Sepasang Tangan Kecil yang Menyelamatkan Bumi
“Pelestarian lingkungan yang sebenarnya adalah menyayangi gunung, menyayangi laut, dan menyayangi segala benda dan mahkluk”
– Kata Perenungan Master Cheng Yen –
Matahari tersenyum di pagi hari menyambut langkah kaki 28 anak Kelas Budi Pekerti (Xiao Pu Sha) pada hari Minggu, 14 September 2025. Semua hadir di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tamken dengan hati yang penuh sukacita dan bersemangat dengan tujuan untuk melakukan praktik nyata pelestarian lingkungan di Kompleks Kedamaian Permai Palembang. Para Duifu mendampingi anak-anak dengan berjalan beriringan mengumpulkan barang daur ulang dari rumah ke rumah penghuni kompleks tersebut.
Dengan kehangatan hati dan penuh rasa bahagia, anak-anak Kelas Budi Pekerti bersama para Duifu yang terbagi menjadi beberapa grup menyusuri lingkungan tempat tinggal warga. Kondisi matahari yang hangat tidak menyurutkan semangat dan cinta kasih di dalam hati masing-masing. Dengan penuh senyum, anak-anak mengetuk pintu rumah warga dan mengumpulkan barang-barang daur ulang yang sudah tidak dipakai. Seperti baju bekas, kardus, barang pecah belah, barang-barang dari plastik yang masih layak untuk digunakan.
Dengan kehangatan hati dan penuh rasa bahagia, anak-anak Kelas Budi Pekerti bersama para Duifu yang terbagi menjadi beberapa grup menyusuri lingkungan tempat tinggal warga. Kondisi matahari yang hangat tidak menyurutkan semangat dan cinta kasih di dalam hati masing-masing. Dengan penuh senyum, anak-anak mengetuk pintu rumah warga dan mengumpulkan barang-barang daur ulang yang sudah tidak dipakai. Seperti baju bekas, kardus, barang pecah belah, barang-barang dari plastik yang masih layak untuk digunakan.
Menurut Giselle (10) dan Jordan (10), kegiatan mengumpulkan barang-barang bekas untuk didaur ulang membuat hati merasa senang. “Kita bisa belajar lebih banyak tentang daur ulang, tidak membuang sampah sembarangan karena akan mengotori lingkungan. Ini juga kami terapkan di rumah masing-masing. Kami juga berpesan kepada teman-teman buanglah sampah pada tempatnya jangan di sembarang tempat karena nanti akan memunculkan banyak penyakit. Kita juga harus hemat menggunakan sesuatu seperti contohnya tissue, plastik dan kertas.”
Seiring kebajikan yang dilakukan anak-anak Kelas Budi Pekerti, hadir 20 orang tua mendengarkan pemaparan tentang kebajikan dari Pelestarian Lingkungan yang disampaikan oleh Koordinator Kelas Budi Pekerti khusus Anak kelas 1-6 SD, Hevi Triana (43). Daur ulang Tzu Chi memiliki motto yang dipegang teguh oleh relawan Tzu Chi di dalam hati yaitu, “Mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi cinta kasih, cinta kasih laksana air jernih yang mengelilingi bumi.”
Seiring kebajikan yang dilakukan anak-anak Kelas Budi Pekerti, hadir 20 orang tua mendengarkan pemaparan tentang kebajikan dari Pelestarian Lingkungan yang disampaikan oleh Koordinator Kelas Budi Pekerti khusus Anak kelas 1-6 SD, Hevi Triana (43). Daur ulang Tzu Chi memiliki motto yang dipegang teguh oleh relawan Tzu Chi di dalam hati yaitu, “Mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi cinta kasih, cinta kasih laksana air jernih yang mengelilingi bumi.”
Master Cheng Yen menyampaikan kepada semua muridnya bahwa kita harus melakukan Pelestarian Lingkungan di masyarakat dengan baik, dan melakukan pelestarian lingkungan batin kita sendiri dengan baik. Hal ini menjadi motivasi bagi para insan Tzu Chi Palembang yang sangat peduli dan aktif dalam kegiatan melindungi bumi.
“Master Cheng Yen selalu mengajarkan kita untuk menghargai berkah, dan Beliau juga menginginkan kita menjadi relawan yang mampu mengedukasi dan mengajak orang lain untuk melakukan Pelestarian Lingkungan. Orang tua yang mendengarkan materi juga sangat antusias, kami melihat anak-anak sangat membuat mereka bahagia. Anak-anak juga belajar bagaimana menghargai barang-barang.” ujar Hevi.
