Peresmian Titik Pelestarian Lingkungan di Teluk Tering
Master Cheng Yen selalu mengimbau para relawan untuk melestarikan lingkungan dengan memperpanjang usia barang, memilah dari sumbernya dan mendaur ulang sumber daya. Agar konsep pelestarian lingkungan dapat secara luas dikenal serta diterapkan, Tzu Chi Batam kembali membuka titik baru pemilahan barang daur ulang pada tanggal 20 Agustus 2023.
Ikrar agar setiap Xie Li di Kota Batam memiliki satu titik pemilahan mendorong Ketua Xie Li Teluk Tering, Alexander Prayoga atau yang lebih akrab dipanggil Yoga, memberanikan diri untuk mengemban tanggung jawab sebagai koordinator titik pemilahan daur ulang tersebut.
“Ini merupakan suatu berkah karena diberi kepercayaan. Kita seharusnya tidak boleh menolak berkah,” ucapnya.
Yoga sangat bersyukur titik pemilahan Teluk Tering ini bisa berdiri dengan waktu persiapan hanya satu bulan. Besar harapannya agar setiap bulan kegiatan pelestarian lingkungan ini selalu ada relawan yang datang, selalu menambah relawan baru, dan warga yang tinggal di sekitar ada inisiatif ikut serta dalam kegiatan ini. Titik pemilahan ini berdekatan dengan pasar yang memiliki mobilitas tinggi dan padat pengunjung, sehingga sangat ideal untuk meningkatkan kesadaran warga maupun pengunjung pasar terhadap pelestarian lingkungan.
Pada tanggal 19 Agustus 2023, sejak pukul 17.00 WIB, relawan sudah berkumpul, menyiapkan tenda, sound system, dan konsumsi untuk Acara Ramah Tamah. Sebanyak 35 relawan dan 25 warga hadir pada acara ini. Dalam kesempatan ini, Dukman menjelaskan tentang Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Ia membagikan materi bagaimana menghemat sumber daya dengan 5R (Refuse/Rethink; menolak, Reduce; mengurangi, Reuse; mengunakan kembali, Repair; memperbaiki, dan Recycle; daur ulang). Kemudian ia memperkenalkan yel-yel 10 jari (yel-yel 10 jenis bahan buangan rumah tangga yang bisa didaur ulang) dengan langsung memberikan contoh barang agar warga lebih memahami barang-barang yang bisa didaur ulang.
Pembukaan titik pemilahan ini berjalan lancar berkat dukungan perangkat daerah yang sangat antusias, salah satunya Pak Lie Cong, Ketua RT 01. Pak Lie Cong sangat senang dengan adanya titik pemilahan Teluk Tering.
“Sebelumnya tidak tahu sampah mau dikemanakan selain dibawa lori sampah dan ke TPA. Setelah mengetahui akan ada pembukaan titik pelestarian lingkungan di sini, pas acara 17 Agustus kemarin, saya langsung mengimbau agar sampah botol plastiknya jangan dibuang, tapi disimpan untuk daur ulang di hari minggu nanti,” ujarnya.
Ibu Dican, salah seorang warga Perumahan Livia Garden sangat senang dengan dibukanya titik pemilahan ini. Sebelumnya sampah plastik dan kardus langsung ia buang ke tong sampah. Dengan adanya kegiatan pemilahan ini, ia bisa turut menjadi relawan sekaligus membantu melestarikan lingkungan.
Dengan dibukanya titik pemilahan diharapkan dapat memupuk kesadaran dan menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah domestik, memanfaatkan barang yang masih bisa dipakai secara berulang dan mengikuti kegiatan pemilihan di komunitas. Kegiatan pelestarian lingkungan pertama di titik pemilahan Teluk Tering diikuti sebanyak 25 relawan dan 2 warga.
Fotografer : Andy Tan, Yvonne, Elisa (Tzu Chi Batam),
Editor : Khusnul Khotimah.