Tzu Chi Menghadirkan Makanan Hangat di tengah Musim Dingin yang Keras di Toronto
Di Kanada, 2,85 juta orang telah didiagnosa mengidap virus Covid-19 dan sekitar 30.000 orang telah meninggal karenanya. Setiap hari di bulan Januari 2022, ada lebih dari 100.000 kasus Covid-19 yang baru, dan semua rumah makan dilarang menerima pengunjung. Pandemi ini juga membuat nasib para tunawisma makin memburuk. Karena itu, relawan Tzu Chi di Toronto, Canada, membagikan makanan hangat kepada 160 tunawisma dan para keluarga dengan pendapatan rendah.
Para relawan harus menahan dinginnya air 9,3 derajat Celcius untuk mencuci sayuran. Jari-jari tangan mereka memerah dan dingin, tetapi gerakan tangan semakin cepat. Relawan memotong brokoli ke ukuran yang tepat dan mempersiapkan semua bahan dengan teliti. Tak lama kemudian, mereka telah memasak banyak hidangan ala Taiwan yang lezat seperti tahu goreng dengan paprika dan nenas, lumpia goreng keemasan yang renyah.
Suhu diluar ruangan adalah -13 derajat Celcius. Relawan sebisa mungkin menjaga agar makanan tetap hangat ketika dikirim ke Gereja Injil, dimana mereka menyajikan makanan. Pihak Gereja Injil sangat peduli dengan nasib para tunawisma seperti para relawan Tzu Chi. Seorang anggota staff gereja berkata, “Jika ada seseorang didalam antrian yang kedinginan, kami akan membelikan mereka topi dan sarung tangan atau pakaian kering yang mereka butuhkan untuk membantu mereka”.
Staff gereja dan relawan Tzu Chi melakukan segala upaya untuk membantu para hadirin menikmati hidangan makan yang menyenangkan dan menghangatkan hati. Semua orang duduk mengelilingi meja dan menikmati makanan yang disajikan. Untuk memberikan berkah kepada semua orang, para relawan mempertunjukan penampilan yang anggun dengan menggunakan bahasa isyarat. Dalam suasan hati yang gembira, seorang nenek secara spontan menyentuh pipi seorang relawan Tzu Chi. Masing-masing merasakan kehangatan tanpa perlu berkata-kata.
Malam itu, Tanggal 17 Januari 2022, setelah acara makan, badai salju terbesar dalam 30 tahun terakhir dimulai. Mereka yang telah menikmati makanan hangat memiliki lebih banyak energi untuk bertahan hidup di musim dingin yang keras ini.
Menyalakan lampu di sudut yang gelap dan memberikan kehangatan di musim dingin yang keras menunjukkan bagaimana para relawan Tzu Chi mempraktekkan kasih sayang dan kebajikkan. Mereka berharap agara semua makhluk hidup terbebas dari penderitaan dan dunia penuh dengan kebahagiaan. Mereka tidak tahu apa itu kebesaran, tapi mereka tahu apa yang dimaksud dengan cinta kasih yang murni dan tanpa syarat.
Foto dari : DA Ai TV,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.