Penampilan Pendekar Kungfu Shaolin yang Begitu Memukau
Penampilan 21 pendekar Kungfu Shaolin yang datang langsung dari Provinsi Henan, Tiongkok, di Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada hari Senin malam, 16 September 2024, sungguh mengundang decak kagum. Para penonton yang memenuhi ruangan Guo Yi Ting (Aula Jing Si Lt. 3) dibuat terpukau dengan keindahan dan kelincahan jurus-jurus seni bela diri tertua di dunia tersebut. Gerakan kungfu dengan menggunakan pedang dan juga tongkat berpadu dengan musik yang indah dan video berlatar pegunungan Shongsan memberikan pengalaman yang sangat mengesankan.
Maruarar Sirait, salah satu penonton, terpesona dengan penampilan para pendekar Kungfu Shaolin yang sebelumnya hanya bisa ia lihat dari film-fim saja. Karena itu ia sangat senang akhirnya dapat melihat langsung.
“Wow, menurut saya ini proses yang panjang bisa sampai luar biasa, konsentrasi, tenaga dalam, fisiknya, dan seninya. Saya yakin itu berlatihnya tidak pendek, bertahun-tahun. Ya semua ada prosesnya ya. Orang hidup juga mau berhasil, mau sukses, mau hebat, bisa jadi seorang yang ahli harus mengikuti proses, latihan yang panjang, tekun, disiplin,” ungkap Maruarar.
“Wow, menurut saya ini proses yang panjang bisa sampai luar biasa, konsentrasi, tenaga dalam, fisiknya, dan seninya. Saya yakin itu berlatihnya tidak pendek, bertahun-tahun. Ya semua ada prosesnya ya. Orang hidup juga mau berhasil, mau sukses, mau hebat, bisa jadi seorang yang ahli harus mengikuti proses, latihan yang panjang, tekun, disiplin,” ungkap Maruarar.
Shi Yongxin, Ketua Asosiasi Buddhis Provinsi Henan, begitu bahagia dapat kembali mengunjungi Indonesia. Tak hanya menghadirkan penampilan para pendekar Kungfu Shaolin di Tzu Chi Center, kedatangan delegasinya ke Indonesia juga dalam rangka berziarah ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, pada tanggal 17 dan 18 September 2024 mendatang.
“Pada hari ini kita bisa berkumpul di Indonesia di mana ribuan tahun yang lampau, kami dan Indonesia telah mengadakan suatu pertukaran budaya, perdagangan, sampai seni-seni kehidupan yang terjalin dengan sangat erat. Di mana kita mengenal Borobudur merupakan pusat pendidikan, latihan yang ada di dunia yaitu Buddhis Center,” ujar Shi Yongxin, Ketua Asosiasi Buddhis Provinsi Henan.
Kehadiran Shi Yongxin bersama delegasinya ini merupakan sebuah kehormatan bagi Tzu Chi Indonesia. Pembimbing dan pengawas Tzu Chi Sedunia, Stephen Huang bahkan turut hadir menyambut kedatangan tamu istimewa ini.
“Saya mewakili Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi) menyampaikan selamat datang di Tzu Chi Indonesia dan selamat datang ke Indonesia bagi delegasi Shaolin dari Tiongkok,” tuturnya.
“Pada hari ini kita bisa berkumpul di Indonesia di mana ribuan tahun yang lampau, kami dan Indonesia telah mengadakan suatu pertukaran budaya, perdagangan, sampai seni-seni kehidupan yang terjalin dengan sangat erat. Di mana kita mengenal Borobudur merupakan pusat pendidikan, latihan yang ada di dunia yaitu Buddhis Center,” ujar Shi Yongxin, Ketua Asosiasi Buddhis Provinsi Henan.
Kehadiran Shi Yongxin bersama delegasinya ini merupakan sebuah kehormatan bagi Tzu Chi Indonesia. Pembimbing dan pengawas Tzu Chi Sedunia, Stephen Huang bahkan turut hadir menyambut kedatangan tamu istimewa ini.
“Saya mewakili Master Cheng Yen (pendiri Tzu Chi) menyampaikan selamat datang di Tzu Chi Indonesia dan selamat datang ke Indonesia bagi delegasi Shaolin dari Tiongkok,” tuturnya.
Dalam kunjungan ini, Stephen Huang juga sembari memperkenalkan kiprah dari Tzu Chi Indonesia bagi masyarakat selama 30 tahun ini.
“Saya sangat bersyukur dan terima kasih kepada insan Tzu Chi di Indonesia yang telah bersumbangsih selama 30 tahun ini sehingga di Indonesia, empat misi Tzu Chi telah dijalankan dengan lengkap. Dan dengan demikian Tzu Chi Indonesia juga merupakan salah satu cabang Tzu Chi terbesar di dunia,” pungkasnya.
Jurnalis : Khusnul Khotimah,
Fotografer : Agus DS., James Yip, Merry Hasan (He Qi Barat 2), Henry Tando (He Qi Muara Karang),
Editor : Hadi Pranoto.
“Saya sangat bersyukur dan terima kasih kepada insan Tzu Chi di Indonesia yang telah bersumbangsih selama 30 tahun ini sehingga di Indonesia, empat misi Tzu Chi telah dijalankan dengan lengkap. Dan dengan demikian Tzu Chi Indonesia juga merupakan salah satu cabang Tzu Chi terbesar di dunia,” pungkasnya.
Jurnalis : Khusnul Khotimah,
Fotografer : Agus DS., James Yip, Merry Hasan (He Qi Barat 2), Henry Tando (He Qi Muara Karang),
Editor : Hadi Pranoto.