Kegiatan Internasional

Mengambil Tindakan Cepat untuk Menyediakan Air Bersih ke Pulau Anggrek

Topan Koinu mendatangkan malapetaka ke Pulau Anggrek, sebuah pulau di sebelah barat daya dari pulau utama Taiwan. Pada tanggal 06 Oktober 2023, relawan Tzu Chi Yang Ting-yuan dan Chen Yi-chien mengunjungi pulau tersebut untuk mencari tahu kondisi pasca bencana dan mensurvey kebutuhan. Mereka menemukan bahwa, selain kekurangan minyak dan makanan, masalah paling mendesak yang dihadapi penduduk setempat adalah kurangnya air bersih untuk minum.
Tzu Chi telah menjalin kerja-sama jangka panjang dengan Industrial Technology Research Institute (ITRI) Taiwan untuk mengembangkan peralatan penjernih air. Pada tanggal 07 Oktober 2023, Departemen Sosial dari Kabupaten Taitung menghubungi Yayasan Tzu Chi dan mengabarkan bahwa sebuah kapal kargo dijadwalkan berangkat ke Pulau Anggrek pada malam tanggal 08 Oktober. Mereka berharap Tzu Chi dapat menyediakan peralatan penjernih air UVC untuk mendukung pulau tersebut.

Relawan Tzu Chi mengemas peralatan penjernih air UVC.

Menerima informasi ini, relawan Tzu Chi Luo Ting-Hsien, Mr. Lu Hsueh-Cheng dari Departemen Amal dan Pengembangan Tzu Chi segera mengkoordinasikan pengangkutan peralatan penjernih air UVC dari kantor Tzu Chi Yunlin dan Kampus Taoyuan Zhongli ke Taitung dengan kereta api. Tujuannya adalah untuk mengirimkan peralatan tersebut ke kapal kargo menuju Pulau Anggrek dan dengan demikian segera memenuhi kebutuhan air minum bersih di kalangan penduduk pulau tersebut. Berkat respon cepat para relawan, peralatan tersebut sampai di kapal tepat pada waktunya untuk melakukan perjalan ke pulau tersebut.
Berdasarkan kajian kondisi pasca bencana Tzu Chi yang dilakukan oleh relawan Chen Yi-Chien dari Pulau Anggrek, sebagian besar warga mempunyai akses terhadap air keran atau mata air pegunungan. Namun dampak Topan Koinu menyebabkan pipa air tertimbun atau rusak. Akibatnya, beberapa rumah tangga hanya dapat menggunakan air keran atau mata air pegunungan setelah direbus, sementara rumah tangga lainnya tidak memiliki akses terhadap keduanya dan harus bergantung kepada tetangga untuk mendapatkan air. Selain itu, beberapa warga yang masih memiliki air ledeng masih menghadapi kelangkaan air akibat pemadaman listrik yang berdampak pada pompa air.  Selain itu, mata air pegunungan pasca topan sering kali menunjukkan kekeruhan sehingga tidak aman untuk diminum.

Relawan memuatkan peralatan penjernih air UVC ke truk pengangkut.

Bapak Lu Hsueh-Cheng menunjukkan bahwa kedua perangkat pemurni air UVC dikembangkan bersama oleh Tzu Chi dan ITRI. Mereka menggunakan teknologi ultrafiltrasi untuk menghilangkan kotoran, koloid, organik, dan polimer. Mereka juga menggunakan sinar ultraviolet untuk sterilisasi, secara efektif menghilangkan mikroorganisme seperti bakteri E. Coli, dan memastikan bahwa air yang dimurnikan memenuhi standar air minum berkualitas tinggi. Perangkat ini memiliki kapasitas produksi air yang tinggi, mampu menghasilkan 7,2 metrik ton air setiap hari, yang dapat melayani hingga 2.400 orang. Pasokan darurat ini bertujuan untuk meringankan masalah kualitas dan kuantitas air yang disebabkan oleh pencemaran dan kekuranga air di Pulau Anggrek akibat Topan Koinu.
Saat ini, terdapat dua alat pemurni air – satu di Orchid Island High School, dan satu lagi di Hong-Tou Community Development Association. Keduanya menyediakan air minum bersih untuk warga pulau tersebut.

Kata Mutiara Jing Si berbunyi :
“Walaupun kita tidak mempunyai hubungan dengan makhluk lain, namun penderitaan mereka adalah penderitaan kita, dan kesakitan mereka adalah kesakitan kita. Saat tubuh mereka sakit, hatiku khawatir. Ketika tubuh mereka terluka, hatiku merasakan kesakitan tersebut. Ini yang disebut ‘Welas Asih yang besar untuk semua orang'”

Sumber : global.tzuchi.org,
Fotografer : Yayasan Tzu Chi Taiwan – Tzu Chi cabang Yunlin,
Diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.
 

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

MPO88ASIA

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

JUN88