Kegiatan Internasional

Tim Restorasi Tzu Chi Menenangkan Pikiran Para Korban Gempa 0918 Chisang

Para relawan Tzu Chi mengemudi di sepanjang jalan setapak di sekitar pesawahan dan melintasi jembatan satu arah yang tidak boleh ada dua kenderaan yang berpapasan. Dan kemudian mengikuti panduan satelit sebelum berbelok ke sebuah gang; mereka harus turun dari kenderaan untuk memastikan apakah truk mereka, yang bermuatan alat-alat pertukangan, bisa masuk dan keluar dari gang tersebut. Mereka dengan sabar mendengar instruksi dari pemilik rumah; dan setelah melakukan survey, mereka kembali ke daerah perkotaan untuk membeli perlengkapan tambahan.

Relawan Tzu Chi mengenudikan sebuah truk kecil ke pinggiran kota dan daerah pegunungan untuk memperbaiki rumah-rumah penduduk yang rusak akibat gempa. Mereka membawa kekuatan untuk menghibur mereka yang tertimpa bencana.

Kerja keras dengan kesabaran
Gempa bumi 0918 Chisang membawa kehancuran ke banyak rumah penduduk di Hualien dan Taitung, terutama di daerah pegunungan yang terpencil. Adalah sangat mendesak untuk mengambil tanggung-jawab atas perbaikan kerusakan di pinggiran kota dan daerah pegunungan. Tetapi, karena jarak yang jauh dan kondisi jalan, perjalanan bolak-balik dari dan menuju lokasi menjadi lebih lama, belum lagi material dan sampah-sampah perbaikan harus dibawa secara manual melalui gang-gang sempit.
Kadang-kadang, para relawan tidak dapat menemukan jalan, karena nomor rumah yang tidak berurutan, dan mereka harus mengemudi ke rumah berikutnya. Ini adalah situasi yang sering ditemui oleh kelompok relawan perbaikan ini. Jika kepala komunitas tidak memimpin langsung, maka pekerjaan perbaikan akan ketinggalan.

Relawan Tzu Chi mengerjakan perbaikan rumah penduduk di Yuancheng, Kotamadya Yuli di Hualien. Relawan lain mengumpulkan sampah-sampah perbaikan rumah.

Semoga memberikan yang terbaik untuk mereka yang membutuhkan
Pemiliknya tinggal sendiri di sebuah rumah di Kotamadya Zhuoxi, Hualien. Menara penyimpan air rusak akibat gempa, jadi untuk sementara dia harus tinggal di rumah temannya. Segera setelah sebuah menara air baru tiba, relawan Tzu Chi memasang menara air tersebut semalaman dan pemiliknya bisa pulang ke rumah.
Di Yuli, ada sebuah rumah lain yang atap sengnya rusak akibat tertimpa menara air yang jatuh. Relawan Tzu Chi mengelas ulang dan memperbaikinya, jadi keluarga yang beranggotakan empat orang tersebut dapat kembali ke kehidupan normal.  

Relawan Tzu Chi memperbaiki rumah-rumah yang rusak di Yuancheng, Kotamadya Yuli, Hualien. Relawan yang lain membersihkan sisa-sisa sampah perbaikan rumah.

“Kami berharap dapat memberikan yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan, dan memperbaiki rumah seakan-akan kami sedang membangun rumah kami sendiri. Segera setelah menara air tiba, kami akan segera memasangnya, jadi mereka bisa hidup dengan baik. Kami memperkuat rangka menara air, menaikkan kembali menara airnya dan memasangnya kembali. Lembaran atap dari logam berlapis dengan busa PU diantaranya, jadi tidak akan panas di musim panas,” kata relawan Tzu Chi Lin Jin-an. 

Relawan Tzu Chi harus membawa alat-alat pertukangan dan sisa-sisa sampah bangunan melalui lorong-lorong yang sempit.

Anda membuat saya merasa nyaman
Nenek Lin yang berusia 60an dan Nenek Ou yang berusia 80an, adalah tetangga yang tinggal di Changliang, Kotamadya Yuli. Mereka biasanya tinggal bersama cucu-cucu mereka; ketika cucu-cucu mereka pergi ke sekolah, mereka sendirian di rumah. Nenek Ou berkata bahwa dia ketakutan ketika terjadi gempa. Selain retakan pada meja panjangnya dan komputer yang rusak, adalah kerusakan di dinding rumahnya yang membuat dirinya khawatir.
Relawan Tzu Chi memperkuat tembok rumahnya. Nenek Ou tersenyum dan berkata, “Saya merasa tenang sekarang setelah temboknya diperbaiki. Saya takut akan retak lagi. Bagaimana jika ada gempa lagi?”
Nenek Lin berkata bahwa dia telah mengalami dua kali gempa bumi yang kuat semasa hidupnya. Salah satunya adalah Gempa 921 di tahun 1999, saat dia berada di Lishan, Nantou, yang membuatnya sangat ketakutan. Dia berkata, “Saya tidak takut apapun. Saya hanya takut pada gempa bumi! Rumah ini lebih tua dari saya.” Dia tidak berani tidur di kamarnya setelah gempa. “Pemanas air jatuh dan hampir menimpa saya, jadi cucu saya cepat-cepat membantu saya berdiri.” 

