Tzu Chi dan Kemhan RI Gelar Baksos Kesehatan di Desa Sirnajaya, Bogor
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Rumah Sakit dr. Suyoto Kementerian Pertahanan RI mengadakan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi di Kampung Rawa Gede, RT 04/05, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu, 21 Agustus 2024.
Pelayanan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi ini diadakan dalam rangka HUT ke-56 Rumah Sakit dr. Suyoto, PUSREHAB Kementerian Pertahanan RI, dan untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi, Sp. Rad., dalam sambutannya mengatakan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi yang bersinergi bersama Tzu Chi Indonesia dan Artha Graha Group ini melayani pengobatan umum, pengobatan mata, dan pengobatan gigi, dan THT.
“Bakti sosial ini terwujud berkat kolaborasi beberapa institusi dengan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebagai ungkapan syukur atas Hari Ulang Tahun ke-56 RS dr. Suyoto PUSREHAB Kementerian Pertahanan RI yang diberikan kepada kita,” jelas Brigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi, Sp. Rad..
Pelayanan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi ini diadakan dalam rangka HUT ke-56 Rumah Sakit dr. Suyoto, PUSREHAB Kementerian Pertahanan RI, dan untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Brigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi, Sp. Rad., dalam sambutannya mengatakan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi yang bersinergi bersama Tzu Chi Indonesia dan Artha Graha Group ini melayani pengobatan umum, pengobatan mata, dan pengobatan gigi, dan THT.
“Bakti sosial ini terwujud berkat kolaborasi beberapa institusi dengan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebagai ungkapan syukur atas Hari Ulang Tahun ke-56 RS dr. Suyoto PUSREHAB Kementerian Pertahanan RI yang diberikan kepada kita,” jelas Brigjen TNI dr. Daniel Lumadyo Wartoadi, Sp. Rad..
Koordinator Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi Tzu Chi Indonesia, Dr. Ruth O. Anggraeni, dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi ini juga menyasar ke wilayah yang minim pelayanan kesehatan seperti Kampung Rawa Gede, Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
“Kita juga melihat lokasi dan kondisi kesehatan warga di sini sebelumnya karena lokasinya cukup jauh dan minimnya pelayanan kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan Misi Kesehatan Tzu Chi yaitu membantu daerah-daerah yang sulit dijangkau dan minim pelayanan kesehatan,” ujar dr. Ruth sambil menyiapkan obat-obatan untuk warga yang telah selesai menjalani pemeriksaan.
Pada kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi ini, dr. Ruth juga menjelaskan bahwa warga di Kecamatan Sukamakmur rata-rata mengeluhkan sakit darah tinggi, sakit sendi. Kondisi ini diduga akibat pola makan dan pola hidup sehat yang kurang baik. Dalam kesempatan ini, tim medis dari Rumah Sakit dr. Suyoto PUSREHAB Kementerian Pertahanan RI juga mengadakan penyuluhan tentang pola makan dan pola hidup sehat kepada warga.
“Kita juga melihat lokasi dan kondisi kesehatan warga di sini sebelumnya karena lokasinya cukup jauh dan minimnya pelayanan kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan Misi Kesehatan Tzu Chi yaitu membantu daerah-daerah yang sulit dijangkau dan minim pelayanan kesehatan,” ujar dr. Ruth sambil menyiapkan obat-obatan untuk warga yang telah selesai menjalani pemeriksaan.
Pada kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi ini, dr. Ruth juga menjelaskan bahwa warga di Kecamatan Sukamakmur rata-rata mengeluhkan sakit darah tinggi, sakit sendi. Kondisi ini diduga akibat pola makan dan pola hidup sehat yang kurang baik. Dalam kesempatan ini, tim medis dari Rumah Sakit dr. Suyoto PUSREHAB Kementerian Pertahanan RI juga mengadakan penyuluhan tentang pola makan dan pola hidup sehat kepada warga.
Para warga yang ikut dalam baksos kesehatan ini pun mendapat banyak manfaat seperti yang dirasakan Abah Mamad. Rahmad (81) dan Umi Omah (80). Pada saat pemeriksaan, Abah Rahmad mengeluhkan sakit lambung, dan nyeri sendi. “Tadi dokter bilang harus kurangi kerja yang berat-berat, cukup tidur, makan jangan sampai telat, jangan stres,” ungkap Abah Rahmad.
