Visi 2021 : Klinik Keliling Tzu Chi Hadirkan Layanan Optometri bagi Siswa di Brooklyn, New York
Ingat betapa sulitnya menjadi anak-anak kadang-kadang? Bagian dari tumbuh dewasa adalah belajar bagaimana menjalani potret kehidupan sosial yang selalu berubah di sekolah. Kita ingin memahami perbedaan tetapi juga harus bisa “beradaptasi”. Kita selalu mendengar suara-suara yang membandingkan kita dengan teman sekolah kita sementara kita mendambakan penerimaan atas diri kita apa adanya.
Banyak dari kita yang pernah merasakan hal tersebut didalam diri kita, tetapi bagaimana dengan hal-hal diluar kita yang membedakan kita? Harus memakai kawat gigi atau memiliki masalah dengan penglihatan kita bisa menjadi salah satu aspek yang menantang untuk tumbuh menjadi apa yang kita inginkan. Ada siswa sekolah yang harus menerima ejekan karena harus memakai kacamata atau bahkan yang lebih parah, mereka tidak bisa memiliki kacamata yang dibutuhkan. Tidak memiliki akses ke perawatan mata dan penglihatan dapat menjadi penyebab seorang siswa mengalami ketertinggalan dalam belajar dan merasa rendah diri terhadap teman sekelasnya.
Dalam misi Yayasan Tzu Chi untuk menaklukan semua tantangan besar maupun kecil, Buddhist Tzu Chi Medical Foundation (Yayasan Medis Buddha Tzu Chi) tidak mau menutup mata terhadap masalah ini. Pada tanggal 20 Oktober 2021, Mobil klinik keliling milik DaAi Vision Mobile Clinic singgah ke sekolah dasar Walter Francis Bishop Elementary School di Brooklyn, New York. Relawan Tzu Chi menurunkan peralatan dan membuat tempat praktek dokter mata dadakan di dalam kelas; ternyata tim tersebut adalah tim untuk perawatan sakit mata.
Ada sebuah papan tanda di sekolah yang bertuliskan “Masa depan dimulai disini” dan kalimat tersebut sangat tepat mengambarkan aktivitas hari itu. Fakta bahwa satu dari tiga orang siswa belum pernah menjalani pemeriksaan mata, dan lebih dari 75% pemeriksaan kesehatan di sekolah melewatkan masalah krusial ini, inisiatif progressif dari Tim Medis Tzu Chi, seperti Mobil Klinik Medis Keliling DaAI Vision, mengatasi masalah ini dengan efektif. Tim Medis Tzu Chi berupaya memberikan solusi progresif dan modern untuk apa yang seharusnya menjadi masalah di masa lalu.
Melihat perbedaan
Era pasca-pandemi memiliki lebih banyak masalah kesehatan mata dan penglihatan pada anak daripada yang ada sebelumya. Setelah sekolah kembali dibuka kembali, terlihat jelas bahwa penglihatan siswa belum menjadi prioritas. Bahkan sebelum penutupan oleh pemerintah, penutupan sekolah-sekolah, dan belajar dari rumah, PEW Research Centre melaporkan bahwa dari 71% orangtua siswa yang disurvey mengatakan bahwa mereka khawatir dengan kesehatan penglihatan anak-anak mereka karena terlalu sering melihat layar; angka itu pasti akan lebih mengejutkan sekarang.
Banyak anak telah mengalami penglihatan yang memburuk karena terlalu sering melihat ke layar monitor atau handphone sebagai akibat dari pembelajaran secara online; kondisi ini disebut sebagai “Computer Vision Syndrom” atau “Digital Eye Strain”. Beberapa tanda adanya gangguan penglihatan yang dilaporkan adalah sakit kepala, pandangan kabur, otot mata tegang, sering menggosok mata, airmata sering mengalir, pupil mata yang tidak sejajar, mata sering mengembara (melihat kemana mana), atau pupil mata terlihat seperti warna susu atau bening di foto. Tidak hanya siswa tidak bisa memeriksakan kesehatan matanya di sekolah, tetapi opsi belajar secara online telah memaksa mereka memaksakan penglihatan mereka yang sudah bermasalah di rumah.
