Menebar Kebahagiaan di Bulan Ramadan
Minggu, 11 Maret 2024, walaupun hari libur dan diguyur hujan, tetapi tidak menyurutkan semangat 86 relawan Tzu Chi dari komunitas Hu Ai Jembatan Lima dalam menyebarkan cinta kasih dan kebajikan. Kegiatan pembagian kupon yang dimulai sejak pukul 08.00 – 12.00 WIB itu diawali dengan berkumpulnya para relawan di Sekolah Pelita, Jl. Duri Utara, Jembatan Lima, Jakarta Barat. Dengan dibantu ibu-ibu PKK dari kelurahan setempat, para relawan berbaris rapi, bergerak dengan penuh semangat, juga dengan penuh ketelitian dan kepedulian, mendatangi rumah-rumah warga yang telah terdata sebagai penerima bantuan paket sembako, melakukan survei, mendistribusikan 1.000 kupon paket cinta kasih kepada warga yang paling membutuhkan. Warga yang mendapatkan kupon dapat menukarkannya dengan paket sembako berisi 10 kg beras, 20 bungkus mi DAAI pada hari Minggu, 17 Maret 2024.
Begitu juga dengan Pak Chandra, warga lainnya. Ia merasa sudah tua dan tidak dapat berbuat apa apa, hidup hanya menumpang dengan anak. Betapa senang dirinya saat dikunjungi oleh tim relawan Tzu Chi hingga mendapat kupon bantuan.
Ada lagi Ibu Rohana, warga RT09 RW08. Stroke yang dideritanya membuatnya tidak bisa bekerja. Anaknya yang kedua belum bekerja, dan untuk kehidupan sehari-hari ia dibantu oleh menantunya yang bekerja sebagai sopir di salah satu toko. Ibu Rohana menangis haru saat bahwa tim relawan berkesempatan mengunjunginya dan memberikan kupon sembako kepadanya.
Sementara Marga Djaja Djauhari, yang akrab disapa Pak Jaya (81 tahun), pendiri dan pemilik Sekolah Pelita merasa senang bisa bekerja sama dengan Tzu Chi. Karena kepeduliannya, sejak 28 tahun lalu beliau mendedikasikan rumah tinggalnya untuk dijadikan sarana pendidikan bagi warga Duri Utara, khususnya warga korban kekerasan kriminalitas. Beliau turut hadir memantau dalam kegiatan pembagian paket sembako cinta kasih Tzu Chi di gedung sekolahnya itu. ”Saya mengharapkan ini satu gerakan yang baik dan bagus, tetapi akan lebih baik lagi, berikanlah mereka keterampilan melatih diri supaya lebih mandiri, kalau memangnya butuh tempat, sarana pembinaan, Sekolah Pelita siap sedia bekerja sama dengan Tzu Chi,”ujar Pak Jaya lagi.
Bapak Johanes, Ketua Yayasan Sekolah Pelita yang sudah 40 tahun bekerja, pun sangat senang dan bahagia melihat jalinan jodoh yang telah terjalin dengan Tzu chi dan kegiatan ini berjalan dengan baik, ”Semoga kerjasama terus bisa di jalankan di sana , melalui kegiatan lainnya, seperti baksos kesehatan, untuk membantu sesama,” ungkap Pak Johanes lagi.
Ada pepatah yang dikutip Wylen, ”Dimanapun kita dilahirkan, kita semua adalah saudara tanpa harus ada hubungan darah, dengan hati yang tulus, kami sangat bersyukur dapat bersama-sama untuk berbagi kebahagiaan di lebaran. Walau kita berasal dari keluarga yang berbeda, namun perasaan saling peduli dan memberi perhatian, tidak dapat dihalangi oleh perbedaan-perbedaan tersebut. Paket lebaran ini akan habis pada saatnya, namun, ada harapan, tali silaturahmi dan cinta kasih yang terkandung di dalamnya akan berlangsung sepanjang masa. ”
Kepedulian Tzu Chi dalam pembagian paket cinta kasih lebaran ini bagaikan pelita yang menerangi kehidupan mereka yang membutuhkan. Semoga semangat cinta kasih ini terus menginspirasi dan menebar kebahagiaan di tengah masyarakat.
Fotografer : Widosari Tjandra, Felicite Angela Maria, Deddy Limardi (He Qi Pusat),
Editor : Hadi Pranoto.