Kembali Melangkah Dengan Percaya Diri
Pada bulan Agustus 2024 lalu, menjadi titik paling berat dalam hidup Efmai Dodi dan keluarganya, niat baiknya membantu tetangga memasang antena televisi justru berakhir musibah untuknya. Ia tersengat listrik bertegangan tinggi, hingga pada akhirnya harus merelakan kaki kanannya, beberapa jari kaki kiri, dan tangan kirinya untuk diamputasi. Musibah ini dalam sekejap mengubah hidupnya, meninggalkan luka fisik dan batin yang mendalam. Sejak saat itu, Efmai Dodi lebih banyak berdiam diri di rumah.
Sebelum menerima bantuan dari Tzu Chi, Efmai Dodi beraktivitas dengan menggunakan kursi roda dan tongkat. Kondisi yang dialaminya saat itu sekali waktu membuat hatinya sendu, tak heran kondisi hati keluarganya terenyuh melihat kondisi Efmai Dodi.
Sebelum menerima bantuan dari Tzu Chi, Efmai Dodi beraktivitas dengan menggunakan kursi roda dan tongkat. Kondisi yang dialaminya saat itu sekali waktu membuat hatinya sendu, tak heran kondisi hati keluarganya terenyuh melihat kondisi Efmai Dodi.
Kondisi yang dialami Efmai Dodi mengundang simpati Relawan Tzu Chi. Pendekatan dan pendampingan segera dilakukan relawan untuk menentukan bantuan yang dibutuhkan. Terlebih bukan hanya fisik yang tidak sehat, namun batin Efmai Dodi juga dalam kondisi yang tidak baik. Saat dikunjungi relawan, sambil menangis Efmai Dodi sering berucap ”Mengapa niat saya membantu orang malah berakhir begini”, dengan nada haru, ia masih menyisakan penyesalan dihati.
Selain melakukan pendampingan, relawan juga berkonsultasi dengan Indo Ortho Medika, pihak yang biasa membuat kaki palsu dan alat bantu. Diskusi beberapa kali dilakukan sembari melihat kondisi luka yang terdapat di kaki dan tangan. Dalam prosesnya, ketelitian sangat diperlukan agar kaki dan tangan palsu dapat berfungsi dengan baik dan nyaman ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Mettayani, Ketua Xie li Perawang 1, berharap dengan adanya bantuan ini dapat memberikan semangat baru unuk Efmai Dodi dan dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami dan berharap bantuan ini bisa meringankan beban serta memberikan semangat baru bagi Efmai Dodi, “ujar Mettayani.
Selain melakukan pendampingan, relawan juga berkonsultasi dengan Indo Ortho Medika, pihak yang biasa membuat kaki palsu dan alat bantu. Diskusi beberapa kali dilakukan sembari melihat kondisi luka yang terdapat di kaki dan tangan. Dalam prosesnya, ketelitian sangat diperlukan agar kaki dan tangan palsu dapat berfungsi dengan baik dan nyaman ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Mettayani, Ketua Xie li Perawang 1, berharap dengan adanya bantuan ini dapat memberikan semangat baru unuk Efmai Dodi dan dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami dan berharap bantuan ini bisa meringankan beban serta memberikan semangat baru bagi Efmai Dodi, “ujar Mettayani.
Waktu kian berlalu, tibalah hari pemasangan kaki dan tangan palsu untuk Efmai Dodi. Dengan didampingi Relawan Tzu Chi, ia dengan penuh semangat menjalani proses pemasangan kaki dan tangan palsu. Tak lupa ia mengucapkan syukur dan terimakasih, karena dengan adanya bantuan ini, ia dapat bekerja kembali dan memulai kehidupan dengan semangat baru.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan kaki dan tangan palsu yang diberikan oleh relawan Xie Li Perawang 1. Bantuan ini kembali memulihkan semangat dan kepercayaan diri saya untuk bisa bekerja lagi, untuk mencari nafkah bagi keluarga saya,” ungkap Efmai Dodi.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan kaki dan tangan palsu yang diberikan oleh relawan Xie Li Perawang 1. Bantuan ini kembali memulihkan semangat dan kepercayaan diri saya untuk bisa bekerja lagi, untuk mencari nafkah bagi keluarga saya,” ungkap Efmai Dodi.
Semenjak mendapatkan bantuan kaki dan tangan palsu pada Juni lalu, semangat hidup Efmai Dodi perlahan tumbuh kembali. Ia kini sudah bisa kembali bekerja sebagai Distributed Control System (DCS) operator di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Perawang. Meski harus beradaptasi dalam beraktivitas, dengan penuh keyakinan, kini ia mulai terbiasa mengendarai sepeda motor lagi dan melakukan aktivitas lainnya.
Bantuan ini bukan hanya membangkitkan kembali semangat hidup Efmai Dodi, terlebih juga bisa meningkatkan kualitas hidupnya dan keluarga. Mengambil langkah dengan keteguhan hati, hingga menciptakan kehidupan yang lebih baik. Selaras dengan Kata Perenungan Master Cheng Yen,” Kehidupan memiliki nilai dan makna ketika kita sanggup bertahan terhadap cobaan dalam berbagai keadaan”.
Jurnalis : Irmai Arsih, Mettayani (Tzu Chi Sinar Mas),
Fotografer : Putri, Purnayudha (Tzu Chi Sinar Mas),
Editor : Fikhri Fathoni.
Bantuan ini bukan hanya membangkitkan kembali semangat hidup Efmai Dodi, terlebih juga bisa meningkatkan kualitas hidupnya dan keluarga. Mengambil langkah dengan keteguhan hati, hingga menciptakan kehidupan yang lebih baik. Selaras dengan Kata Perenungan Master Cheng Yen,” Kehidupan memiliki nilai dan makna ketika kita sanggup bertahan terhadap cobaan dalam berbagai keadaan”.
Jurnalis : Irmai Arsih, Mettayani (Tzu Chi Sinar Mas),
Fotografer : Putri, Purnayudha (Tzu Chi Sinar Mas),
Editor : Fikhri Fathoni.