Kisah Dari Relawan

Sepeda Baru untuk Menggantikan Sepeda Bekas yang Sudah Berusia 20 Tahun

Diusia 21 tahun, siswi sekolah Tzu Chi Jennifer Camal hanya satu tahun lebih tua daripada sebuah investasi penting yang dilakukan oleh ayahnya, Jerome Camal, untuk kepentingan usaha penjualan sayur dan buahnya – yaitu sepeda. Dibeli dari sesama pedagang, sepeda bekas tersebut yang kini sudah berusia 20 tahun itu harus terus menerus diperbaiki.

Siswi sekolah Tzu Chi sejak tahun 2016, Jennifer Camal mengenal Yayasan Tzu Chi setelah terjadinya topan badai Ondoy, sebuah badai super dahsyat yang menenggelamkan seluruh rumahnya di kota Marikina dalam banjir.

“Sepeda itu terus menerus dimuat dengan barang-barang berat, jadi setiap kali rusak, harus diperbaiki,” jelas Jennifer. “Sepeda bekas itu terus menerus harus diperbaiki.”
Berita bahwa Yayasan Tzu Chi akan membagikan sepeda baru (yang didonasikan oleh Angelo King Foundation,Inc.) kepada murid-murid sekolah Tzu Chi yang mata-pencaharian orangtuanya tidak menentu seakan-akan menjawab doa Jennifer – apalagi ketika dia mengetahui bahwa dirinya termasuk salah satu dari 26 orang siswa/i sekolah Tzu Chi yang terpilih untuk menerima sepeda hadiah tersebut.
Namun kebahagiaan itu berumur pendek, karena ayahnya menderita serangan jantung hanya beberapa hari sebelum dirinya akan menerima sepeda baru tersebut di Buddhist Tzu Chi Campus di Sta. Mesa, Manila. Sayangnya, tuntutan fisik untuk menjual sayur dan buah dari pagi hingga malam hari benar-benar membebani kepala keluarga Camal tersebut. Terpapar oleh tuntutan hidup, dia juga sering melewatkan makan siang agar bisa menghidupi istrinya, seorang penjual sari-sari, dan kelima anaknya.
“Dia sedang di rumah sakit menjalani pemeriksaan ketika serangan jantung terjadi,” kata Jennifer. “Kondisinya sudah membaik dan akan segera pulang.”
Disaat seperti inilah Jennifer sangat bersyukur menjadi murid sekolah Tzu Chi. Selain membayar uang sekolah dan pengeluaran bulanan lainnya seperti uang transport, makan, buku, dan keperluan sekolah lainnya, beasiswa dari Tzu Chi juga memberikan secara rutin beras 20 kg dan berbagai macam barang kebutuhan harian lainnya. Hal ini memastikan bahwa selalu ada makanan diatas meja makan, bahkan ketika pencari nafkah keluarga sedang memulihkan dirinya dari sakit.
“Saya sangat bahagia setiap kali saya membawa pulang beras dan barang-barang kebutuhan sehari-hari,” katanya. “Pemberian itu sangat membantu kami. Karena kami tidak usah lagi membeli beras, kami bisa menganggarkan uang itu untuk keperluan lain.”  

Pada sebuah acara singkat di auditorium Jing Si, Jennifer Camal mengangkat celengan bambu miliknya.
Jennifer Camal bersiap memakai helm sepeda yang diterimanya.

Seorang penduduk Marikina, Jennifer mengenal Yayasan Tzu Chi setelah terjadinya topan badai Ondoy, sebuah badai super dahsyat yang menenggelamkan keseluruhan rumahnya dalam banjir dan luapan air sungai. Menjadi murid sekolah Tzu Chi sejak tahun 2016, Jennifer bisa tetap melanjutkan sekolahnya, sampai ke perguruan tinggi di Marikina Polytechnic College, dimana dia adalah mahasiswi tingkat dua.
Ditengah tantangan hidup ini, siswi sekolah Tzu Chi ini merasa nyaman mengetahui bahwa ada orang-orang dan perusahaan yang dapat dia andalkan untuk melalui masa-masa sulit dan menginspirasinya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. “Terima kasih kepada Yayasan Tzu Chi yang mau menjadi bagian dari hidup saya di lima tahun terakhir ini,” katanya. “Kamulah alasan kenapa saya mengapa saya akan terus berusaha meskipun banyak masalah menghadang saya.”

Mahasiswi jurusan Drafting di Marikina Polytechnic College Jennifer Camal adalah salah satu dari 26 orang siswa/i yang terpilih untuk menerima sebuah sepeda yagng didonasikan oleh Angelo King Foundation, Inc..
Sumber : www.tzuchi.org.ph,
Jurnalis : Joy Rojas,
Fotografer : Matt Serrano,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.