Bersama untuk Bumi Tzu Chi Sosialisasi Lingkungan di Sekolah Kartini Panipahan
Pada hari Senin, 10 Februari 2025, relawan Tzu Chi Pekanbaru mengadakan sosialisasi tentang pelestarian lingkungan dengan fokus pada pemilahan barang-barang yang dapat didaur ulang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk siswa-siswi Sekolah Kartini Panipahan, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pemilahan barang-barang daur ulang demi kelestarian lingkungan.
Acara sosialisasi ini berlangsung di GOR Sekolah Kartini dan dihadiri oleh siswa-siswi dari jenjang SMP dan SMA yang dengan penuh semangat mengikuti presentasi dari relawan Yayasan Tzu Chi. Antusiasme siswa-siswi semakin meningkat setelah mendengar bahwa relawan Tzu Chi hadir di sekolah mereka untuk membahas isu penting terkait pelestarian lingkungan.
Acara sosialisasi ini berlangsung di GOR Sekolah Kartini dan dihadiri oleh siswa-siswi dari jenjang SMP dan SMA yang dengan penuh semangat mengikuti presentasi dari relawan Yayasan Tzu Chi. Antusiasme siswa-siswi semakin meningkat setelah mendengar bahwa relawan Tzu Chi hadir di sekolah mereka untuk membahas isu penting terkait pelestarian lingkungan.
Acara dimulai dengan sambutan dari guru sekolah, yang diikuti oleh sambutan dari John Andrew, Ketua Kantor Perwakilan Tzu Chi Pekanbaru. Dalam sambutannya, John menjelaskan visi dan misi Tzu Chi, serta berbagai kegiatan amal dan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Tzu Chi Indonesia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Karena faktor kemudahan, manusia seringkali menciptakan banyak sampah yang sulit terurai dan berdampak buruk pada lingkungan kita. Oleh karena itu, kita perlu menerapkan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (memanfaatkan kembali), Recycle (mendaur ulang), Re-Think (memikirkan kembali), dan Repair (memperbaiki) yang dikenal sebagai 5R dalam pelestarian lingkungan Tzu Chi. Semua ini sebaiknya dimulai dari diri kita sendiri,” ungkap John Andrew dengan penuh semangat.
“Karena faktor kemudahan, manusia seringkali menciptakan banyak sampah yang sulit terurai dan berdampak buruk pada lingkungan kita. Oleh karena itu, kita perlu menerapkan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (memanfaatkan kembali), Recycle (mendaur ulang), Re-Think (memikirkan kembali), dan Repair (memperbaiki) yang dikenal sebagai 5R dalam pelestarian lingkungan Tzu Chi. Semua ini sebaiknya dimulai dari diri kita sendiri,” ungkap John Andrew dengan penuh semangat.
Dalam sosialisasi ini, juga dikenalkan peragaan bahasa isyarat tangan sebagai bagian dari misi budaya humanis Tzu Chi. Para siswa-siswi dari Sekolah Kartini memperagakannya dengan indah dengan tema “Satu Keluarga”, yang mengingatkan kita bahwa meskipun kita berbeda ras, agama, dan suku, kita semua saling membutuhkan.
Selain memperkenalkan Yayasan Tzu Chi, relawan Tzu Chi juga bekerja sama dengan tim medis dari TIMA untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru di Sekolah Kartini. Di samping itu, mereka memberikan penyuluhan tentang pola makan hidup sehat dan bergizi, yang dikoordinasikan oleh dr. Flemming.
Jurnalis : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Anand Yahya.
Selain memperkenalkan Yayasan Tzu Chi, relawan Tzu Chi juga bekerja sama dengan tim medis dari TIMA untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru di Sekolah Kartini. Di samping itu, mereka memberikan penyuluhan tentang pola makan hidup sehat dan bergizi, yang dikoordinasikan oleh dr. Flemming.
Jurnalis : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Arya Putra (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Anand Yahya.