Hevi juga berpesan agar sebagai perumah tangga kita lebih menghargai barang-barang yang masih bisa digunakan kembali. Tzu Chi selalu mengedukasi untuk menghargai berkah dan memilah barang mana yang dapat kita pakai kembali.
“Master Cheng Yen selalu mengajarkan kita untuk menghargai berkah, dan Beliau juga menginginkan kita menjadi relawan yang mampu mengedukasi dan mengajak orang lain untuk melakukan Pelestarian Lingkungan. Orang tua yang mendengarkan materi juga sangat antusias, kami melihat anak-anak sangat membuat mereka bahagia. Anak-anak juga belajar bagaimana menghargai barang-barang.” ujar Hevi.
Hevi juga berpesan agar sebagai perumah tangga kita lebih menghargai barang-barang yang masih bisa digunakan kembali. Tzu Chi selalu mengedukasi untuk menghargai berkah dan memilah barang mana yang dapat kita pakai kembali.
Lima Misi Harmoni dalam Satu Langkah
Dalam pelaksanaan Misi Pendidikan bersamaan dengan Misi Pelestarian Lingkungan, para relawan Tzu Chi juga dapat sekaligus mengamalkan Misi Amal, Misi Kesehatan dan Misi Budaya Humanis. Kelima misi ini bersinergi menjadi satu kekuatan penuh ketulusan dalam peran menyebarkan cinta kasih di dunia.
Salah satu orang tua dari anak Kelas Budi Pekerti, Iwan (51), beserta anak bungsunya Stella (11), mengungkapkan rasa gembira dapat mengikuti kegiatan pada hari ini. “Kami diajarkan untuk memilah-milah sampah plastik berdasarkan kategorinya. Dari kegiatan ini kita dapat menyelamatkan bumi sekaligus menjalankan misi sosial dalam membantu orang-orang yang kekurangan. Saya harap warga di Kota Palembang dan komunitas sosial, mari kita bergerak bersama Tzu Chi untuk memisahkan barang daur ulang sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan amal,” katanya.
Salah satu orang tua dari anak Kelas Budi Pekerti, Iwan (51), beserta anak bungsunya Stella (11), mengungkapkan rasa gembira dapat mengikuti kegiatan pada hari ini. “Kami diajarkan untuk memilah-milah sampah plastik berdasarkan kategorinya. Dari kegiatan ini kita dapat menyelamatkan bumi sekaligus menjalankan misi sosial dalam membantu orang-orang yang kekurangan. Saya harap warga di Kota Palembang dan komunitas sosial, mari kita bergerak bersama Tzu Chi untuk memisahkan barang daur ulang sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan amal,” katanya.
“Tadi kita berkeliling untuk mengumpulkan barang daur ulang dari rumah warga. Kegiatan sangat menyenangkan tapi cukup panas, tetapi hal ini sangat berkesan karena kita mengambil barang daur ulang dengan hati yang senang. Jika teman-teman memiliki sampah yang dapat di daur ulang, kita bisa bawa ke Tzu Chi,” tambah Stella.
Banyak manusia tidak menyadari bahwa berkah berada dekat di sekitar kita. Menciptakan berkah tidak harus dengan menggunakan tenaga dan materi dalam jumlah sangat besar sehingga sulit untuk dilakukan. Dengan menjaga perilaku kita dalam pemanfaatan benda dan lingkungan, maka kita juga sudah melindungi bumi. Mari bersama kita menjaga tempat tinggal yang penuh berkah ini sebagai warisan terbaik yang dapat kita berikan untuk generasi mendatang.
Jurnalis : Phoebe Chandra (Tzu Chi Palembang),
Fotografer : Dokumentasi Tzu Chi Palembang,
Editor : Khusnul Khotimah.
Banyak manusia tidak menyadari bahwa berkah berada dekat di sekitar kita. Menciptakan berkah tidak harus dengan menggunakan tenaga dan materi dalam jumlah sangat besar sehingga sulit untuk dilakukan. Dengan menjaga perilaku kita dalam pemanfaatan benda dan lingkungan, maka kita juga sudah melindungi bumi. Mari bersama kita menjaga tempat tinggal yang penuh berkah ini sebagai warisan terbaik yang dapat kita berikan untuk generasi mendatang.
Jurnalis : Phoebe Chandra (Tzu Chi Palembang),
Fotografer : Dokumentasi Tzu Chi Palembang,
Editor : Khusnul Khotimah.