Semangat Para Relawan Tzu Chi di Pematang Siantar Gelar Bakti Sosial Kesehatan
Para relawan Tzu Chi di Pematang Siantar kembali menebar kasih dengan mengadakan Bakti Sosial Kesehatan di Depo Daur Ulang Tzu Chi, Pematang Siantar pada hari Minggu pagi tanggal 22 September 2024. Pembagian kupon dan survei sudah dilakukan dua pekan sebelumnya. Kali ini sasaran penerima manfaat adalah para petugas kebersihan dan masyarakat kurang mampu. Kupon sebanyak 350 lembar dibagikan langsung oleh relawan yang terjun ke lapangan.
Sebanyak 48 relawan dan 39 relawan kembang bersumbangsih membantu Bakti Sosial Kesehatan ini. Mulai dari dokter dan tenaga kesehatan lainnya, bersinergi memberikan pelayanan dan pengobatan yang terbaik.
Sebanyak 48 relawan dan 39 relawan kembang bersumbangsih membantu Bakti Sosial Kesehatan ini. Mulai dari dokter dan tenaga kesehatan lainnya, bersinergi memberikan pelayanan dan pengobatan yang terbaik.
Suasana bakti sosial kesehatan sangat ramai, ditambah lagi kehadiran relawan Tzu Chi dari Tebing Tinggi dan Medan, yang jauh-jauh datang membantu kegiatan penuh berkah ini. Sejak pukul 9 pagi, satu persatu pasien dituntun oleh relawan memasuki area pendaftaran, pengalungan bet antrean pasien, kemudian menunggu cek berat badan dan tensi, dilanjutkan ke ruang pemeriksaan dokter.
Dokter dengan telaten menangani setiap pasien dengan beragam keluhan penyakitnya. Tampak juga beberapa pasien yang stroke dan memakai kursi roda. Bahkan ada yang tidak bisa berjalan, sehingga dokter yang mendatangi untuk pemeriksaan. Para relawan juga sabar melayani, mendampingi dan mengarahkan untuk berpindah dari satu tenda pemeriksaan ke tenda lainnya, sehingga alur pengobatan lebih terarah.
Sambil menunggu kesiapan obat, para pasien diberi pengenalan tentang Tzu Chi dan tentang celengan bambu. Salah satu pasien, Pak Saragih, bersyukur dengan layanan kesehatan yang ia teriman.
Dokter dengan telaten menangani setiap pasien dengan beragam keluhan penyakitnya. Tampak juga beberapa pasien yang stroke dan memakai kursi roda. Bahkan ada yang tidak bisa berjalan, sehingga dokter yang mendatangi untuk pemeriksaan. Para relawan juga sabar melayani, mendampingi dan mengarahkan untuk berpindah dari satu tenda pemeriksaan ke tenda lainnya, sehingga alur pengobatan lebih terarah.
Sambil menunggu kesiapan obat, para pasien diberi pengenalan tentang Tzu Chi dan tentang celengan bambu. Salah satu pasien, Pak Saragih, bersyukur dengan layanan kesehatan yang ia teriman.
“Sangat senang dan terharu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis, relawannya semua ramah, sabar, memberi perhatian,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan berjalan lancar. Terlihat semua relawan bercucuran keringat, meski sedikit capai, namun tetap setia mendampingi pasien sampai selesai.
“Ini adalah salah satu misi Tzu Chi yaitu misi kesehatan. Di lingkungan sekitar kita banyak saudara kita yang masih mengalami keterbatasan ekonomi dan tidak mempunyai BPJS. Ini mempermudah masyarakat bisa mendapatkan pengarahan tentang pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan.” kata Iwan, koordinator kegiatan.
Pelayanan kesehatan berjalan lancar. Terlihat semua relawan bercucuran keringat, meski sedikit capai, namun tetap setia mendampingi pasien sampai selesai.
“Ini adalah salah satu misi Tzu Chi yaitu misi kesehatan. Di lingkungan sekitar kita banyak saudara kita yang masih mengalami keterbatasan ekonomi dan tidak mempunyai BPJS. Ini mempermudah masyarakat bisa mendapatkan pengarahan tentang pentingnya kesehatan dan menjaga lingkungan.” kata Iwan, koordinator kegiatan.
Semangat menyebarkan kebajikan menjadi pedoman setiap insan Tzu Chi di mana pun. Ketua koordinator TIMA, dr.Alexander Agung menyampaikan terkesan dengan antusias para relawan Tzu Chi yang memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang datang berobat. “Harapan saya semoga anggota TIMA dan anggota Tzu Chi di Pematang Siantar semakin berkembang sehingga bisa melakukan lebih banyak kegiatan lagi yang bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.
Jurnalis : Ai Ly (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Ai ly, Lydia, Erik Wardi (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.
Fotografer : Ai ly, Lydia, Erik Wardi (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.