Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Cepat Relawan Tzu Chi di Pidie Jaya, Aceh
Banjir besar di Pulau Sumatera yang dipicu oleh Siklon Senyar meninggalkan luka mendalam bagi warga Kabupaten Pidie Jaya. Air bah yang membawa lumpur pekat dan tumpukan kayu menghantam rumah-rumah dan menutup jalan raya hingga tak lagi dikenali. Warga yang terdampak banjir dan tanah longsor terjebak tanpa akses karena jalan dan jembatan penghubung banyak yang putus. Kondisi Pidie Jaya berubah memprihatinkan. Lumpur setinggi 1,5 meter hingga 2 meter menimbun rumah warga, membuat mereka kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.
Pada hari Selasa, 2 Desember 2025, pukul 06.30, relawan Tzu Chi dari komunitas Banda Aceh bergerak menuju Pidie Jaya. Dengan hati penuh empati, para relawan membawa bahan makanan dan paket bantuan banjir untuk warga yang sedang berjuang di tengah musibah. Mereka menyusuri beberapa titik pengungsian di Kabupaten Pidie Jaya, termasuk di Kecamatan Meureudu yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir.
Pada hari Selasa, 2 Desember 2025, pukul 06.30, relawan Tzu Chi dari komunitas Banda Aceh bergerak menuju Pidie Jaya. Dengan hati penuh empati, para relawan membawa bahan makanan dan paket bantuan banjir untuk warga yang sedang berjuang di tengah musibah. Mereka menyusuri beberapa titik pengungsian di Kabupaten Pidie Jaya, termasuk di Kecamatan Meureudu yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir.
Penyaluran bantuan dilakukan di Gampong Blang Awe, Cot Gadong, dan beberapa titik lain di Kecamatan Meureudu. Dalam kesempatan ini, relawan membagikan bahan makanan dan kebutuhan pokok seperti 200 dus mi instan, 100 dus biskuit, 200 pcs tikar, 200 pcs selimut, 20 dus pembalut, 2 rol terpal dan tali, 2 dus obat-obatan, 110 kg beras, serta 43 karung baju layak pakai. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Rasa pilu menyelimuti hati Dorcas Tenggara, salah seorang relawan yang hadir langsung di lokasi bencana. “Saya turut prihatin, korban bencana sangat kekurangan logistik dan pakaian, sehingga banyak anak-anak dan orang tua yang terjangkit penyakit. Ketika relawan tiba, mereka sangat bersyukur dan sukacita,” ungkap Dorcas dengan suara bergetar menahan haru.
Rasa pilu menyelimuti hati Dorcas Tenggara, salah seorang relawan yang hadir langsung di lokasi bencana. “Saya turut prihatin, korban bencana sangat kekurangan logistik dan pakaian, sehingga banyak anak-anak dan orang tua yang terjangkit penyakit. Ketika relawan tiba, mereka sangat bersyukur dan sukacita,” ungkap Dorcas dengan suara bergetar menahan haru.
Di pengungsian, Maimunah salah satu warga yang menerima bantuan mengungkapkan rasa syukur yang tak bisa ia tutupi. “Saya sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuan dari Yayasan Tzu Chi,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Di tengah tumpukan lumpur dan duka, secercah harapan kembali tumbuh di hati para penyintas melalui perhatian dan uluran tangan para relawan.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Jen Jin (Tzu Chi Aceh),
Editor : Anand Yahya.
Fotografer : Jen Jin (Tzu Chi Aceh),
Editor : Anand Yahya.