januari 2022. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Yayasan Tzu Chi untuk warga yang merayakan Imlek dan masyarakat yang membutuhkan.
“Tentunya beras ini untuk meringankan beban warga yang merayakan Imlek. Beras 10 kg ini kan bisa untuk 10 hari. Bagi warga yang tidak merayakan Imlek tetapi membutuhkan kita bagikan juga,” jelas Caroline, koordinator pembagian beras di Vihara Kham Sie Bio.
Selain di Vihara Kham Sie Bio, pembagian beras Imlek juga dilakukan oleh relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 1 serentak di 6 lokasi (vihara, cetiya, dan sekolah) yang berada di Kecamatan Kosambi dan Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang dengan total 1.050 paket beras.
Fotografer : Arimami Suryo A.,
Editor : Anand Yahya.