Semangat dalam Pelatihan Relawan Abu Putih II
Dalam materi pelatihan relawan dijelaskan tentang visi dan misi Tzu Chi, bersatu hati, menciptakan berkah, dan berbuat kebajikan. Para peserta dijelaskan tentang sumber penderitaan yang bersumber dari banyak keinginan, tidak bisa menerima ketidak kekalan, iri hati, dengki, tidak punya empati, dan kesulitan untuk memaafkan. Selain itu sebagai relawan Tzu Chi dibutuhkan pengembangan diri, yaitu untuk saling bersyukur, menghormati, dan cinta kasih.
Para peserta juga diperkenalkan tata krama budaya humanis Tzu Chi pada saat makan. Peserta dijelaskan ketika memasuki ruang makan jalan berbaris, memasuki tempat duduk dari arah kiri bangku, menggeser bangku secara perlahan tanpa suara, dan membawa alat makan sendiri.
Peserta pelatihan disajikan tayangan video tentang keteguhan untuk berbuat kebajikan. Master Cheng Yen menjelaskan hasil karya foto Master Cheng Yen sendiri yang mengabadikan para relawan wanita Tzu Chi sedang mendorong bus yang terjebak banjir.
Ketika bus terperosok dalam situasi banjir Master Cheng Yen turun dari bus untuk mengabadikan momen para relawan wanita sedang berusaha mendorong bus yang terjebak banjir. Master Cheng Yen mengatakan foto tersebut adalah bukti sejarah Yayasan Tzu Chi dalam menjalankan misi amal kemanusiaannya ke wilayah-wilayah yang sulit.
Foto-foto dan video rekaman lama walaupun diambil secara amatir, tetapi menurut Master Cheng Yen sangat berharga karena mencerminkan tekad kuat para relawan Tzu Chi untuk membantu orang yang dalam kesulitan.
Nurwaty, salah satu peserta yang mengikuti pelatihan relawan Abu Putih ini, sangat didukung oleh sang suami. “Suami saya sangat bersemangat ketika saya mau menghadiri pelatihan relawan Tzu Chi,” jelas Nurwaty yang ternyata sang suami adalah relawan Tzu Chi cabang Sinar Mas yang aktif di Kecamatan Tebing Tinggi, Jambi.
Jurnalis : Raissa (Tzu Chi Jambi),
Fotografer : Heriyanto (Tzu Chi Jambi),
Editor : Anand Yahya.