Kebersamaan Dalam Pao Buah Persik
Buah persik memiliki bentuk yang indah berwarna putih kemerahan. Banyak legende Cina kuno menceritakan konon buah persik merupakan makanan para dewa yang abadi. Buah persik merupakan simbol keabadian atau berumur panjang.
Melegendanya buah persik kini dijadikan model makanan berupa pao dari segi bentuk cukup indah dan dari segi makna melambangkan keabadian. Adanya pao buah persik (sian tho) di setiap perayaan-perayaan seperti merayakan hari kelahiran tahun baru merupakan suatu doa agar orang yang berulang tahun bisa umur panjang.
Buah persik memiliki bentuk yang indah berwarna putih kemerahan. Banyak legende Cina kuno menceritakan konon buah persik merupakan makanan para dewa yang abadi. Buah persik merupakan simbol keabadian atau berumur panjang.
Melegendanya buah persik kini dijadikan model makanan berupa pao dari segi bentuk cukup indah dan dari segi makna melambangkan keabadian. Adanya pao buah persik (sian tho) di setiap perayaan-perayaan seperti merayakan hari kelahiran tahun baru merupakan suatu doa agar orang yang berulang tahun bisa umur panjang.
Di Tzu Chi, pao buah persik dibuat ketika memperingati ulang tahun Master Cheng Yen. Di mana para murid_murid berdoa agar Dharma Master Cheng Yen bisa terus abadi di dunia ini. Takterkecuali di Tzu Chi Pekanbaru, biasanya pao buah persik dibuat untuk persembahan saat doa bersama dibagikan kepada para relawan Tzu Chi.
Melegendanya buah persik ini membuat tim konsumsi Tzu Chi Pekanbaru mengadakan lomba pembuatan pao buah persik sehingga bisa menemukan lebih banyak lagi relawan yang bisa mengkreasikan pao buah persik. Tentu lomba di Tzu Chi ini bukanlah untuk mencari siapa yang lebih baik dalam berkreasi tetapi bertujuan agar para relawan lebih bersemangat dalam membuat pao buah persik.
Perlombaan berlangsung pada 19 Maret 2022 yan bertujuan menjadi momen keakraban kebersamaan. “Biasanya kami berdua yang buat pao buah persik saat ulang tahun Master Cheng Yen, dengan perlombaan ini diharapkan lebih banyak relawan yang bisa membuat pao buah persik untuk kebersamaan”, ungkap Asriani salah satu peserta.
Perlombaan ini diikuti oleh relawan komunitas yang berjumlah tiga orang dari tujuh komunitas relawan Tzu Chi Pekanbaru, yakni Xie Li senapelan, Xie Li mutiara, Xie Li arengka, Xie Li nangka, Xie Li limapuluh, Xie Li sehati, serta tim dari luar kota, Perawang.
Lomba dimulai pukul 14.00 WIB, setiap peserta begitu semangat dalam membuat pao buah persik. dari tujuh kelompok peserta, mereka menggunakan cara yang berbeda-beda dalam membuat pao buah persik. Namun, semua bisa menghasilkan pao buah persik yang bagus.
Penilaian lomba dibagi dalam beberapa kategori dari sisi kerja sama tim, kebersihan, bentuk, rasa. Elvana (koordinator komsumsi), Asriani (Ketua Hu Ai Pekanbaru Selatan), Dr. Flemming Wijaya (dokter TIMA) dipercaya sebagai dewan juri. Dari tujuh tim peserta, juri memutuskan tim Xie Li nangka menjadi peringkat pertama, tim perawang peringkat kedua, tim Xie Li mutiara peringkat ketiga.
Amy salah satu tim Xie Li Nangka tidak menyangka bisa mendapat penilaian peringkat pertama, impiannya untuk membuat pao buah persik yang setelah sekian lama terpendam sempat terlupakan menjadi nyata.
“Sewaktu nama pemenang diumumkan kami tidak menyangka terpilih juara pertama. Saya sangat bersyukur berkat kegiatan ini kami bisa membangun sebuah tim yang kompak bekerja dengan sepenuh hati. Kami hanya melakukan yang terbaik dari kami semua” ungkap Amy dengan penuh sukacita.
Fotografer : Joses Kevin, Nicholas Salim (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Anand Yahya.