Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Bantuan Tahap Pertama untuk Lima Jorong di Kabupaten Agam
Bencana banjir bandang, tanah longsor dan, penurunan tanah yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih membutuhkan uluran tangan. Relawan Tzu Chi Padang mendapatkan informasi dari salah satu warga yang mengatakan bahwa di tempat dia tinggal yaitu di Palembayan Kabupaten Agam, ada lima Jorong (Dusun) yang minim mendapatkan bantuan yaitu Kampung Tabu, Tanah Luruh, Lerang, Bateh Tinggi, dan Piladang.
Hal ini disebabkan karena sulitnya sinyal telekomunikasi di Jorong tersebut, untuk mendapatkan sinyal warga di sana harus naik ke pohon kelapa. Setelah melakukan koordinasi relawan Tzu Chi Padang menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk dapur umum dan kebutuhan sehari-hari warga yang mengungsi. Dengan cinta kasih dan semangat untuk membantu sesama relawan bersiap menuju Jorong yang saat itu minin bantuan.
Hal ini disebabkan karena sulitnya sinyal telekomunikasi di Jorong tersebut, untuk mendapatkan sinyal warga di sana harus naik ke pohon kelapa. Setelah melakukan koordinasi relawan Tzu Chi Padang menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk dapur umum dan kebutuhan sehari-hari warga yang mengungsi. Dengan cinta kasih dan semangat untuk membantu sesama relawan bersiap menuju Jorong yang saat itu minin bantuan.
Pada hari Kamis, 4 Desember 2025, pukul 04.30 Wib, relawan Tzu Chi Padang menuju ke lokasi bencana menempuh perjalanan pulang dan pergi yang menghabiskan waktu perjalanan 23 jam. Untuk bisa mencapai titik lokasi, relawan dijemput bapak Aan satu satu warga. Selanjutnya, relawan diantar ke dapur umum yang didirikan secara mandiri oleh warga yang bergotong-royong menyumbang Rp. 7.000,- per kepala keluarga dan ditambah sumbangan dari perantau. Dapur umum ini diperuntukan untuk warga yang setiap hari gotong-royong membersihkan lokasi bencana dan membuka akses jalan karena longsor.
Rasa haru dan bahagia terlihat jelas dari relawan Tzu Chi Padang karena dengan perjalanan yang sulit akhirnya mereka bisa bisa sampai di lokasi yang ingin mereka bantu. Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan bantuan kepada warga berupa:
> 300 buah selimut kain
> 200 kg beras
> 34 dus minyak goreng
> 15 dus gula
> 10 papan telor
> 13 dus sarden
> 60 buah popok bayi
> 3 jerigen BBM pertalite
> 15 pasang kaus kaki bayi
> 70 buah pakaian dalam (bayi, anak-anak, dan laki-laki dewasa)
> 1 unit genset beserta jaringan kabel listrik
Rasa haru dan bahagia terlihat jelas dari relawan Tzu Chi Padang karena dengan perjalanan yang sulit akhirnya mereka bisa bisa sampai di lokasi yang ingin mereka bantu. Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan bantuan kepada warga berupa:
> 300 buah selimut kain
> 200 kg beras
> 34 dus minyak goreng
> 15 dus gula
> 10 papan telor
> 13 dus sarden
> 60 buah popok bayi
> 3 jerigen BBM pertalite
> 15 pasang kaus kaki bayi
> 70 buah pakaian dalam (bayi, anak-anak, dan laki-laki dewasa)
> 1 unit genset beserta jaringan kabel listrik
Untuk genset akan dipinjamkan ke dapur umum dan disambungkan ke beberapa rumah warga hingga nantinya jaringan listrik di sana kembali normal. Dengan adanya bantuan mulai dari makanan, pakaian, BBM, hingga jaringan listrik membuat Ibu Net (69) merasa senang.
‘’Saya sangat senang bapak dan ibu datang ke sini melihat kami, saya tinggal bersama anak, menantu, dan cucu. Rumah saya ada di tepi tebing, disampingnya sudah longsor dan jalan sudah tertutup longsoran. Sehabis salat isya terdengar suara yang sangat keras, saat lihat keluar ternyata sudah longsor batu batu besar dan tanah sudah menutupi jalan beserta angin kencang yang berputar-putar. Kami semua mengungsi ke tempat yang aman, tempat pengungsuian juga pindah-pindah karena tempat sebelumnya itu sudah tidak aman lagi,” ungkap Ibu Net.
Jurnalis : Pipi (Tzu Chi Padang),
Fotografer : Pipi (Tzu Chi Padang),
Editor : Fikhri Fathoni.
‘’Saya sangat senang bapak dan ibu datang ke sini melihat kami, saya tinggal bersama anak, menantu, dan cucu. Rumah saya ada di tepi tebing, disampingnya sudah longsor dan jalan sudah tertutup longsoran. Sehabis salat isya terdengar suara yang sangat keras, saat lihat keluar ternyata sudah longsor batu batu besar dan tanah sudah menutupi jalan beserta angin kencang yang berputar-putar. Kami semua mengungsi ke tempat yang aman, tempat pengungsuian juga pindah-pindah karena tempat sebelumnya itu sudah tidak aman lagi,” ungkap Ibu Net.
Jurnalis : Pipi (Tzu Chi Padang),
Fotografer : Pipi (Tzu Chi Padang),
Editor : Fikhri Fathoni.