Tzu Chi Hospital, Perwujudan Cinta Kasih Seluruh Insan Tzu Chi untuk Indonesia
Berdiri tepat di belakang Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Tzu Chi Hospital, Eka Tjandranegara bertepuk tangan paling keras. Relawan Tzu Chi yang menggawangi proyek pembangunan Tzu Chi Hospital itu tampak berkaca-kaca. Hatinya diliputi kebahagiaan sekaligus rasa haru yang begitu dalam.
“Pembangunannya sebenarnya sudah selesai 2021, tapi menunggu presiden punya waktu baru hari ini. Saya sudah tunggu sampai tidak percaya hari ini akan terjadi,” tutur Eka Tjandranegara.
Dengan peresmian Tzu Chi Hospital oleh Presiden Joko Widodo pada hari Rabu, tanggal 14 Juni 2023 ini, maka secara moril, berakhirlah tugas yang diemban Eka Tjandranegara sebagai pimpinan proyek pembangunan Tzu Chi Hospital. “Melalui banyak rintangan, banyak kesulitan, tapi satu persatu kami selesaikan dengan baik,” tambahnya penuh kelegaan.
Apa yang dirasakan relawan senior Tzu Chi tersebut menjadi gambaran dari suasana hati para relawan Tzu Chi lainnya. Bahagia, terharu, bersyukur, berkelindan mewarnai hari bersejarah ini. Apalagi Tzu Chi Hospital merupakan perwujudan dari niat tulus seluruh insan Tzu Chi sebagai sumbangsih dan partisipasi kepada negara dan bangsa yaitu menyediakan rumah sakit yang high tech dan high touch. Rumah sakit yang berteknologi tinggi dengan pelayanan yang humanis, dan berorientasi pada pasien.
“Suatu momentum yang sangat kita bahagia sekali, karena insan Tzu Chi betul-betul meluangkan tenaga dan cinta kasihnya untuk membangun rumah sakit yang penuh cinta kasih ini. Dan betul-betul tadi presiden dalam pidatonya juga mengatakan Indonesia sangat membutuhkan, hanya peralatannya. Dokter kita sudah bagus. Dengan peralatan yang baik mudah-mudahan semua penyakit bisa disembuhkan di sini. Kita akan menuju dan berusaha ke sana terus. Jadi berapa kali tadi disebut Tzu Chi Hospital oleh Pak Presiden, jadi ini suatu keyakinan pada dokter di sini untuk bisa berkembang juga, suatu keyakinan yang baik,” tutur Wakil Ketua Tzu Chi Indonesia, Franky O. Widjaja yang mengulas senyum sepanjang acara peresmian Tzu Chi Hospital.
Ketua Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, dari hati yang paling dalam berterima kasih pada semua relawan Tzu Chi dan masyarakat luas yang telah mendukung pembangunan Tzu Chi Hospital. Tzu Chi Hospital dibangun dari himpunan cinta kasih dari banyak orang.
“Empat misi Tzu Chi sudah rampung di Tzu Chi Center. Tzu Chi Indonesia juga sudah genap 30 tahun pada tahun ini, oleh karena itu kita harus melangkah lebih besar lagi. Selama 30 tahun ini, kita mengakumulasi banyak pengalaman dan banyak sumber daya. Tiga puluh tahun itu merupakan satu tahap, kita harus melangkah maju lagi, harus lebih baik lagi,” pesan Liu Su Mei.
Tzu Chi Hospital sejatinya sudah beroperasi sejak dua tahun yang lalu, dimulai dengan layanan kesehatan untuk pasien Covid-19 pada tanggal 14 Juni 2021. Sementara layanan untuk pasien umum dimulai sejak 1 Oktober 2021. Dari lima layanan unggulan, ada dua layanan yang belum dibuka sepenuhnya, yakni transplantasi sumsum tulang belakang, dan perawatan paliatif untuk rawat inap.
Dengan peresmian Tzu Chi Hospital hari ini, maka kelima layanan unggulan, yakni Transplantasi Sumsum Tulang Belakang, Perawatan Paliatif, Pengobatan Bedah Syaraf, Penanganan Kanker, serta Perawatan Ibu dan Anak, kelima-limanya resmi dibuka.
“Pelayanan transplantasi sumsum tulang dan paliatif ini secara resmi dibuka pada saat grand opening ini tetapi operasionalnya mungkin butuh waktu karena sehabis ini akan banyak kunjungan-kunjungan yang harusnya ini daerah steril. Jadi untuk sterilitas dibutuhkan waktu setelah itu akan beroperasional. Sebenarnya pasien untuk sumsum tulang sudah ada, sedang proses persiapan,” terang Direktur Utama Tzu Chi Hospital dr. Gunawan Susanto.
Di hari yang bersejarah ini, Stephen Huang, penasihat Tzu Chi Internasional juga hadir. Bisa dibilang, ia merupakan salah satu saksi sejarah bagaimana Tzu Chi Indonesia mula-mula ada hingga saat ini berhasil mewujudkan empat misi utama Tzu Chi dengan sangat baik.
“Saya sangat terharu dan bersyukur pada hari ini. Terima kasih Master Cheng Yen yang telah mengutus saya ke Indonesia pada tahun 1996. Master Cheng Yen sering bilang bahwa insan Tzu Chi Indonesia begitu giat dan gigih, tetapi kita tidak lupa untuk menjadi lebih baik lagi. Master Cheng Yen berharap fondasi kita harus diperkokoh, mengakar lebih dalam dan lebih jauh,” pungkasnya.
Fotografer : Arimami SA, Henry Tando (He Qi Utara 1) Bambang (DAAI TV),
Editor : Metta Wulandari.