Bersinergi, Tzu Chi Wujudkan Hunian yang Layak di Banyumas
Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tahap 1 di Kabupaten Banyumas telah memasuki tahap penandatanganan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) yang dilaksanakan di Balai Desa Somakaton.
Pada tahap awal ini, Yayasan Buddha Tzu Chi akan merenovasi 132 unit rumah milik warga yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Petarangan, Desa Somakaton, Desa Sawangan Wetan, Desa Alasmalang, Desa Dawuhan, dan Desa Papringan.
Warga penerima bantuan renovasi rumah berkumpul dengan penuh sukacita untuk mendengarkan penjelasan secara rinci dan menandatangani SKB. Sebelumnya, relawan Tzu Chi Indonesia bersama relawan lokal Banyumas telah melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga yang akan mendapatkan bantuan renovasi rumah.
Pada tahap awal ini, Yayasan Buddha Tzu Chi akan merenovasi 132 unit rumah milik warga yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Petarangan, Desa Somakaton, Desa Sawangan Wetan, Desa Alasmalang, Desa Dawuhan, dan Desa Papringan.
Warga penerima bantuan renovasi rumah berkumpul dengan penuh sukacita untuk mendengarkan penjelasan secara rinci dan menandatangani SKB. Sebelumnya, relawan Tzu Chi Indonesia bersama relawan lokal Banyumas telah melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga yang akan mendapatkan bantuan renovasi rumah.
Di Desa Somakaton sendiri, terdapat 21 Kepala Keluarga (KK) yang akan menerima manfaat dari program ini. Dalam pertemuan tersebut, relawan Tzu Chi menyampaikan koordinasi teknis dan membuka sesi tanya jawab terkait Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni sebelum proses penandatanganan dimulai.
Rasman (53), salah satu warga penerima bantuan renovasi, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya. Sebelumnya, ia telah beberapa kali didata untuk mendapatkan bantuan, namun belum pernah terealisasi hingga akhirnya namanya masuk dalam daftar penerima program ini.
“Saya dulu sempat beberapa kali didata untuk renovasi, baru kali ini clear. Saya senang, alhamdulillah. Yang jelas terima kasih untuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga menjadi amal dan mendapat balasan dari Yang Maha Kuasa,” ujar Rasman penuh rasa syukur.
Rasman (53), salah satu warga penerima bantuan renovasi, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya. Sebelumnya, ia telah beberapa kali didata untuk mendapatkan bantuan, namun belum pernah terealisasi hingga akhirnya namanya masuk dalam daftar penerima program ini.
“Saya dulu sempat beberapa kali didata untuk renovasi, baru kali ini clear. Saya senang, alhamdulillah. Yang jelas terima kasih untuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga menjadi amal dan mendapat balasan dari Yang Maha Kuasa,” ujar Rasman penuh rasa syukur.
Teksan Luis, Koordinator Program Bebenah Kampung dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan luar biasa para relawan lokal dan sambutan hangat masyarakat Banyumas.
“Untuk relawan lokal, saya sangat-sangat gan en (bersyukur), karena mereka sungguh membantu. Kemarin kami bersama-sama naik turun gunung, dan hari ini bisa sampai pada tahap penandatanganan. Saya sangat terharu dengan keramahan warga sini dan para relawan lokal. Di setiap rumah yang kami kunjungi, selalu disambut dengan kentang, ubi, kopi, teh, dan cemilan lainnya. Kami tidak sampai kelaparan meski survei berlangsung hingga sore hari,” ungkap Teksan Luis setelah kegiatan penandatanganan selesai.
Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni merupakan kerja sama antara Yayasan Buddha Tzu Chi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) Republik Indonesia. Tujuan dari program ini adalah mewujudkan hunian yang layak, nyaman, dan sehat bagi masyarakat. Setelah penandatanganan SKB, proses renovasi akan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan.
Jurnalis : Fikhri Fathoni,
Fotografer : Fikhri Fathoni,
Editor : Anand Yahya.
“Untuk relawan lokal, saya sangat-sangat gan en (bersyukur), karena mereka sungguh membantu. Kemarin kami bersama-sama naik turun gunung, dan hari ini bisa sampai pada tahap penandatanganan. Saya sangat terharu dengan keramahan warga sini dan para relawan lokal. Di setiap rumah yang kami kunjungi, selalu disambut dengan kentang, ubi, kopi, teh, dan cemilan lainnya. Kami tidak sampai kelaparan meski survei berlangsung hingga sore hari,” ungkap Teksan Luis setelah kegiatan penandatanganan selesai.
Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni merupakan kerja sama antara Yayasan Buddha Tzu Chi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) Republik Indonesia. Tujuan dari program ini adalah mewujudkan hunian yang layak, nyaman, dan sehat bagi masyarakat. Setelah penandatanganan SKB, proses renovasi akan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan.
Jurnalis : Fikhri Fathoni,
Fotografer : Fikhri Fathoni,
Editor : Anand Yahya.