Yuk, Ramaikan Pekan Amal Tzu Chi 2025 Akhir Pekan Ini
Tahun ini, Pekan Amal 2025 yang diselenggarakan oleh Tzu Chi Indonesia bertujuan untuk mendukung pembangunan kawasan pendidikan Tzu Chi yang kedua, yakni Tzu Chi School yang berada di Tzu Chi Education Center PIK 2. Ini adalah kesempatan emas untuk berbelanja sambil berdonasi, menikmati bazar penuh produk menarik, dan tentunya menyalurkan cinta kasih untuk sesama.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei, menyampaikan bahwa Pekan Amal 2025 ini bukan hanya untuk menggalang dana, tapi juga menggalang semangat dan kebersamaan.
“Sudah enam tahun lamanya kami tidak mengadakan acara bazar amal besar. Kali ini, kami mengadakannya kembali untuk mendukung pembangunan kawasan pendidikan kedua Tzu Chi, yakni Tzu Chi School. Kami berharap dapat kembali menggalang semangat para relawan, agar setiap orang bisa turut memberikan sedikit sumbangsih untuk sekolah ini. Selain itu semoga kegiatan ini bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan Tzu Chi kepada lebih banyak orang, agar nantinya anak-anak dan cucu mereka memiliki satu pilihan lagi untuk mengenyam pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memberi ruang bagi para relawan untuk menyalurkan bakat dan keterampilan. “Karena selama ini semua relawan sibuk menjalankan misi amal, seperti membantu korban bencana, membangun rumah, dan sebagainya, melalui kegiatan ini kami ingin memberi ruang bagi setiap orang untuk menyalurkan keahlian dan keterampilannya masing-masing. Tentunya, semua orang pun merasa senang,” tambahnya.
“Jadi ketika Tzu Chi akan mengadakan bazar amal, Bu Apit langsung menghubungi teman-teman pengusahanya satu per satu. Melihat semangatnya yang begitu besar dan hatinya yang sepenuhnya dicurahkan untuk Tzu Chi, banyak orang yang sangat mengaguminya. Para pengusaha pun berkata, ‘Saya bisa sumbangkan produk saya,’”.
Jadi, jangan lupa ajak semua orang yang kamu sayangi untuk datang dan meramaikan Pekan Amal Tzu Chi akhir pekan ini, supaya kita semua bisa bersama-sama berkontribusi dan berbagi kebaikan.
Jurnalis : Metta Wulandari,
Fotografer : Arimami Suryo A., Anand Yahya.