Berbakti Adalah Akar dari Segala Kebajikan
“Berbakti kepada orang tua tidak cukup hanya dengan kebutuhan material, tapi juga dengan rasa hormat dan kepatuhan,” demikian pesan Master Cheng Yen yang menjadi landasan acara Doa Bersama Bulan Tujuh Penuh Berkah dan Bakti kepada Orang Tua di Gedung STBA-PIA, Medan, Minggu, 21 September 2025.
Pemandu acara, Tony Honkley, membuka dengan ucapan terima kasih kepada 1.022 hadirin yang terdiri dari 363 relawan dan 659 tamu undangan termasuk donatur, tokoh masyarakat, pelajar, Ketua DPRD Kota Medan periode 2024-2029 sekaligus Ketua Permabudhi Sumut, Drs Wong Chun Sen, M.Pd.B., Ketua DPRD kota Medan periode 2019-2024, Hasym,S.E., Ketua Walubi, Brilian Mochtar dan tokoh masyarakat Meriyawaty Amelia atau yang akrab disapa Ayin, ini menjadi momen Tzu Chi mengajak semua orang berdoa bersama, berlaku bakti kepada orang tua, melakukan pertobatan dan bervegetarian.
“Bulan tujuh adalah bulan bakti, sukacita, dan syukur. Dengan bervegetarian, berdoa tulus, dan mengubah pola pikir, setiap hari akan menjadi hari baik,” ujarnya.
Pemandu acara, Tony Honkley, membuka dengan ucapan terima kasih kepada 1.022 hadirin yang terdiri dari 363 relawan dan 659 tamu undangan termasuk donatur, tokoh masyarakat, pelajar, Ketua DPRD Kota Medan periode 2024-2029 sekaligus Ketua Permabudhi Sumut, Drs Wong Chun Sen, M.Pd.B., Ketua DPRD kota Medan periode 2019-2024, Hasym,S.E., Ketua Walubi, Brilian Mochtar dan tokoh masyarakat Meriyawaty Amelia atau yang akrab disapa Ayin, ini menjadi momen Tzu Chi mengajak semua orang berdoa bersama, berlaku bakti kepada orang tua, melakukan pertobatan dan bervegetarian.
“Bulan tujuh adalah bulan bakti, sukacita, dan syukur. Dengan bervegetarian, berdoa tulus, dan mengubah pola pikir, setiap hari akan menjadi hari baik,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Sylvia Chuwardi, menekankan bahwa acara ini bertujuan meluruskan kesalahpahaman tentang bulan tujuh penanggalan Imlek. “Melalui doa bersama, pertobatan, dan vegetarian, kita memaknai bulan ini sebagai bulan berbakti kepada orang tua dan menebar kebajikan bagi dunia,” jelasnya.
Makna Bulan Tujuh dalam Ajaran Buddha
Dalam ajaran Buddha, bulan tujuh lunar adalah masa penuh syukur, berkah, dan sukacita. Sangha menjalani masa vassa untuk pembinaan diri, menjadikan bulan ini penuh makna spiritual. Namun, tradisi sembahyang Ulambana yang disertai pembunuhan hewan sering disalahpahami. Master Cheng Yen mengingatkan bahwa membunuh makhluk justru menimbulkan karma buruk. Sebaliknya, bervegetarian adalah bentuk cinta kasih dan cara menanam benih kebajikan.
Acara dimulai pukul 15.00 dengan doa bersama, persembahan pelita dan buah oleh 18 relawan, diiringi lagu Ai Yu Guan Huai dan Kai Jing Ji. Dilanjutkan dengan pementasan zhong gu (genderang dan genta Jing Si) yang melambangkan ketekunan, kebijaksanaan, keberkahan, dan penghormatan.
Hadirin juga menyimak ceramah Master Cheng Yen yang menekankan bahwa doa bulan tujuh seharusnya dipanjatkan dengan ketulusan, bukan dengan pengorbanan hewan. “Dengan berdoa tulus dan bervegetarian, kita menunjukkan cinta kasih dan dapat membalas budi orang tua, bahkan jika mereka telah tiada,” pesannya.
Hadirin juga menyimak ceramah Master Cheng Yen yang menekankan bahwa doa bulan tujuh seharusnya dipanjatkan dengan ketulusan, bukan dengan pengorbanan hewan. “Dengan berdoa tulus dan bervegetarian, kita menunjukkan cinta kasih dan dapat membalas budi orang tua, bahkan jika mereka telah tiada,” pesannya.
Puncak acara adalah drama musikal Sutra Bakti Seorang Anak, yang mengisahkan pengorbanan orang tua sejak masa kehamilan hingga mendidik anak dewasa, terangkum dalam sepuluh budi luhur. Sebanyak 228 pemeran yakni relawan, pelajar, pengusaha, tenaga medis TIMA, hingga anak-anak Kelas Budi Pekerti berlatih sejak bulan Juni 2025 dan menjalani vegetarian sebulan penuh demi memurnikan hati.
Drama ini dibuka dengan lagu isyarat tangan Gui Yang Tu (Lukisan Kambing Bersujud), simbol balas budi anak kepada orang tua. Bab demi bab menguraikan cinta kasih orang tua, kesalahan anak, hingga penyesalan ketika orang tua telah tiada. Penutupnya diiringi lagu Zui Mei De Xiao Rong (Senyuman Terindah), melambangkan kasih sayang orang tua yang abadi.
Drama ini dibuka dengan lagu isyarat tangan Gui Yang Tu (Lukisan Kambing Bersujud), simbol balas budi anak kepada orang tua. Bab demi bab menguraikan cinta kasih orang tua, kesalahan anak, hingga penyesalan ketika orang tua telah tiada. Penutupnya diiringi lagu Zui Mei De Xiao Rong (Senyuman Terindah), melambangkan kasih sayang orang tua yang abadi.
Pementasan ini berhasil menggugah emosi penonton. Banyak yang meneteskan air mata, termasuk Yawin Jansen, pemeran bab penutup, yang mengaku lebih memahami pengorbanan orang tua setelah memerankan tokohnya. Velycia (16), siswi Putra Bangsa Berbudi, juga mengaku lebih sadar akan pentingnya menghargai orang tua selagi masih hidup.
Sejumlah tamu undangan pun terharu, seperti Ibu Siu Lan (80) yang menyebut drama ini “sangat menyentuh hati,” dan Suster Raynelda Simanjorang yang menegaskan pentingnya bertobat serta memberi perhatian kepada orang tua sejak sekarang.
Sejumlah tamu undangan pun terharu, seperti Ibu Siu Lan (80) yang menyebut drama ini “sangat menyentuh hati,” dan Suster Raynelda Simanjorang yang menegaskan pentingnya bertobat serta memberi perhatian kepada orang tua sejak sekarang.
Master Cheng Yen selalu mengingatkan bahwa berbakti kepada orang tua dan berbuat kebajikan adalah kewajiban yang tidak bisa ditunda. Melalui doa, vegetarian, dan pementasan Sutra Bakti Seorang Anak, acara ini mengajak semua orang untuk menemukan kembali makna berbakti yang sejati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jurnalis : Liani, Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Amir Tan, Liani, Augustina, Lim Hung Jeng (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.
Fotografer : Amir Tan, Liani, Augustina, Lim Hung Jeng (Tzu Chi Medan),
Editor : Khusnul Khotimah.