Kegiatan Nasional

Bukan Beban Melainkan Kebahagiaan

“Mari bersatu hati demi kebajikan dan bersumbangsih dengan rasa kebersamaan serta saling mengasihi dan saling memuji dalam mengulurkan tangan untuk saling membantu.”
– Kata Perenungan Master Cheng Yen –

Anak - anak teratai mengikuti kelas bimbingan dengan semangat dan sukacita.

Perdana, kegiatan temu Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) dan pertemuan Anak Teratai (anak asuh Tzu Chi) di komunitas He Qi Pusat diadakan di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan di Jalan Pangeran Jayakarta No 131, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 6 Agustus 2023. Sebanyak 86 relawan bersama-sama menggarap ladang berkah ini.

Begitu Mulianya Tugas Seorang Relawan Pemerhati

Salah satu penerima bantuan adalah Zahid Hamzah R (2) yang memiliki kebutuhan khusus. Zahid telah setengah tahun menerima bantuan 2 kaleng susu Nutrien Junior 800gr dari Tzu Chi untuk memenuhi asupan gizinya. Susu yang diminum Zahid tidak dapat diminum secara langsung melainkan harus melalui selang di hidung. Zahid sejak kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Untuk keseharian kebutuhan keluarga, sang nenek yang menerima cuci gosok. Bungsu dari dua bersaudara ini walaupun dengan segala kekurangannya masih sangat aktif dan ceria.

Fitri menemani Zahid, Zahid tampak bahagia bertemu dengan para relawan.

“Saya mengenal Tzu Chi dari teman di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Awal bingung susu Zahid kan mahal sekali, dulu lebih kurus, untunglah dibantu kami. Saya kan mau bekerja juga susah tidak ada yang mengurus anak ini. Zahid lahir dengan kondisi kelainan jantung, sudah melalui dua kali operasi karena waktu itu ada kelumpuhan pita suara kiri, ini mau operasi lagi untuk tiroid konsiladroid,” kata Fitri, ibunda dari Zahid.
Zahid masih menggunakan selang karena sudah coba dengan dot masih muntah. “Tuhan mengirim Zahid untuk saya bahagia, Zahid mengajarkan saya banyak hal salah satunya kesabaran dan cinta,” tambah Fitri.

Slamet memperkenalkan diri kepada teman-teman barunya.

Sementara itu, di Kelas Anak Teratai yang berjalan beriringan dengan pertemuan penerima bantuan, Jensen membawakan materi tentang integritas dan tanggung jawab. Tahun ajaran 2023-2024 ini jumlah Anak Teratai bertambah sekitar 15 anak, salah satunya Slamet Wibowo (12).  Saat ini ia duduk di kelas 4 SD di SLB Karya Mulia. Slamet terlahir prematur kurang dari 7 bulan dengan berat tidak sampai 1 kg, di usia menginjak 8 bulan Slamet mulai menunjukkan gejala autis, di usia 3 tahun dokter mendiagnosis Slamet; Autis Hiperaktif. Slamet tidak bisa fokus, hanya bisa fokus ke ibunya. Slamet juga mengidap katarak di mata kirinya.

Lim Pedrik membimbing para relawan melakukan pelestarian lingkungan.

“Sehari – hari kami hidup dari papanya yang jual susu kacang. Anak saya tunggal, sekarang sudah mandiri mulai mandiri, di rumah juga suka membantu. Pelajaran sekolah juga mulai bisa mengikuti, kadang orang bertaya ke saya bebankah merawat Slamet? saya bahagia memiliki Slamet, saya tidak mengeluh, saya akan menjaga Slamet, sekarang juga saya berusaha tidak memanjakan dia agar kelak dia bisa mandiri,” harap Ony Gunawan, ibunda dari Slamet.
Selain kebahagiaan berbagi dengan penerima bantuan dan anak teratai, beberapa relawan juga melakukan kegiatan pelestarian lingkungan di bawah arahan Lim Pedrik.

Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Pusat),
Fotografer : Susi Christine, Zoe Felix, Ria Pribadi (He Qi Pusat),
Editor : Khusnul Khotimah.

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

https://www.geocities.ws/moulmaths/

https://www.geocities.ws/digitalanam/

rp888

rp888