Kegiatan Internasional

Relawan Tzu Chi Membantu Para Korban Banjir di Paraguay

Ditengah hujan deras yang terjadi pada bulan November 2023, relawan Tzu Chi dengan cepat membawa bantuan ke Ciudad del Este, melalui jalan-jalan yang banjir dengan menggunakan kano darurat di Saint Raphael dan San Agustin. Upaya bantuan cepat mereka memberikan harapan ketika mereka mendistribusikan barang-barang penting dan doa bagi para korban.

Dalam pendistribusian bantuan, relawan Tzu Chi memimpin doa bersama warga terdampak banjir. Saat melodi lagu memenuhi udara, semua orang bergandengan tangan dalam doa yang khusyuk. Dalam momen kebersamaan itu, para penyintas bencana yang kelelahan secara emosi merasakan gabungan emosi yang mendalam.

Pada awal November, kota terbesar kedua di Paraguay, Ciudad del Este, mengalami hujan lebat tanpa henti. Hal ini menyebabkan Sungai Parana meluap, mengubah daerah daratan rendah didekatnya menjadi danau. Setelah menerima kabar duka ini, relawan Tzu Chi segera memulai penilaian kerusakan akibat bencana dan merencanakan distribusi bantuan penting, berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup warga yang terkena bencana.

Lima relawan Tzu Chi menyewa perahu untuk memasuki tiga wilayah yang terkena dampak parah untuk melakukan penilaian bencana. Seorang tukang perahu muda, Cristian (di garis depan), dipekerjakan untuk mendayung perahu dan membawa tim ke zona bencana.

Jalanan yang tadinya ramai kini terendam oleh air yang bergejolak dalam lumpur. Hal ini menimbulkan tantangan besar bagi para relawan yang melakukan penilaian kerusakan ke lokasi bencana. Di distrik Saint Raphael, berjalan kaki menjadi mustahil dilakukan, sehingga memaksa para relawan mengandalkan kano darurat yang didayung oleh penduduk setempat untuk dapat mengakses langsung ke lokasi bencana untuk mendapatkan gambaran langsung seberapa besar dampak kerusakan yang terjadi.
Banyak rumah yang terendam, memaksa warga untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Namun tenda-tenda yang didirikan secara tergesa-gesa di lokasi relokasi sementara tidak memberikan banyak perlindungan terhadap curah hujan yang tiada henti. 

Para relawan mengunjungi sebuah keluarga beranggotakan tujuh orang yang berdesakan di dalam tenda, yang telah bertahan beberapa hari tanpa makanan hangat. Keadaan yang penuh tantangan membuat mereka mendambakan makanan yang hangat dan menenangkan.

Setelah mensurvei situasi dan memahami kebutuhan keluarga yang terkena dampak banjir selama kurang dari dua hari, relawan Tzu Chi segera mulai menyalurkan bantuan darurat. Penduduk yang mengungsi di tenda darurat menerima makanan yang cukup dan persediaan penting untuk menopang mereka selama sebulan pada masa sulit ini.

(Foto Kiri) Relawan Tzu Chi melakukan pendistribusian bantuan di tempat penampungan sementara di kawasan terdampak banjir San Agustin di tepi sungai. Dengan rasa hormat dan kepedulian yang tulus, para relawan mengulurkan tangan untuk mengantarkan selimut dan perbekalan penting kepada warga yang terkena bencana. (Foto Kanan) Relawan membagikan selimut kepada warga terdampak banjir dan membantu mengemas selimut tersebut dengan hati-hati ke dalam tas ramah lingkungan.

Mewakili warga yang terkena dampak bencana, seorang pastor Paroki Santo Agustinus mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi atas bantuan yang diberikan tepat waktu. Dia berkata: “Semoga Tuhan memberkati semua relawan yang datang membantu, dan semoga warga yang terkena dampak segera bisa mengatasi kesulitan mereka.”
Dalam “Komunitas 23 Oktober”, relawan Tzu Chi membagikan makanan dan selimut ramah lingkungan Tzu Chi yang terbuat dari botol plastik daur ulang. Bagi mereka yang tidak dapat mencapai lokasi distribusi bantuan, relawan Tzu Chi secara pribadi mengunjungi mereka, tidak hanya memberikan bantuan tetapi juga membagi welas asih dan perhatian langsung.

Sumber : www.global.tzuchi.org,
Jurnalis : Cai Ci-qi, Cai Qi-fang,
Fotografer : Cai Qi-fang,
Diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.