Syukuran Menyambut Tahun Baru
Sanny Husiana, koordinator utama, mengatakan kegiatan ini untuk memupuk kebersamaan dan menjalin tali kasih antara penerima bantuan dan relawan Tzu Chi. “Selain itu juga berbagi berkah kepada para penerima bantuan dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek,” jelasnya.
Pada penyuluhan kesehatan bertema Awet Muda Dengan Bervegetarian oleh dr. Wijaya Taufik Tiji, M. Ked., Sp. Kj., diuraikan dengan jelas tentang proses penuaan dini dan penyebabnya. Dr. Taufik membagikan tips hidup sehat melalui pola makan yang sehat, salah satunya dengan bervegetarian. Vegetarian dapat menurunkan risiko serangan jantung, kanker, tekanan darah, kadar kolestrol, kadar gula darah dan obesitas, mencegah penuaan dini dan membuat lebih awet muda.
Dalam sesi sharing, Suyati (57) dari Tanjung Morawa, berkesempatan berbagi pengalamannya berjodoh dengan Tzu Chi. Suyati gemar menanam bunga. Tiga tahun yang lalu ketika ia sedang merapikan tanah dalam sebuah pot, tiba-tiba tanah dalam pot terbang ke atas seperti ditiup angin dan masuk ke matanya. Tanpa berpikir panjang Suyati langsung mencuci matanya dan pergi tidur. Saat bangun tidur ia merasakan nyeri di kepala dan matanya.
Tiga hari kemudian rasa sakitnya semakin bertambah dan setelah sepekan ia kehilangan penglihatannya. Karena tidak ada biaya berobat ke dokter, Suyati mencari pengobatan alternatif tapi tidak menampakkan hasil. Suyati pernah menjalani operasi katarak yang diadakan oleh salah satu organisasi sosial namun juga tidak berhasil. Seorang teman yang bersimpati menyarankannya meminta bantuan kepada Tzu Chi dan merekomendasikannya ke salah satu relawan Tanjung Morawa. Tzu Chi memberikan bantuan pengobatan mata Suyati dan masih berlangsung hingga kini.
Suyati sangat bersyukur dan berterima kasih atas penanganan masalahnya yang cepat dari Tzu Chi dan pendampingan serta perhatian yang berkelanjutan dari relawan Tzu Chi. Walaupun belum menunjukkan hasil yang signifikan, Suyati pantang menyerah dan bertekad untuk sembuh. “Semoga Tzu Chi semakin maju, diberkati, dan tidak berhenti memberikan bantuan kepada yang susah dan tidak mampu tanpa memandang agama, suku dan latar belakang,” kata Suyati.
“Terima kasih, orang baik (Tzu Chi). Melalui tanganmu, banyak yang terbantu. Melalui tanganmu, banyak yang berpendidikan. Di saat kami tidak mempunyai pilihan, kalian datang memberikan kesempatan. Terima kasih telah mendukung kami meraih pendidikan,” kata Kirania dalam puisinya.
Menjelang tengah hari, para gan en hu diarahkan ke lantai 1 untuk maka siang bersama. Dalam suasana kekeluargaan yang hangat, gan en hu menikmati hidangan vegetarian yang dipersiapkan relawan tim konsumsi dengan kesungguhan hati. Suasana semakin meriah dengan kehadiran “Dewa Rezeki” yang diperankan oleh Sujono. Dengan gaya yang khas dan elegan namun berwibawa, “Dewa Rezeki” menghampiri satu per satu meja makan sambil membagikan angpao kepada gan en hu dengan diiringi lagu-lagu Imlek yang dibawakan Dewi Yang, relawan Tzu Chi. Tradisi angpao tidak dimaknai dari isinya, tapi lebih merupakan harapan dan berkah bagi penerima bantuan.
“Semoga dengan kegiatan ini, para gan en hu dapat terinspirasi untuk menciptakan berkah dan membantu yang lain, para relawan semakin termotivasi untuk bersumbangsih dan berbuat kebajikan,” tutup Sanny, koordinator kegiatan.
Fotografer : Amir Tan, Kamin, Liani (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.