Tzu Chi Membersihkan Sekolah-Sekolah di Hualien yang Rusak Karena Gempa
Relawan dari Yayasan Tzu Chi membersihkan tujuh sekolah yang rusak parah akibat Gempa 0918. Tujuh sekolah dasar dan menengah tersebut berada di kota-kota di bagian selatan Kabupaten Hualien. Pertama-tama, semua sekolah tersebut mengkonversi pelajaran sekolah menjadi pembelajaran secara online. Pada tanggal 20 September, lebih dari 130 sukarelawan dikerahkan ke Wu-Jiang Elementary School dan Wan-Ning Elementary School untuk membantu membersihkan dan merapikan gedung sekolah. Relawan juga berpartisipasi dalam penyeldikian bencana tersebut.
Muda dan bergairah
Dinding, lantai, dan kaca kedua gedung sekolah tersebut retak. Meja, kursi, dan lemari-lemari terbalik, dan peralatan komputer serta benda-benda yang tadinya tersimpan di laci kini berserakan dimana-mana. Hal-hal tersebut benar-benar mempengaharui kegiatan belajar-mengajar. Wu-Jiang Elementary School hanya memiliki 32 orang murid sekolah. Chen Li-Qian, Direktur Umum sekolah tersebut, berpikir bahwa Tzu Chi benar-benar sangat membantu.
Secara kebetulan, Wan-Ning Elementary School juga meminta pertolongan kepada Tzu Chi. Yayasan Tzu Chi menerima permintaan bantuan pada tanggal 19 September dan segera merekrut relawan. Pada pulul 07:10 AM waktu setempat di tanggal 20 September, lebih dari 130 relawan Tzu Chi, Universitas Tzu Chi, guru, murid-murid, dan relawan muda lainnya membawa kenderaan pembersih khusus datang untuk memberikan dukungan.
Xie Ming-Sheng, Kepala Sekolah Wu-Jing Elementary School, menyambut kedatangan para sukarelawan Tzu Chi dan berkata, “Saya berharap Tzu Chi bisa membantu dengan tujuan agar para murid-murid bisa segera kembali ke sekolah.”
Setelah memahami kebutuhan sekolah, para relawan segera mulai membersihkan sekolah. Para mahasiswa dari berbagai jurusan memakai keahlian mereka untuk membantu memastikan apakah laptop-laptop yang terjatuh masih bisa berfungsi normal.
Setelah 6 jam, pekerjaan tersebut akhirnya selesai. Kepala Sekolah Xie berkata dengan gembira, “Ketika para murid kembali lagi ke sekolah besok, saya akan memberitahu mereka bahwa ada sekelompok relawan dari Tzu Chi yang belum pernah kita jumpai sebelumnya membantu kita membersihkan dan merapikan kelas; kita harus berterima-kasih kepada mereka.” Kepala Sekolah juga menyanyikan sebuah lagu tradisional setempat di lokasi untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya.
Para relawan yang berpartisipasi juga mendapat pelajaran dari kerja keras mereka. Lin Xi-Yuan, Presiden dari Tzu Chi Collegiate Youth Association (Asosiasi Muda-Mudi Tzu Chi) dari Universitas Tzu Chi, berasal dari Malaysia. Ketika dia mengetahui adanya permintaan dari sekolah tersebut, dia segera mengumpulkan 30 rekan-rekan kuliahnya untuk datang membantu. “Masih banyak yang harus dipelajari dan dilakukan,” katanya merendah.
Semakin tua, semakin kuat
Di Wan-Ning Elementary School, mereka tetap mempertahankan antusiasme mereka. Xie Fu-Yu, Koordinator dari Yuli Disaster Prevention Coordination Center (Pusat Koordinasi Pencegahan Bencana Yuli), berkata, “Setelah gempa, para relawan berharap bisa membantu para penduduk di Yuli. Total sebanyak 41 relawan pergi ke Wan-Ning Elementary School untuk membantu membersihkan sekolah.”
Kepala Sekolah Dong Hua-Zhen merasa lega melihat kedatangan para relawan. “Ketika bencana gempa terjadi, saya sedang berada di sekolah. Setelah terjadinya getaran, dinding-dinding runtuh, membuat kantor, perpustakaan, dan ruang belajar komputer berantakan,” katanya. “Hal pertama yang teringat oleh saya adalah Tzu Chi.”
Gempa 0918 Chishang menghancurkan hampir semua saluran air di Fuli, Kabupaten Hualien. Jadi bagi Wan-Ning Elementary School yang berada di Fuli, tidak akan ada pasokan air. Mengetahui bahwa tidak ada pasokan air ke sekolah, relawan berinisiatif untuk membantu mengambilnya.
Mereka mendorong ember-ember, besar maupun kecil, berjalan melintasi lereng sekolah, dan berjalan melintasi sebuah jalan menuju ke tempat yang memiliki akses ke air bersih. Tim tersebut dengan rapi membentuk sebuah pemandangan unik di sepanjang jalan yang sepi tersebut.
Banyak relawan yang sudah berumur. Chen Ru-Yun dan Chen Mei-Zheng bekerja sama mengangkut air, mereka saling memahami dalam diam sehingga tidak ada setetespun air yang terjatuh akibat getaran. Para relawan lain menyebut mereka sebagai “Sepasang Harta Karun” dari Tzu Chi distrik Hualien.
Tim Kuliner beranggotakan 10 orang
Bagi para relawan dari Kantor Tzu Chi di Yuli, kepedulian tidak pernah berhenti – mereka terus merawat para penduduk desa dari rumah, menyediakan makanan hangat, dan mengemas persediaan dengan tertib.
Cai Yue-Gui, koordinator Tim Kuliner Hualien, mengundang para relawan untuk datang membantu. Sebuah tim yang beranggotakan 10 orang dibentuk untuk menyediakan makanan bagi para petugas medis dari Rumah Sakit Yuli Ci, para pekerja bantuan bencana, dan para sukarelawan pendukung yang datang dari luar daerah, dan orang-orang yang kekurangan pasokan air di dekat Aula Jing Si Yuli. Dalam satu hari di tanggal 20 September, mereka menyediakan 506 paket makanan untuk makan siang dan sekitar 200 paket untuk makan malam.
Relawan Tzu Chi memiliki semangat untuk memberi. Mereka pergi ke orang-orang untuk memberikan diri sendiri; dari kesulitan-kesulitan hidup, mereka mengalami berkah. Kali ini, sekali lagi, para relawan merasa mereka beruntung atas kesempatan yang diberikan. Mereka berharap untuk mengumpulkan berkah dan berharap mereka yang tertimpa bencana dapat kembali ke kehidupan normal mereka sesegera mungkin.
Mari kita menyatukan hati kita dan berdoa untuk kedamaian dan keharmonisan dunia.
Fotografer : Kang Zhi-Xuan, Zhan Jin-De, Li Jia-Xuan, dan Chen Guang-Hua,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.