Tzu Chi Membagikan Makanan Hangat dan Selimut bagi Para Tunawisma di Hong Kong
Pemandangan malam hari Kota Hong Kong terkenal di seluruh dunia – dan anda dapat menikmati pemandangan yang memesona dengan mengikuti tur keliling dengan perahu. Tetapi, dibawah papan reklame yang warna warni, banyak orang menjalani kehidupan yang kelam. Mereka bahkan tidak memiliki makanan dan pakaian yang cukup.
Dinginnya Musim Dingin, Hangatnya Hati Para Relawan
Para tunawisma tidur di jalanan. Tanpa selimut dan pakaian hangat yang cukup, musim dingin ini akan sangat sulit bagi mereka. Relawan Tzu Chi di Hong Kong peduli dengan para tunawisma, dan membagikan makanan hangat untuk menghangatkan hati dan badan mereka.
Relawan Tzu Chi sering sekali membagikan makanan hangat kepada para tunawisma hingga mereka sudah bersahabat dan kenal satu sama yang lain.
Dengan datangnya cuaca dingin, suhu udara akan segera turun hingga 15 derajat Celcius. Relawan segera mengirimkan selimut dan merawat mereka.
Pelajaran yang Mengejutkan
Sebulan sekali, para relawan mengantarkan kotak makan siang dan kupon makanan kepada para tunawisma, agar mereka tidak kelaparan. Beberapa tunawisma tinggal di lorong-lorong bawah tanah, dan ada yang tinggal di tribun stadion. Selain mengunjungi para tunawisma, para relawan juga mengunjungi sekelompok teman lama.
Mereka mendatangi sebuah gedung, dimana terdapat banyak kamar yang memiliki tempat tidur bertingkat. Tempat tinggal yang kecil dan sempit ini memiliki harga sewa sebesar US$ 384 sebulan. Hanya ketika para relawan masuk untuk mengantarkan makan siang, mereka baru bisa menyadari sempitnya lorong itu – setiap orang hanya memiliki 1 tempat tidur, kamar mandi bersama, dan tidak ada privasi sama sekali. Untuk banyak relawan, ini adalah pelajaran yang mengejutkan bagi mereka.
Relawan muda, Li Ming-xuan, berkata, “Baru hari ini saya menyadari bahwa masih banyak orang yang tidak memiliki rumah yang sebenarnya. Saya sangat beruntung memiliki sebuah rumah tinggal.”
Siklus Cinta Kasih
Bagi para tunawisma, memiliki seseorang yang peduli kepada mereka adalah berkah. Seorang tunawisma bernama Gao Mei berkata, “Tzu Chi peduli kepada saya, dan saya peduli kepada orang lain, dan orang lain peduli kepada saya.”
Itulah Siklus Cinta Kasih. Semoga setelah mendapatkan kehangatan cinta kasih dari para relawan, suatu saat mereka akan kembali ke masyarakat dan memberi kembali cinta kasih ke masyarakat.
Adalah berkah bisa memberikan cinta kasih. Mari berbagi cinta kasih kepada mereka yang membutuhkan! Bergabunglah dengan Tzu Chi, dan mari bekerja-sama bagi kepentingan orang banyak.
Fotografer : Dokumen DaAi TV, Xie Qin,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.