Relawan Tzu Chi memperbaiki tembok rumah Neneik Lin di Changliang, Kotamadya Yuli.

Setelah gempa bumi, di rumah Nenek Lin, perabotan dan peralatan listrik berjatuhan. Kulkas rusak dan pintunya tidak bisa ditutup rapat. Yang paling mengkhawatirkan Nenek Lin adalah retakan di dinding. Retakannya cukup besar sehingga dia bisa melihat bagian luar rumah dari dalam. Tetapi dia sedang sendirian saat siang hari dan tidak tahu harus berbuat apa. Ada banyak retakan di dinding rumahnya. Retakan-retakan tersebut membuat dirinya khawatir jika terjadi gempa lagi, rumahnya akan rubuh. Ketika relawan Tzu Chi memperbaiki retakan-retakan tersebut, hatinya sangat lega.
Nenek Lin berkata dengan penuh syukur, “Para relawan menolong saya memperbaiki retakan-retakan di dinding rumah saya.  Terima kasih atas kerja keras anda semua. Terima kasih Tzu Chi telah menolong kami. Kadang ada gempa susulan dan saya menjadi khawatir dan tidak dapat tidur dengan nyenyak. Tetapi saya merasa lebih nyaman setelah tembok rumah saya diperbaiki hari ini. Saya sudah tidak bisa lagi melihat bagian luar rumah dari dalam, bagus sekali!”

Relawan Tzu Chi peri ke Yuancheng, Kotamadya Yuli, untuk memperbaiki rumah-rumah penduduk yang rusak. Relawan Tzu Chi Xu Xu-xu memotong tembok dan bersiap untuk memasang bata dan merapikannya kembali.

Kita harus memotong dindingnya
Di halaman belakang rumah di Yuancheng, Kotamadya Yuli, tanaman sawo ditanam dan penuh dengan buah. Terdapat banyak retakan di seluruh dinding dibawah pohon. Relawan Tzu Chi berpikiran bahwa dinding itu akan roboh kalau ada gempa yang kuat lagi. Pintu besi yang menempel di dinding tidak bisa dibuka karena kemiringan dinding. Relawan Tzu Chi Xu Xi-xu adalah tukang ledeng dan tukang listrik yang berpengalaman, jadi pekerjaan semen dan besi bukanlah masalah baginya. Dia memotong tembok, meruntuhkannya, dan membuka pintu besi tersebut. Dia berkata, “Dindingnya telah retak dan miring. Kita harus memotong tembok, membongkarnya dan memasang bata kembali.”

Relawan Tzu Chi Xu Xi-xu berkata "Dindingnya telah retak dan miring. Kita harus memotong tembok, membongkarnya dan memasang bata kembali."

Pergunakanlah waktu dengan baik
Relawan Tzu Chi Lin Jin-an berkata bahwa sulit memprediksi kapan bencana alam akan terjadi, dan mereka melihat kerusakan serius di rumah-rumah penduduk. Penduduk desa tidak punya tempat tinggal yang lain, yang sangat tidak menyenangkan. Relawan berencana untuk mempercepat proses perbaikan dan membiarkan penduduk desa kembali hidup di lingkungan biasa, yang mana pasti lebih baik.
Relawan Tzu Chi telah melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Bantuan gempa ini merupakan proyek yang besar bagi para relawan dan masih berkelanjutan.
Dunia ini tidak permanen. Master Cheng Yen mengingatkan para relawan, “Kita tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi dalam sekejap. Jadi kita harus tetap waspada setiap saat.”
Hal-hal yang tidak diharapkan bisa terjadi kapan saja. Mari pergunakan waktu kita untuk bermanfaat bagi orang lain dan membuat hidup kita bermakna.
Bergabunglah dengan Tzu Chi. Mari buat hidup kita bernilai.

Sumber : www.tzuchi.org.tw,
Jurnalis : Chen Yi-qian,
Fotografer : Chen Yi-qian, Cai Shou-gan,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.