Perdana, Tzu Chi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi di Bekasi
Masyarakat yang datang pun dilayani dengan penuh ramah, diarahkan ke pos-pos pelayanan oleh para relawan. Sebelum pemeriksaan gigi, pasien yang menunggu diberikan penyuluhan tentang pentingnya merawat gigi dan cara menggosok gigi yang benar. Dari target 150 peserta bakti sosial, hanya 104 orang yang lolos ke bagian tindakan/pengobatan.
Drg. F.X. Ganny, yang menjadi koordinator dari TIMA Indonesia dalam kegiatan bakti sosial ini, juga bersyukur bisa terus membantu masyarakat khususnya yang memerlukan layanan kesehatan gigi. “Tentunya ada dampak positif ketika ikut dalam pengobatan kesehatan seperti ini karena turut meringankan biaya pengobatan gigi bagi masyarakat sekitarnya yang kurang mampu. Penyuluhan tentang menjaga kesehatan gigi juga selalu diberikan dalam kegiatan baksos agar masyarakat paham pentingnya kesehatan gigi,” pesan dari drg. F.X. Ganny.
Salah satu pasien anak yang mendapatkan tindakan pengobatan adalah Ivana Persia Gunawan (8), siswa kelas 3A di SD Strada Budi Luhur. Dalam kegiatan baksos ini, ia ingin mencabut gigi yang sakit. “Aku sudah mengalami masalah gigi selama seminggu, tetapi masih bisa makan meskipun gigi aku otek. Jadi saya ingin mengatasi masalah gigi yang bengkak dan mencabutnya,” ujarnya.
Selama ini untuk mengatasi keluhan gigi, Lilis biasanya mengonsumsi obat pereda nyeri, tetapi masalahnya sering kambuh, terutama karena pola makan yang kurang baik. Lilis berharap layanan kesehatan seperti ini dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi banyak orang. “Saya ingin masyarakat, terutama yang membutuhkan, mendapatkan akses yang lebih baik untuk menjaga kesehatan gigi,” ungkapnya.
Pembina Yayasan Pancaran Tridharma, Feri Sito, mengungkapkan bahwa kegiatan kesehatan gigi baru pertama kali diadakan di wiharanya. Ia berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut ke depannya dan mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi karena sangat membantu warga sekitar Bekasi. “Semoga kerja sama ini tetap terjalin dengan baik, dengan visi dan misi yang sama yaitu untuk tujuan sosial serta dengan adanya fasilitas kami di sini, maka kami akan tetap kami dukung setiap kegiatan baksos Tzu Chi,” ujar Feri Sito.
Para relawan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan baksos ini juga merasa terkesan. Grace (48), seorang ibu rumah tangga pun tertarik bergabung dengan Yayasan Tzu Chi dan menjadi relawan kembang. “Saya sudah ikut kegiatan Tzu Chi untuk yang kedua kalinya dan sangat senang menjalankannya,” ungkap Grace. Dalam kesempatan ini, Grace juga menyoroti kegiatan sosial yang dilakukan, khususnya pemeriksaan kesehatan gigi kali ini. “Pelayanan dari Tzu Chi ini mengadakan bakti sosial dengan gratis, yang sangat membantu masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Ketua Hu Ai Bekasi, Denasari yang menjadi PIC kegiatan baksos ini juga senang karena bisa melaksanakan baksos kesehatan gigi di wilayah Bekasi untuk pertama kalinya. Ia berharap dapat melaksanakan kegiatan serupa dengan lokasi dan target pasien yang berbeda. “Rencana selanjutnya setelah mereview hasil kegiatan baksos kesehatan gigi ini, akan kembali diadakan baksos di tempat yang berbeda dengan sasaran anak-anak sekolah,” jelas Denasari.
Fotografer : Marlina, Sufiani, Mettasari Soetikno (He Qi Cikarang),
Editor : Arimami Suryo A..