Wajah-Wajah Baru Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Selatpanjang
Tahun ini, Kelas Budi pekerti memulai proses pengajaran budi pekerti pada bulan Agustus, bertepatan dengan bulan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Anak-anak kelas budi pekerti diajak untuk menyanyikan lagu Kemerdekaan dengan judul “Hari Merdeka”.
Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini ada 40 orang murid dalam satu kelas. Pada kegiatan ini siswa-siswi kelas budi pekerti diberikan beberapa materi tentang Yayasan Tzu Chi, dan budaya humanis Tzu Chi seperti cara penghormatan yang benar kepada Master Cheng Yen, dan tata krama budaya humanis Tzu Chi.
Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini ada 40 orang murid dalam satu kelas. Pada kegiatan ini siswa-siswi kelas budi pekerti diberikan beberapa materi tentang Yayasan Tzu Chi, dan budaya humanis Tzu Chi seperti cara penghormatan yang benar kepada Master Cheng Yen, dan tata krama budaya humanis Tzu Chi.
Pada sesi permainan, tujuh orang siswa-siswi di ajak untuk belajar melipat baju dan mengikat tali sepatu. Permainan ini mengajarkan siswa-siswi agar bisa mandiri tidak membebani kedua orang tua. Membantu ibu melipat baju dan juga mandiri bisa mengikat tali sepatu sendiri.
Pada sesi berikutnya siswa-siswi diajak untuk menyaksikan tayangan video kilas balik kelas budi pekerti di tahun 2023 dan peragaan bahasa isyarat tangan dengan judul lagu Ren Shi Ni Zhen Hao (Senang Berkenalan dengan Anda).
Farida, relawan Tzu Chi pada bagian Misi Pendidikan, mengatakan kelas budi pekerti sangat diperlukan bagi anak-anak sejak dini agar mereka bisa tumbuh mandiri dan mempunyai karakter yang kuat. “Anak-anak yang pintar sekarang banyak, tetapi yang memiliki budi pekerti atau karakter yang baik agak kurang,” ucap Farida.
Pada sesi berikutnya siswa-siswi diajak untuk menyaksikan tayangan video kilas balik kelas budi pekerti di tahun 2023 dan peragaan bahasa isyarat tangan dengan judul lagu Ren Shi Ni Zhen Hao (Senang Berkenalan dengan Anda).
Farida, relawan Tzu Chi pada bagian Misi Pendidikan, mengatakan kelas budi pekerti sangat diperlukan bagi anak-anak sejak dini agar mereka bisa tumbuh mandiri dan mempunyai karakter yang kuat. “Anak-anak yang pintar sekarang banyak, tetapi yang memiliki budi pekerti atau karakter yang baik agak kurang,” ucap Farida.
Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Tiwi, relawan misi pendidikan Tzu Chi. Tiwi ingin menjadi relawan Tzu Chi di Misi Pendidikan, menurutnya kelas budi pekerti ini mengajarkan pendidikan moral dan pembentukan karakter anak. “Jadi saya ingin bisa berkontribusi di pada perkembangan pribadi anak yang positif, memperkuat nilai-nilai budaya, dan menjadi anak yang lebih baik lagi,”ucap Tiwi bangga.
Lain perasaan yang dirasakan oleh Yuli Yanti, salah satu orang tua murid yang juga mengikuti kegiatan kelas budi pekerti ini, merasa menyenangkan selama mengikuti kelas budi pekerti. “Setelah mengikuti kelas Budi pekerti, saya baru tau ternyata kegiatannya menyenangkan. Saya melihat para relawan yang mendampingi anak-anak sangat tulus dalam mendidik anak,” ungkap Yuli sambil tersenyum bahagia. Kegiatan kelas budi pekerti ini dimulai pada pukul 14.30 Wib.
Jurnalis : Candera (Tzu Chi Selatpanjang),
Fotografer : Candera, Hardy, Yani (Tzu Chi Selatpanjang),
Editor : Anand Yahya.
Lain perasaan yang dirasakan oleh Yuli Yanti, salah satu orang tua murid yang juga mengikuti kegiatan kelas budi pekerti ini, merasa menyenangkan selama mengikuti kelas budi pekerti. “Setelah mengikuti kelas Budi pekerti, saya baru tau ternyata kegiatannya menyenangkan. Saya melihat para relawan yang mendampingi anak-anak sangat tulus dalam mendidik anak,” ungkap Yuli sambil tersenyum bahagia. Kegiatan kelas budi pekerti ini dimulai pada pukul 14.30 Wib.
Jurnalis : Candera (Tzu Chi Selatpanjang),
Fotografer : Candera, Hardy, Yani (Tzu Chi Selatpanjang),
Editor : Anand Yahya.