Bantuan Tzu Chi Ringankan Langkah Jamaludin Bangun Kembali Pascakebakaran
“Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.”
– Kata Perenungan Master Cheng Yen –
Musibah tak pernah memilih waktu. Ia datang tiba-tiba, memporak-porandakan rutinitas dan kenyamanan hidup yang telah lama dibangun. Seperti yang dialami oleh keluarga Jamaludin, warga Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Pada malam yang tenang, Senin, 6 Januari 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, rumah yang ditempati Jamaludin bersama istri dan kedua anaknya mengalami kebakaran. Api membakar seluruh harta benda mereka, menyisakan puing dan kepedihan. Namun di tengah kepanikan dan kobaran api, Jamaludin berhasil menyelamatkan hal terpenting dalam hidupnya, keluarganya dan satu unit sepeda motor unutk Jamaludin mencari nafkah.
Pada malam yang tenang, Senin, 6 Januari 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, rumah yang ditempati Jamaludin bersama istri dan kedua anaknya mengalami kebakaran. Api membakar seluruh harta benda mereka, menyisakan puing dan kepedihan. Namun di tengah kepanikan dan kobaran api, Jamaludin berhasil menyelamatkan hal terpenting dalam hidupnya, keluarganya dan satu unit sepeda motor unutk Jamaludin mencari nafkah.
“Meski rumah hangus tak bersisa, tapi saya bersyukur ana-anak dan istri saya selamat, semua selamat. Bersyukur juga masih ada sedikit tabungan dan bantuan dari kerabat serta pemerintah desa, jadi pelan-pelan saya bisa bangun rumah lagi. Memang belum sempurna, tapi setidaknya keluarga saya sudah ada tempat berteduh. Alhamdulillah,” ujar Jamaludin, penuh rasa syukur.
Usai kebakaran, Jamaludin tidak larut dalam kesedihan. Dengan sisa-sisa semangat dan bantuan dari kerabat serta tetangga, ia mulai membangun kembali rumahnya secara perlahan. Kehidupan barunya tak semudah dulu. Banyak perabotan hangus, kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi dengan keterbatasan dan keprihatinan. Namun, di balik keterbatasan itu, ia tidak sendiri.
Usai kebakaran, Jamaludin tidak larut dalam kesedihan. Dengan sisa-sisa semangat dan bantuan dari kerabat serta tetangga, ia mulai membangun kembali rumahnya secara perlahan. Kehidupan barunya tak semudah dulu. Banyak perabotan hangus, kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi dengan keterbatasan dan keprihatinan. Namun, di balik keterbatasan itu, ia tidak sendiri.
Pada hari Senin, 16 Juni 2025, relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas dari Komunitas Xie Li Jambi 3 Wirakarya Sakti datang mengunjungi rumah Jamaludin. Mereka membawa sejumlah peralatan rumah tangga untuk membantu pemulihan kehidupan keluarga kecil itu. Bantuan yang diberikan berupa kompor dan tabung gas, wajan, dandang, rice cooker, kasur, bantal, guling, selimut, keranjang pakaian, piring, dan gelas.
“Memang kejadiannya sudah agak lama, dan Pak Jamaludin sudah mulai pulih kehidupannya ya. Tapi kami melihat, meski rumahnya sudah mulai berdiri, masih banyak keperluan rumah tangga yang belum dimiliki. Makanya kami turut memberikan bantuan peralatan rumah tangga, semoga bisa sedikit meringankan bebannya,” tutur Sarwono bersama tiga orang relawan lainnya.
“Memang kejadiannya sudah agak lama, dan Pak Jamaludin sudah mulai pulih kehidupannya ya. Tapi kami melihat, meski rumahnya sudah mulai berdiri, masih banyak keperluan rumah tangga yang belum dimiliki. Makanya kami turut memberikan bantuan peralatan rumah tangga, semoga bisa sedikit meringankan bebannya,” tutur Sarwono bersama tiga orang relawan lainnya.
Bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh keluarga Jamaludin. Baginya, perhatian sekecil apa pun di tengah kesulitan adalah penguat yang tak ternilai. “Terima kasih, Bapak-Bapak semua, atas bantuannya. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga saya. Apalagi banyak peralatan rumah tangga yang kami masih pinjam dari kerabat dan tetangga. Jadi sekali lagi, terima kasih atas perhatiannya,” ungkap Jamaludin dengan mata berkaca-kaca.
Bagi relawan, setiap kunjungan adalah bentuk nyata dari empati dan kepedulian. Dan bagi Jamaludin, kepedulian itu adalah bukti bahwa ia dan keluarganya tidak berjalan sendiri melewati masa-masa sulit. Dari puing-puing rumah yang hangus terbakar, ia membangun kembali bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga harapan akan hari esok yang lebih baik.
Jurnalis : Galih Dwi Santoso (Tzu Chi Sinar Mas),
Fotografer : Junaidi (Tzu Chi Sinar Mas),
Editor : Anand Yahya.
Bagi relawan, setiap kunjungan adalah bentuk nyata dari empati dan kepedulian. Dan bagi Jamaludin, kepedulian itu adalah bukti bahwa ia dan keluarganya tidak berjalan sendiri melewati masa-masa sulit. Dari puing-puing rumah yang hangus terbakar, ia membangun kembali bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga harapan akan hari esok yang lebih baik.
Jurnalis : Galih Dwi Santoso (Tzu Chi Sinar Mas),
Fotografer : Junaidi (Tzu Chi Sinar Mas),
Editor : Anand Yahya.