Sentuhan Kasih Menciptakan Lingkungan Sehat untuk Surtinah
Bertahun-tahun, Surtinah selalu mengeluhkan mengenai atap rumahnya yang bocor di kala hujan, pintu tripleks yang rusak, dapur dan kamar mandi yang sudah gelap dan rengat sehingga dirinya seringkali merindukan suasana rumah yang layak huni. Bagi dirinya dan anak satu-satunya bernama Rahmat Surbianto (50), memiliki hunian yang layak sangat jauh dari kata mungkin. Meski anaknya bekerja sebagai jasa servis panggilan seperti memperbaiki pompa air listrik, kipas angin dan peralatan rumah tangga lainnya, penghasilan per bulan keluarga Surtinah tidak cukup bila dianggarkan untuk melakukan renovasi rumah.
Tetapi harapan merenovasi rumah yang dulunya tidak mungkin, kini menjadi nyata berkat Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dan Summarecon Grup dengan target 500 rumah untuk Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Rumah Surtinah menjadi salah satu rumah yang mendapatkan bantuan renovasi. Kini rumah seluas 72 meter persegi itu sudah direnovasi secara keseluruhan mulai dari atap bangunan, dinding yang dulunya berantakan sekarang sudah rapih dan di cat putih, lantai pun sudah dikeramik. Selain itu, pancaran kebahagiaan terlihat di senyuman Surtinah ketika menceritakan bahwa kini dirinya sudah memiliki dapur dan kamar mandi yang layak. Tidak ada lagi dapur yang reyot serta kamar mandi yang gelap, “Sudah terang dan tidak gelap lagi, kan mata saya sudah tarahum (Trakhoma-red)”, begitu ucapnya. Kini Ia juga memiliki pintu dan jendela yang kuat karena sudah diganti yang baru yang membuatnya merasa aman di dalam rumah.
Meski terkejut bahwa dirinya terpilih untuk mendapatkan kesempatan di bedah rumahnya pada saat pendataan sejak tanggal 14 Juli 2025 lalu, Surtinah merasakan kebaikan yang tulus dari Program Bebenah Kampung Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Kota Bekasi. Kini dirinya dan anaknya bisa tinggal dengan tenang di rumah yang sehat dan berharap agar rumah yang telah di renovasi ini menjadi berkah bagi dirinya untuk terus berjuang hidup. “Alhamdulillah, terim kasih udah dibangun rumanya, udah nggak bocor, udah nggak banjir,” kata Surtinah bersukacita.
Kisah Surtinah menjadi bukti nyata bahwa ketika kita membagikan cinta kasih, maka kita menghadirkan harapan baru. Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat tumbuhnya kasih, ketenangan, dan kekuatan untuk melanjutkan hidup dengan penuh syukur. Semoga setiap rumah yang direnovasi melalui program ini menjadi pelita yang menerangi jalan bagi keluarga-keluarga lain, dan semoga kebaikan ini terus bergema, menginspirasi kita semua untuk saling menguatkan dalam cinta kasih.
Fotografer : Marlina Law, Rini Yulianti (He Qi Cikarang), Arimami Suryo A.,
Editor : Arimami Suryo A.