Dari Segenggam Beras Menjadi Gunungan Cinta Kasih
Bulan juni menjadi bulan yang penuh berkah untuk seluruh insan Tzu Chi di Provinsi Aceh. Pada bulan yang memperingati hari raya Idul Adha tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah menyalurkan bantuan berupa beras cinta kasih untuk beberapa kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Mulai dari Sabang, Aceh Barat, Bireuen, Banda Aceh, Lhokseumawe, hingga Aceh Tamiang. Hal ini merupakan bentuk perhatian dari Yayasan Buddha Tzu Chi kepada Masyarakat Aceh. Titik terakhir dilaksanakan baksos ini adalah di kecamatan Peunayong, Kota Banda Aceh, yang bertempat di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh.
Sekitar pukul 13:30 WIB, 18 orang relawan berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh menunggu kedatangan penerima bantuan. Ketika penerima bantuan telah tiba mereka menyambut dengan kehangatan budaya humanis Tzu Chi. Penerima bantuan pun merasakan kehangatan seperti satu keluarga.
Acara dimulai dengan penjelasan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi dan pengenalan Master Cheng Yen oleh Ronaldo sebagai MC. Setelah itu Supandi memberikan kata sambutan, “Semoga semua orang di sini dapat mengambil bagian sebagai keluarga besar Tzu Chi,” ujarnya sembari mengajak para peserta.
Sekitar pukul 13:30 WIB, 18 orang relawan berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh menunggu kedatangan penerima bantuan. Ketika penerima bantuan telah tiba mereka menyambut dengan kehangatan budaya humanis Tzu Chi. Penerima bantuan pun merasakan kehangatan seperti satu keluarga.
Acara dimulai dengan penjelasan tentang Yayasan Buddha Tzu Chi dan pengenalan Master Cheng Yen oleh Ronaldo sebagai MC. Setelah itu Supandi memberikan kata sambutan, “Semoga semua orang di sini dapat mengambil bagian sebagai keluarga besar Tzu Chi,” ujarnya sembari mengajak para peserta.
Hadir pula Suwarno, S.Ag., M.Pd., Pembimas Agama Buddha yang memberikan kata sambutan, “Tzu Chi adalah wujud nyata dari kebajikan yang universal tanpa membedakan suku, ras dan agama,” tuturnya dengan penuh semangat.
Penerima bantuan diajak menonton Master Cheng Yen bercerita “Kisah Segenggam Beras” kemudian dilanjutkan oleh sosialisasi program segenggam beras oleh Huicin Sukimin. Huicin tak hanya memaparkan materi, tetapi juga mengajak semua orang untuk menuangkan segenggam beras yang mereka bawa dari rumah masing-masing.
Sebutir demi sebutir hingga karung beras cinta kasih tersebut penuh. Bantuan beras tersebut langsung diserahkan kepada Dewi (Penerima Bantuan). Hal ini menyentuh hati Dewi. “Kali ini memang kita yang menerima bantuan, tetapi saya berdoa semoga suatu hari saya juga dapat memberi kepada yang lebih membutuhkan,” ucapnya penuh haru.
Penerima bantuan diajak menonton Master Cheng Yen bercerita “Kisah Segenggam Beras” kemudian dilanjutkan oleh sosialisasi program segenggam beras oleh Huicin Sukimin. Huicin tak hanya memaparkan materi, tetapi juga mengajak semua orang untuk menuangkan segenggam beras yang mereka bawa dari rumah masing-masing.
Sebutir demi sebutir hingga karung beras cinta kasih tersebut penuh. Bantuan beras tersebut langsung diserahkan kepada Dewi (Penerima Bantuan). Hal ini menyentuh hati Dewi. “Kali ini memang kita yang menerima bantuan, tetapi saya berdoa semoga suatu hari saya juga dapat memberi kepada yang lebih membutuhkan,” ucapnya penuh haru.
Acara dilanjutkan dengan penampilan Isyarat tangan “Satu Keluarga” yang mengajak semua orang untuk menyayangi orang lain layaknya keluarga sendiri. Suasana haru pun tercipta di Depo PL.
Demikianlah baksos pembagian beras cinta kasih di Depo PL Tzu Chi Banda Aceh. Kegiatan ini bukan hanya tentang memberi, namun juga menumbuhkan semangat saling peduli dan kebersamaan. Harapannya, cinta kasih yang ditanam hari ini akan terus tumbuh dan menyebar, menjadikan masyarakat yang lebih hangat, penuh welas asih, dan saling mendukung satu sama lain.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Ismanova (Tzu Chi Aceh),
Editor : Metta Wulandari.
Demikianlah baksos pembagian beras cinta kasih di Depo PL Tzu Chi Banda Aceh. Kegiatan ini bukan hanya tentang memberi, namun juga menumbuhkan semangat saling peduli dan kebersamaan. Harapannya, cinta kasih yang ditanam hari ini akan terus tumbuh dan menyebar, menjadikan masyarakat yang lebih hangat, penuh welas asih, dan saling mendukung satu sama lain.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Ismanova (Tzu Chi Aceh),
Editor : Metta Wulandari.