Ramah Tamah Relawan Banda Aceh
Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Banda Aceh menggelar dua acara berskala besar, Kamis, 12 Desember 2024, di Kota Banda Aceh. Acara tersebut, yakni Ramah Tamah relawan Tzu Chi Banda Aceh dengan relawan Jakarta dan Medan, bertempat di Depo Pendidikan Daur Ulang Tzu Chi Banda Aceh.
Hadirnya relawan senior dari Jakarta Like Hermansyah, Aida Angkasa, Yang Pit Lu, Joe Riadi, meriahkan kehangatan suasana depo, apalagi dilengkapi dengan antusias dari relawan yang merupakan warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Panteriek Banda Aceh, serta Perumahan Neuhen Aceh Jaya, dan relawan Medan. Acara ramah tamah ini sungguh menjadi panggung kehangatan dan sukacita bagi 50 orang relawan warga perumahan Tzu Chi di Aceh tersebut.
Hadirnya relawan senior dari Jakarta Like Hermansyah, Aida Angkasa, Yang Pit Lu, Joe Riadi, meriahkan kehangatan suasana depo, apalagi dilengkapi dengan antusias dari relawan yang merupakan warga Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Panteriek Banda Aceh, serta Perumahan Neuhen Aceh Jaya, dan relawan Medan. Acara ramah tamah ini sungguh menjadi panggung kehangatan dan sukacita bagi 50 orang relawan warga perumahan Tzu Chi di Aceh tersebut.
Menurut Like, pertemuan ini tidak hanya menjadi momentum konsolidasi, tetapi juga sebagai penyemangat para relawan Tzu Chi Banda Aceh dalam menjalankan misi amal kemanusiaan Tzu Chi di Aceh yang sedang menanamkan benih-benih kebajikan.
“Shixiong -Shijie terus semangat dalam menjalankan misi Tzu Chi, sambil belajar untuk berbuat kebajikan agar manusia dan makhluk hidup lainnya di dunia bebas dari segala bencana dan hidup nyaman sejahtera,” ujar Like.
Like sendiri menyampaikan apresiasi kepada para relawan atas kinerja mereka dalam menjalankan misi-misi Tzu Chi di Aceh. Perasaan yang sama juga di utarakan oleh Yang Pit Lu atau relawan biasa menyebutnya Lulu. Lulu menceritakan awal pertemuannya dengan Tzu Chi ketika Ibunda mengalami sakit keras di Amerika.
“Shixiong -Shijie terus semangat dalam menjalankan misi Tzu Chi, sambil belajar untuk berbuat kebajikan agar manusia dan makhluk hidup lainnya di dunia bebas dari segala bencana dan hidup nyaman sejahtera,” ujar Like.
Like sendiri menyampaikan apresiasi kepada para relawan atas kinerja mereka dalam menjalankan misi-misi Tzu Chi di Aceh. Perasaan yang sama juga di utarakan oleh Yang Pit Lu atau relawan biasa menyebutnya Lulu. Lulu menceritakan awal pertemuannya dengan Tzu Chi ketika Ibunda mengalami sakit keras di Amerika.
Lulu menceritakan sejak remaja sudah senang melakukan kegiatan kemanusiaan namun, dia merasa belum nyaman dengan yang sudah dilakukannya. ada stu kejanggalan dalam hati Lulu. setelah mengenal Tzu Chi kegelisahan dalam hatinya mulai terjawab. “Dulu saya memberi bantuan tanpa pendampingan, tidak seperti relawan Tzu Chi memberi bantuan sekaligus mendampingi,” cerita Lulu dalam sharingnya.
Acara ramah tamah tersebut juga menjadi momen penting bagi relawan warga perumahan Panteriek, Neuhen, dan Meulaboh untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan misi amal sosial di Aceh.
Shu Tjeng, relawan medan yang bertanggung jawab mendampingi relawan Aceh, mengatakan saat ini sudah ada sekitar 150 orang relawan dari warga perumahan Tzu Chi di Aceh.
Di penghujung acara ramah tamah, Shu Tjeng dan Supandi koordinator relawan di Banda Aceh membagikan suvenir untuk para peserta ramah tamah sebelum kembali ke perumahan Tzu Chi di Panteriek dan Neuhen.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya,
Editor : Metta Wulandari.
Acara ramah tamah tersebut juga menjadi momen penting bagi relawan warga perumahan Panteriek, Neuhen, dan Meulaboh untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan misi amal sosial di Aceh.
Shu Tjeng, relawan medan yang bertanggung jawab mendampingi relawan Aceh, mengatakan saat ini sudah ada sekitar 150 orang relawan dari warga perumahan Tzu Chi di Aceh.
Di penghujung acara ramah tamah, Shu Tjeng dan Supandi koordinator relawan di Banda Aceh membagikan suvenir untuk para peserta ramah tamah sebelum kembali ke perumahan Tzu Chi di Panteriek dan Neuhen.
Jurnalis : Anand Yahya,
Fotografer : Anand Yahya,
Editor : Metta Wulandari.