Klinik Keliling DaAI Vision melakukan kunjungan ke rumah dan kembali hadir di sekolah-sekolah setelah siswa mulai belajar secara tatap muka lagi. Klinik keliling tersebut fokus membantu sekolah dengan menyediakan layanan pemeriksaan mata gratis bagi siswa yang kurang mampu dan juga sekalian menyediakan kacamata yang cocok untuk mereka. Ada pendapat yang beragam dari siswa-siswa sekolah setelah penglihatan mereka di tingkatkan.
Ariana, siswa sekolah dasar kelas tiga, dengan semangat berkomentar :
“Saya suka memakai kacamata karena saya bisa melihat lebih baik… itu juga membuat saya bahagia karena saya tidak perlu maju kedepan papan tulis untuk membaca lagi, saya sudah bisa langsung membaca papan tulis dari meja saya.”
Siswa lain masih ragu dengan ide harus memakai kacamata. Seorang gadis mengomentari ketakutannya :
“Saya mungkin sesekali akan memakai kacamata di dalam kelas. Saya merasa aneh memakai kacamata di dalam kelas karena saya rasa saya akan diejek dan teman-teman saya akan mentertawakan saya.”
Jikalau ada kendala selama memberikan pelayanan, layanan yang diberikan oleh Tzu Chi dan para relawan DaAI Vision Mobile Clinic benar benar penting. Siswa-siswa yang mungkin tidak mendapat dukungan dan sumber daya di rumah bisa mengakses perawatan penglihatan yang mereka butuhkan untuk bisa melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka selama sekolah.
Siswa-siswa yang awalnya enggan memakai kacamata, langsung mendapatkan pengalaman dari teman-teman mereka yang sudah memakai kacamata, kemudian mulai tertarik untuk memakainya, mulai merasa tidak terlalu “memalukan” memakai kacamata. Pemeriksaan mata gratis di sekolah tidak selalu dapat diandalkan seperti jika langsung memeriksakan ke dokter mata yang profesional, dan beberapa orangtua siswa tidak dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh anak-anaknya.
Para guru terkesan dengan kegiatan yang inovatif ini dan berkata :
“Bahwa para siswa bisa memeriksa penglihatan mereka secara gratis tanpa memberatkan orangtua mereka dan mendapatkan kacamata yang diperlukan sekalian – ini benar benar hal yang indah yang sangat saya hargai.”
Pemandangan yang indah
Pada hari itu tanggal 18 Oktober 2021, 18 siswa sekolah dasar menjalani pemeriksaan mata dan 13 diantaranya harus memakai kacamata. Menyaksikan peristiwa yang mengubah hidup seseorang ini, Tim Medis Tzu Chi dan para relawannya benar-benar menerapkan standar yang tinggi, menunjukan rasa welas asih yang luar biasa, dan menawarkan hadiah berupa penglihatan yang jelas kepada anak-anak yang mungkin tidak pernah menerimanya. Ini hanyalah permulaan dari apa yang dimiliki oleh DaAI Vision Mobile Clinic dan tim kami akan tetap teguh memberikan sumber daya kepada generasi muda diseluruh dunia. DaAI Vision Care, selaras dengan misi Yayasan Tzu Chi, membuka jendela jiwa siswa. Penyembuhan secara emosional dan spiritual dari penglihatan yang jelas dan pikiran yang sehat adalah sangat penting untuk kesejahteraan seorang anak.
Richard Yang, seorang dokter dari TIMA Tzu Chi USA, berkata :” Kami akan terus melakukannya. Jika sekolah mau menerima kami, kami akan terus membantu murid-murid sekolah dengan menyediakan kacamata bagi mereka.”
Kepala sekolah Tiffany Hicks menjelaskan kenapa pelayanan ini mengubah hidup siswanya di semua aspek kehidupan :
“Layanan ini akan membantu para siswa yang memiliki masalah dengan penglihatan mereka, karena mereka tidak bisa membaca materi pembelajaran yang membuat mereka kesulitan dalam belajar. Dengan pemeriksaan mata gratis ini, siswa-siswa tidak perlu meminta uang kepada orangtua mereka untuk membayar, dan mereka langsung memiliki kacamata yang diperlukan pada hari yang sama. Saya benar-benar bersyukur untuk hal yang begitu indah ini.”
Jurnalis : Pin Hau Chiou, Tun Lin,
Fotografer : Pin Hau Chiou,
Editor : Maggie Morgan,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.