Menjemput Harapan di Tengah Hujan
Sejak pagi buta, langit Cikarang diselimuti awan kelabu. Namun, cuaca hari itu tidak menyurutkan langkah para relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Cikarang dan Sumarecon yang berkumpul di Kantor Kecamatan Cikarang Utara. Selasa, 12 Agustus 2025, tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan survei untuk Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni Tzu Chi di Cikarang resmi dimulai. Target hari itu 30 rumah di dua desa, masing-masing 15 unit di Desa Karang Baru dan 15 unit di Desa Cikarang Kota.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Camat Cikarang Utara, Enjen Supriyadi, yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada relawan Tzu Chi. “Bantuan ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan warga kami,” ujarnya haru.
Veriyanto, Ketua He Qi Cikarang, menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini memiliki makna yang lebih luas. “Kami tidak hanya memperbaiki dinding dan atap, tetapi juga membangun harapan serta membantu warga duntuk meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkapnya.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Camat Cikarang Utara, Enjen Supriyadi, yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada relawan Tzu Chi. “Bantuan ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kehidupan warga kami,” ujarnya haru.
Veriyanto, Ketua He Qi Cikarang, menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini memiliki makna yang lebih luas. “Kami tidak hanya memperbaiki dinding dan atap, tetapi juga membangun harapan serta membantu warga duntuk meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkapnya.
Dari kantor kecamatan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kantor Desa Cikarang Kota, disambut oleh Kepala Desa RA Gunawan dan perwakilan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, Uus. Di sini, para relawan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing didampingi oleh pengurus RT/RW untuk menuju rumah warga calon penerima bantuan bedah rumah.
Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Rohani, seorang warga yang tengah berjuang melawan sakit gagal ginjal. Rohani rutin menjalani cuci darah setiap bulan. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, kehadiran relawan Tzu Chi membawa harapan dan semangat baru baginya. “Atap rumah saya sudah lama bocor, dinding pun mulai rapuh. Saya berharap rumah ini bisa diperbaiki, supaya tidak lagi khawatir saat hujan turun,” ucap Rohani lirih, namun penuh harap.
Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Rohani, seorang warga yang tengah berjuang melawan sakit gagal ginjal. Rohani rutin menjalani cuci darah setiap bulan. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, kehadiran relawan Tzu Chi membawa harapan dan semangat baru baginya. “Atap rumah saya sudah lama bocor, dinding pun mulai rapuh. Saya berharap rumah ini bisa diperbaiki, supaya tidak lagi khawatir saat hujan turun,” ucap Rohani lirih, namun penuh harap.
Perjalanan berlanjut ke Desa Karang Baru. Di sana, relawan disambut oleh Kepala Desa HN Komarudin Amabarawa, sebelum mulai menyusuri lorong-lorong sempit menuju rumah-rumah yang akan disurvei. Karena medan yang sulit, mobil harus diparkir di lahan kosong, dan perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor atau berjalan kaki.
Hujan yang turun nyaris sepanjang hari tidak menghalangi semangat para relawan. Dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, mereka mendatangi satu demi satu rumah warga, mencatat kondisi bangunan, dan mendengarkan cerita warga yang memiliki kisah-kisah yang berbeda-beda, namun memiliki kesamaan yang nyata: mereka tinggal di rumah yang tidak layak huni. Salah satu relawan, Rudi Hartono, mengungkapkan perasaannya, “Hujan ini mungkin membuat baju kami basah, tetapi hati kami hangat melihat warga begitu menyambut. Semoga segera terwujud rumah yang lebih layak untuk mereka.”
Hujan yang turun nyaris sepanjang hari tidak menghalangi semangat para relawan. Dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, mereka mendatangi satu demi satu rumah warga, mencatat kondisi bangunan, dan mendengarkan cerita warga yang memiliki kisah-kisah yang berbeda-beda, namun memiliki kesamaan yang nyata: mereka tinggal di rumah yang tidak layak huni. Salah satu relawan, Rudi Hartono, mengungkapkan perasaannya, “Hujan ini mungkin membuat baju kami basah, tetapi hati kami hangat melihat warga begitu menyambut. Semoga segera terwujud rumah yang lebih layak untuk mereka.”
Di hari yang sama, tim relawan lain juga melakukan survei di Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dengan target 33 unit rumah. Tantangan medan yang sempit dan becek tetap dihadapi dengan senyum dan kesabaran.
Kegiatan survei ini bukan hanya untuk mencatat data teknis, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang menghidupkan kembali harapan. Karena di setiap rumah yang kelak dibenahi, ada cerita keluarga yang akan terbebas dari kebocoran atap, udara lembap, dan ancaman penyakit. Dan di setiap tetes hujan yang jatuh hari itu, ada doa-doa yang dipanjatkan.
Jurnalis : Veriyanto (He Qi Cikarang),
Fotografer : Veriyanto, Budy Permana (He Qi Cikarang),
Editor : Hadi Pranoto.
Kegiatan survei ini bukan hanya untuk mencatat data teknis, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang menghidupkan kembali harapan. Karena di setiap rumah yang kelak dibenahi, ada cerita keluarga yang akan terbebas dari kebocoran atap, udara lembap, dan ancaman penyakit. Dan di setiap tetes hujan yang jatuh hari itu, ada doa-doa yang dipanjatkan.
Jurnalis : Veriyanto (He Qi Cikarang),
Fotografer : Veriyanto, Budy Permana (He Qi Cikarang),
Editor : Hadi Pranoto.