Bersumbangsih dengan Kebajikan dan Cinta Kasih Tanpa Penyesalan
“Bibi A-xia sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Beliau telah lama tinggal di Griya Jing Si. Dahulu, saat kami mengikuti beliau melakukan survei kasus di Yilan, beliau selalu mengajak kami ke daerah Yuanshan dan Zhuangwei. Beliau memberikan teladan nyata untuk mengajari kami bagaimana membersihkan rumah penerima bantuan, berinteraksi dengan mereka, bersyukur pada mereka, dan memperhatikan mereka,” kata Xiao Li-hua, relawan Tzu Chi.
“Bibi A-xia sungguh telah menghasilkan benih yang tak terhingga di Yilan. Dahulu, beliau membimbing Kakak Li Mei-qing dan Kakak Mei-qing membimbing kami. Sungguh, sebutir benih menghasilkan benih tak terhingga. Beliau telah menghasilkan benih yang tak terhingga. Bibi A-xia adalah relawan Tzu Chi generasi pertama. Kini, empat generasi dalam keluarganya merupakan insan Tzu Chi,” pungkas Xiao Li-hua.
“Dari diri ibu mertua saya, saya melihat tema Pemberkahan Akhir Tahun tahun ini. Beliau giat mengembangkan perhatian benar untuk belajar dan sadar serta tekun dan bersemangat dalam mempraktikkan Jalan Bodhisatwa. Beliau adalah teladan kami,” kata You Deng-yuan, relawan Tzu Chi.
Belakangan ini, saya juga terus merenungkan apakah saya memiliki penyesalan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki penyesalan. Puluhan tahun lalu, saya membangkitkan cinta kasih agung dan menuju arah yang bajik. Selama ini, saya tidak memiliki penyesalan.
Bodhisatva sekalian, kalian semua adalah relawan senior yang telah lama mengikuti langkah saya. Berhubung kalian telah lanjut usia, saya berharap kalian dapat saling mengasihi dan bergandengan tangan dalam menapaki Jalan Bodhisatva untuk membawa manfaat bagi dunia. Saya juga melihat banyak relawan kita yang memungut barang daur ulang demi menjaga kelestarian lingkungan.
Gerakan membungkukkan badan untuk memungut barang daur ulang sama seperti memberi penghormatan kepada Buddha. Dengan memberi penghormatan kepada Buddha, kita mengembangkan kebijaksanaan. Kita menerima semangat dan ajaran Buddha dengan hati penuh rasa hormat. Dengan membungkukkan badan untuk memungut barang daur ulang, kita menghargai berkah dan mengasihi bumi. Buddha mengajari kita untuk mengasihi Bumi beserta segala isinya.
Kertas daur ulang yang dikumpulkan dapat diolah kembali dan memiliki fungsi yang sama seperti kertas baru. Begitu pula dengan manusia. Saat muda, kita bisa berdiri tegak dan berjalan dengan langkah yang kompak di Jalan Bodhisatwa untuk membimbing semua makhluk. Kini, puluhan tahun telah berlalu. Saat melihat seseorang, saya sering bertanya, “Siapakah dia?” Saya tidak bisa melihat dengan jelas. Sungguh, daya penglihatan saya telah menurun.
Bodhisatva sekalian, kalian adalah murid saya. Saya telah lanjut usia. Begitu pula dengan kalian. Kalian sering berkata bahwa jika saya sudah lanjut usia, kalian pun demikian. Intinya, kita harus menjaga kesehatan pikiran dan stamina kita. Penuaan adalah bagian dari hukum alam, tetapi kesehatan pikiran bergantung pada diri sendiri. Sungguh, kita harus menjaga pikiran dengan baik.
Untuk menjaga kesehatan pikiran, kita harus berinteraksi dengan orang lain. Jika merasa bahwa diri sendiri sudah lanjut usia, lalu enggan beraktivitas dan pergi ke luar, kita akan sangat kesepian. Jika kita tidak beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain, stamina kita akan terus menurun, daya ingat kita pun akan menurun. Jadi, resep paling mujarab untuk menjaga kesehatan fisik dan batin ialah sering berinteraksi dengan orang baik.
Mari kita menggunakan hati yang tulus untuk menjaga keselarasan unsur tanah, air, api, dan angin agar Bumi damai dan tenteram serta kehidupan masyarakat harmonis dan bahagia. Jalan Bodhisatva hanya dapat dipraktikkan di dunia ini karena di dunia ini terdapat penderitaan dan ketidakselarasan pikiran manusia. Sebagai Bodhisatva dunia, saat melihat orang lain berjalan menyimpang, kita harus segera membimbing mereka menapaki Jalan Bodhisatva.
Kalian hendaknya menjaga lahan kita dan menggarap ladang pelatihan kita di Yilan. Hendaklah kalian menginspirasi orang-orang dan menyucikan hati mereka untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis.
Menjalani hidup tanpa penyesalan dengan giat bersumbangsih
Bodhisatva bergandengan tangan untuk menggarap ladang berkah
Menjaga kesehatan pikiran dan tubuh
Bersumbangsih dengan kebajikan dan cinta kasih demi mewujudkan keharmonisan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 26 April 2025
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 28 April 2025