Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif untuk Warga Duri Utara
Antusiasme warga Duri Utara terlihat jelas dengan hadirnya 414 orang dari 650 kupon (Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif) yang disebar pada tanggal 9 Mei 2024. Para pasien mengikuti alur pemeriksaan dengan tertib, mulai dari pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan suhu tubuh, hingga sosialisasi kesehatan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 395 pasien mendapatkan paket obat, sedangkan 319 pasien memerlukan penanganan lebih lanjut. Oleh karena itu, mereka diundang kembali untuk hadir di kegiatan Bakti Sosial kesehatan Degeneratif Tzu Chi ke-2 di Duri Utara ini.
Dokter Nila, salah satu dokter kesehatan umum Puskesmas Duri Utara, mengungkapkan bahwa ada warga yang masuk pasien prolanis (permulaan penyakit kronis) yaitu hipertensi (darah tinggi) dan diabetes tapi enggan berobat. “Kerja sama ini baik sekali, setelah tiga bulan baksos ini pihak Puskesmas akan memantau warga yang membutuhkan. Saya kagum dengan baksos kesehatan (degeneratif) ini, relawannya luar biasa,” kata dr. Nila.
Dari pantauan dr. Yenny, pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif ini berjalan cukup baik, teratur, rapi serta semua peserta yang datang terlayani dengan baik. Adapun tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif ini adalah cukup banyak kasus (pasien) degeneratif yang ditemui, yang membutuhkan perhatian khusus, dikarenakan masih rendahnya kesadaran warga akan kesehatan mandiri mereka. Hal ini menyebabkan banyak warga yang tidak tahu bahwa mereka sudah mengalami kasus degeneratif.
Itulah sebabnya di Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif ini, selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, Tim Medis Tzu Chi juga memberikan penyuluhan edukasi tentang pentingnya kesadaran pemeriksaan kesehatan secara mandiri kepada warga.
Haryogi, relawan Tzu Chi dari komunitas He QI Pusat, mengungkapkan pertama kali dirinya menjadi penanggung jawab umum Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif ini bersama dengan dr.Yenny Chandrawaty. Persiapan Bakti Sosial Kesehatan Degeneratif ini sendiri sudah dimulai sejak 4 bulan lalu, mulai dari survei wilayah, pemilihan tempat (Sekolah Pelita), persiapan izin dari pihak sekolah, kelurahan, Puskesmas, mencari relawan, pembagian tugas dan lainnya. “Saya yakin kalau persiapannya baik, acara juga dapat berjalan dengan baik. Kesuksesan suatu kegiatan bukan karena koordinatornya saja tapi bagaimana kerja sama yang baik dari seluruh relawan yang dengan sepenuh hati menjalankan tugasnya dan penuh tanggung jawab. kegiatan bakti sosial tahap 1 sudah selesai, masih ada tahap 2 dan 3 yang harus dituntaskan dengan baik,“ terang Haryogi.
Titin Sunarsi (28) adalah salah satu petugas medis di laboratorium dalam baksos kesehatan ini. Titin sendiri sudah dua tahun bergabung di bagian laboratorium di Tzu Chi Hospital, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Titin memanfaatkan hari libur seperti hari Minggu ini sebagai ladang berkah pelatihan dirinya untuk banyak memberikan manfaat kebajikan bagi masyarakat yang membutuhkan. “Saya merasa senang bisa membantu, mendapat pembelajaran dan pengalaman baru, bisa bertemu dengan warga, bisa bertemu dengan para relawan, dan melihat semangat dari para relawan, terutama dari relawan dokter TIMA banyak yang sudah sepuh tetapi mereka masih mau ikut membantu, membuat saya menjadi semakin bersyukur dan lebih bersemangat lagi,“ ungkap Titin.
Fotografer : Deddy Limardi, Felicite Angela Maria, Chandranata Wijaya, Muara Mula Sianturi (He Qi Pusat),
Editor : Hadi Pranoto.