Waisak 2025: Menenangkan Hati dalam Doa Bersama Waisak
Sukandi dan Viona, relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Tangerang, memandu acara sebagai MC. Ketika Lu Xiang San (Gatha Pendupaan) dilantunkan, para relawan komite membawa persembahan berupa pelita, air, dan bunga ke meja persembahan dengan khidmat. Prosesi Waisak dilanjutkan oleh para Biksu Sangha dan diikuti seluruh relawan serta umat yang hadir, kemudian diteruskan dengan doa bersama dan penghormatan kepada Buddha.
Beliau turut mengingatkan ajaran Master Cheng Yen mengenai Zheng Nian, yaitu melatih batin agar tidak terombang-ambing oleh masa lalu maupun masa depan, dan senantiasa menjaga kejernihan hati.
Tjoa Kornie (77) untuk pertama kalinya mengikuti acara Waisak dan Basuh Kaki. Ia sangat tersentuh, “Saya senang sekali bisa mendengar ceramah dan sangat terharu hingga menangis saat anak-anak saya membasuh kaki saya.” Ferra (49), putri Kornie, turut merasa bahagia, “Saya bersyukur bisa mengikuti acara basuh kaki di Tzu Chi. Mama setiap hari bekerja keras di Pasar Lama, papa juga, hingga kami bisa lulus kuliah. Saya harap mama sehat dan bahagia. Semoga mama juga bisa merelakan kepergian papa, karena papa kini sudah tenang di sana. Mama jangan terlalu sedih, anak-anak semua sayang sama mama.” Ia juga mengenang masa kecilnya, saat pernah membentak orang tua. “Tapi seiring bertambahnya usia dan sering mendengar ceramah, saya semakin bijak dan bisa mengendalikan diri.”
Johnny Chandrina, Ketua He Qi Tangerang, menyampaikan rasa bahagianya atas kerja sama seluruh relawan yang telah menyukseskan perayaan Tri Suci Waisak dan Basuh Kaki Ibu di The Springs Club. “Saya berharap acara basuh kaki ini menginspirasi kita untuk kembali berbakti kepada orang tua, sesuai ajaran Master Cheng Yen. Banyak orang ingin berbakti, tetapi belum tentu bisa mengekspresikannya. Hari ini, mereka tidak hanya berani menunjukkan, tapi juga mempraktikkannya melalui basuh kaki, mengelap wajah, dan memeluk ibu mereka dengan penuh cinta,” ungkapnya.
Fotografer : Vivi Angel, Wanda Pratama, Ryanto Budiputra, Shellen Setiawan (He Qi Tangerang), James Yip, Mery Hasan (He Qi Barat 2), Merry Lie, Hendrik Gho (He Qi),
Editor : Hadi Pranoto.