Abah Rahmad pun sangat berterima kasih kepada dokter yang memeriksa penyakit dan para relawan yang membantu. “Alhamdulillah, relawan dan dokternya baik, sopan santun sama orang tua, tadi abah di anterin sampai ambil obat, trus di kasih sembako. Alhamdulillah,” ucap Abah Rahmad sambil tersenyum.
Abah Rahmad juga mengatakan bahwa bakti sosial ini sangat bermanfaat bagi keluarganya dan seluruh masyarakat karena sulitnya pelayanan pengobatan di wilayah Kecamatan Sukamakmur. “Yang paling dekat berobat ke Puskesmas Sukamakmur dan sering di rujuk ke RSUD Cilengsi jaraknya sekitar 20 KM dari Kecamatan Sukamakmur, jauh. Butuh ongkos gede,”ucap Abah Rahmad.
Abah Rahmad pun sangat berterima kasih kepada dokter yang memeriksa penyakit dan para relawan yang membantu. “Alhamdulillah, relawan dan dokternya baik, sopan santun sama orang tua, tadi abah di anterin sampai ambil obat, trus di kasih sembako. Alhamdulillah,” ucap Abah Rahmad sambil tersenyum.
Abah Rahmad juga mengatakan bahwa bakti sosial ini sangat bermanfaat bagi keluarganya dan seluruh masyarakat karena sulitnya pelayanan pengobatan di wilayah Kecamatan Sukamakmur. “Yang paling dekat berobat ke Puskesmas Sukamakmur dan sering di rujuk ke RSUD Cilengsi jaraknya sekitar 20 KM dari Kecamatan Sukamakmur, jauh. Butuh ongkos gede,”ucap Abah Rahmad.
Perasaan senang juga dirasakan oleh Rohayati (40) yang memeriksakan giginya bersama anaknya Sabira (8). Saat diperiksa dokter, salah satu gigi Rohayati pun disarankan untuk di cabut dan gigi anaknya Sabira juga harus ditambal karena berlubang. “Pertamanya saya takut dicabut tetapi ternyata gak sakit karena lubang di gigi saya sudah terlalu besar jadi kata dokter harus di cabut,” ungkap Rohayati.
Rohayati mengatakan alasan mengapa giginya tidak diperiksakan hingga lubang gigi membesar karena dokter gigi adanya hanya di RSUD Cilengsi, ada di Puskesmas namun biasanya di rujuk ke RSUD Cilengsi. “Alhamdulillah sekali ada baksos ini, ngebantu sekali, pak. Jadinya (lokasinya) deket, terima kasih banget, pak. Baru kali ini ada baksos pengobatan yang lengkap banget, ada pengobatin gigi gratis, dapat sembako juga,” ungkap Rohayati sumringah.
Para pasien ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dokter dan relawan yang telah mengadakan baksos kesehatan dan pelayanan yang sangat baik kepada setiap warga. Dalam kegiatan ini, Tim Medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) bersama tim medis dari RS dr. Suyoto Kemenhan RI berhasil menangani 494 pasien pengobatan umum dan 66 pasien pengobatan gigi.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya, Susi Christine (He Qi Pusat),
Editor : Arimami Suryo A..
Rohayati mengatakan alasan mengapa giginya tidak diperiksakan hingga lubang gigi membesar karena dokter gigi adanya hanya di RSUD Cilengsi, ada di Puskesmas namun biasanya di rujuk ke RSUD Cilengsi. “Alhamdulillah sekali ada baksos ini, ngebantu sekali, pak. Jadinya (lokasinya) deket, terima kasih banget, pak. Baru kali ini ada baksos pengobatan yang lengkap banget, ada pengobatin gigi gratis, dapat sembako juga,” ungkap Rohayati sumringah.
Para pasien ini mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dokter dan relawan yang telah mengadakan baksos kesehatan dan pelayanan yang sangat baik kepada setiap warga. Dalam kegiatan ini, Tim Medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) bersama tim medis dari RS dr. Suyoto Kemenhan RI berhasil menangani 494 pasien pengobatan umum dan 66 pasien pengobatan gigi.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya, Susi Christine (He Qi Pusat),
Editor : Arimami Suryo A..