Kegiatan Internasional

Tzu Chi Membantu Tonga

Pada tanggal 14 Januari 2022, sebuah gunung berapi bawah laut meletus di Kerajaan Tonga di samudera Pasifik selatan dan memicu tsunami. Setelah bencana, banyak pulau kecil hancur dan kehabisan makanan. Seorang warga Selandia Baru kelahiran Tonga meminta bantuan kepada cabang Tzu Chi setempat, dan dengan segera para relawan Tzu Chi setempat memberikan bantuan darurat. Bantuan Tzu Chi ini menjadikan Kerajaan Tonga sebagai negara ke 127 di dunia ini yang menerima bantuan dari Tzu Chi.
Seorang ahli geologi bernama Tapping berkata : “Meskipun kita tahu bahwa, di Kerajaan Tonga, ada tsunami di wilayah Pasifik, tetapi belum pernah ada letusan gunung berapi yang begitu besar sebelumnya.”
Bencana itu menghancurkan Tonga. Terjadi kekurangan suplai listrik, abu vulkanik menutupi lahan pertanian, dan menyebabkan harga pangan melonjak, dan terjadi krisis makanan. Penderitaan seakan-akan tiada akhir.

50 orang di Tonga menerima bantuan material dari Tzu Chi, Bantuan yang diberikan berupa tepung, oatmeal, kue untuk sarapan, gula, minyak, dan makanan kaleng.

Seorang ahli geologi bernama BRenner mengingatkan, “Karena abu vulkanik itu beracun, itu berdampak pada mata pencaharian penduduk, air minum, air untuk irigasi, dan air untuk ternak, dan sebagainya.”
Louise Waterhouse, konsul kehormatan Tonga di Sydney, mengungkapkan kecemasannya : “Saya perkirakan bahwa tidak ada banyak makanan yang tersisa di persediaan lokal, karena makanan yang didinginkan rusak, tidak ada tanaman pangan yang selamat.”
Prihatin dengan bencana di kampung halamannya, Ken M. Laomahei, berusia 74 tahun, masih aktif bekerja di Selandia Baru. Dia ingat bahwa dia pernah menerima bantuan dari Tzu Chi cabang Selandia Baru selama masa pandemi, jadi dia menulis surat kepada Tzu Chi.
Dalam surat itu, dia ceritakan bahwa keluarganya di Tonga menderita akibat abu vulkanik dan tsunami. Dia berharap Tzu Chi cabang Selandia Baru bisa memberikan bantuan makanan dan air minum kepada keluarganya di Tonga. Setelah mereka menerima kiriman bantuan, mereka akan membagikan dengan para tetangga mereka.
Relawan Tzu Chi Wang Ping memberitahu Ken : “Selama dibutuhkan, Tzu Chi pasti membantu, tanpa memandang ras atau agama.” Sebenarnya, ketika pertama kali Tzu Chi  Selandia Baru mendengar terjadi bencana di Tonga, mereka ingin membantu tetapi tidak ada jalan. Jadi, Tzu Chi sangat bersyukur kepadanya yang telah mengajukan permintaan atas nama mereka yang terkena bencana.
Setelah menerima permintaan bantuan, relawan Tzu Chi dengan penuh semangat ingin segera menuntaskan misi mereka. Mereka bekerja sama dengan perusahaan perkapalan untuk mendapatkan pengiriman gratis, dan dengat cepat mengirim bantuan tahap pertama ke Tonga. Jadilah Tonga menjadi negara ke 127 yang menerima bantuan dari Yayasan Tzu Chi.
Pada akhir bulan Januari, banyak relawan Tzu Chi datang untuk mengemas perbekalan, mereka menumpang kapal kargo dan berlayar ke Tonga dari Auckland. Setelah 10 hari, keluarga Ken di Tonga menerima cinta kasih dari Tzu Chi.
 

Ken (kedua dari kiri) dan istrinya (pertama dari kiri) pergi ke Tzu Chi Selandia Baru untuk mengucapkan terima kasih setelah anggota keluarga mereka di Tonga menerima kiriman bantuan dari Tzu Chi. Mereka memakai rompi relawan dan berharap bahwa, kedepannya, mereka bisa menjadi relawan Tzu Chi.

Ken dengan penuh syukur berkata, “Keluarga saya dan saya di Tonga dengan tulus berterima kasih atas bantuan dari Tzu Chi. Mereka telah menerima kiriman bahan makanan dari anda, dan mereka juga berterima kasih sebesar-besarnya kepada anda.”
Istri Ken, Mary brkata,” Terima kasih atas paket makanan yang telah anda siapkan. Perbekalannya sangat komplit. Keluarga kami di Tonga membagikannya. Anda membagikan cinta kasih anda kepada keluarga saya, tidak hanya di negara ini, tetapi juga di negara-negara lain. Keluargaku juga akan membagikannya. Membayar terlebih dahulu cinta kasih dari anda.”
Relawan Tzu Chi selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memberi manfaat bagi orang banyak. Semoga setiap orang memberikan kekuatan cinta mereka dan mendorong orang lain untuk memberikan cinta. Dengan melakukan ini, dunia kita akan memperoleh kedamaian dan harmoni.

Sumber : www.tzuchi.org.tw,
Foto dari : dok. Tzu Chi,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.