Memperkenalkan Makanan Vegetaris Sejak Dini
Bertepatan dengan bulan tujuh Imlek masa varsa, para relawan Tzu Jambi memperkenalkan budaya humanis Tzu Chi dan pola hidup vegetarian. Para relawan mengedukasi, bercerita melalui animasi video dan cuplikan imbauan Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi) tentang asal mula Bulan Tujuh Imlek. Para relawan turut berpartisipasi dalam pembuatan makanan vegetaris, menyiapkan bahan sampai membagikan berbagai paket makan siang vegetaris untuk murid-murid, guru, dan staf SD Sariputra.
Menurut kepercayaan tradisional masyarakat etnis Tionghoa, bulan ketujuh Imlek dianggap sebagai bulan buruk. Tapi sebenarnya dalam pandangan insan Tzu Chi bulan tujuh adalah Bulan Penuh Berkah dan sukacita bagi Buddha karena pada saat ini, banyak praktisi yang menyelami Dharma dan tercerahkan. Karena itu, Buddha merasa sukacita. Kita harus memiliki keyakinan yang benar, bukan percaya takhayul.
Seperti disampaikan Master Cheng Yen dalam salah satu ceramahnya, “Ulambana berarti membebaskan semua makhluk dari penderitaan. Untuk melindungi semua makhluk, kita harus mengasihi mereka dan tidak tega membunuh mereka. Untuk itu, setiap orang hendaknya bervegetaris dan menjaga kemurnian hati untuk melestarikan bumi lewat pola hidup vegetaris kita menyelamatkan makhluk hidup. Inilah yang harus kita galakkan dengan sungguh-sungguh.”
“Kami apresiasi kunjungan relawan Tzu Chi Jambi untuk sosialisasi pola hidup lebih sehat dengan mengonsumsi makanan vegetaris, dan terima kasih untuk makan siangnya (vegetaris) yang sehat, dan lezat,” kata Deni Triwahyuni, salah satu guru.
Menurut Deni, inisiatif ini sangat bagus supaya anak bisa mengenal sejak dini tentang makanan vegetaris. “Harapannya dengan mengkonsumsi makanan tersebut, semoga para murid bisa dapat belajar dan berlatih dan mengembangkan rasa cinta kasih terhadap semua makhluk,” harap Deni.
Dengan bervegetaris, berarti kita lebih peduli terhadap kesehatan, pelestarian lingkungan, dan memaknai Bulan Tujuh Penuh Berkah ini dengan sepenuh hati dan kemurnian hati kita.
Jurnalis : Raissa (Tzu Chi Jambi),
Fotografer : Heriyanto (Tzu Chi Jambi),
Editor : Hadi Pranoto.