Refleksi dan Harapan dalam Pemberkahan Akhir Tahun 2024 di Tzu Chi Biak
Akhir tahun merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan pengalaman, kegagalan, dan keberhasilan. Dari perspektif humanis, pemberkahan akhir tahun bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga tentang menemukan makna dan nilai-nilai kemanusiaan.
Bertempat di Hotel Swissbel Biak, insan Tzu Chi Biak mengadakan pemberkahan akhir tahun 2024. Di Pemberkahan Akhir Tahun ini insan Tzu Chi diharapkan meningkatkan kualitas diri, membangun motivasi, memperkuat hubungan sosial serta mengembangkan empati di manapun berada.
Bertempat di Hotel Swissbel Biak, insan Tzu Chi Biak mengadakan pemberkahan akhir tahun 2024. Di Pemberkahan Akhir Tahun ini insan Tzu Chi diharapkan meningkatkan kualitas diri, membangun motivasi, memperkuat hubungan sosial serta mengembangkan empati di manapun berada.
Akhir tahun merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan pengalaman, kegagalan, dan keberhasilan. Dari perspektif humanis, pemberkahan akhir tahun bukan hanya tentang merayakan, tetapi juga tentang menemukan makna dan nilai-nilai kemanusiaan.
Bertempat di Hotel Swissbel Biak insan Tzu Chi Biak mengadakan pemberkahan akhir tahun 2024. Di Pemberkahan Akhir Tahun ini insan Tzu Chi diharapkan meningkatkan kualitas diri, membangun motivasi, memperkuat hubungan sosial serta mengembangkan empati di manapun berada.
Bertempat di Hotel Swissbel Biak insan Tzu Chi Biak mengadakan pemberkahan akhir tahun 2024. Di Pemberkahan Akhir Tahun ini insan Tzu Chi diharapkan meningkatkan kualitas diri, membangun motivasi, memperkuat hubungan sosial serta mengembangkan empati di manapun berada.
Dalam satu tahun yang telah terlewati banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh insan Tzu Chi Biak baik skala besar maupun kecil. Para relawan mengungkapkan rasa syukur atas nikmat dan berkah yang diterima sehingga masih diberikan kesempatan untuk menggarap ladang berkah dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain.
Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Hu Ai Papua dan Papua Barat mengatakan, bersumbangsih adalah yang harus dilakukan, bersumbangsih bukan untuk memohon berkah melainkan untuk menciptakan berkah. “Dengan begitu kita akan menciptakan pahala tak terbatas. Selain itu terima kasih kepada relawan dan donatur yang telah tulus ikhlas membantu berjalannya kegiatan Tzu Chi dengan baik dan lancar.”
Susanto Pirono, Ketua Tzu Chi Hu Ai Papua dan Papua Barat mengatakan, bersumbangsih adalah yang harus dilakukan, bersumbangsih bukan untuk memohon berkah melainkan untuk menciptakan berkah. “Dengan begitu kita akan menciptakan pahala tak terbatas. Selain itu terima kasih kepada relawan dan donatur yang telah tulus ikhlas membantu berjalannya kegiatan Tzu Chi dengan baik dan lancar.”
Selama tahun 2024, Tzu Chi Biak telah menjalin jodoh dengan 15 pasien kasus yang diberangkatkan ke Jakarta, Makassar, dan Jayapura. Penerima Bantuan atau Gan En Hu yang telah sembuh ini juga mengikuti Pemberkahan Akhir Tahun 2024. Yusuf Msiren (35) orang tua Abraham Yustus Msiren (4) sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan relawan Tzu Chi kepada anaknya baik di Biak dan Jakarta sehingga dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.
“Dan kalau boleh kami juga mau untuk menjadi relawan Tzu Chi,” tutur Yusuf Msiren. Anaknya menderita sakit Hirspung yang memerlukan penangan lanjutan sehingga dirujuk ke Jakarta.
Dalam Pemberkahan ini relawan Tzu Chi menampilkan isyarat tangan 12 Ikrar Agung Buddha Bhaishajyaguru. Adapun muda-mudi Tzu Chi membawakan isyarat tangan Dunia Yang Biru. Tidak ketinggalan Anak-anak membawakan isyarat tangan Ciak Cai Siong Kai Can. Kemudian Doa Bersama Bebas Bencana dengan khidmat dipimpin oleh seorang tokoh agama.
“Dan kalau boleh kami juga mau untuk menjadi relawan Tzu Chi,” tutur Yusuf Msiren. Anaknya menderita sakit Hirspung yang memerlukan penangan lanjutan sehingga dirujuk ke Jakarta.
Dalam Pemberkahan ini relawan Tzu Chi menampilkan isyarat tangan 12 Ikrar Agung Buddha Bhaishajyaguru. Adapun muda-mudi Tzu Chi membawakan isyarat tangan Dunia Yang Biru. Tidak ketinggalan Anak-anak membawakan isyarat tangan Ciak Cai Siong Kai Can. Kemudian Doa Bersama Bebas Bencana dengan khidmat dipimpin oleh seorang tokoh agama.
Sebelum ditutup, relawan dan para donatur menuangkan celengan bambu dilanjutkan dengan menerima angpau Master Cheng Yen. Sebanyak 250 relawan, donatur dan tamu undangan menghadiri pemberkahan 2024 ini.
Jurnalis : Marcopolo AT (Tzu Chi Biak),
Fotografer : Jonathan Mauri (Tzu Chi Biak),
Editor : Khusnul Khotimah.
Fotografer : Jonathan Mauri (Tzu Chi Biak),
Editor : Khusnul Khotimah.