Bantuan Bencana Banjir Sumatera: Relawan Tzu Chi Hadir Memulihkan Kesehatan Warga Aceh Tamiang
Relawan Tzu Chi Pematang Siantar berangkat sejak pagi buta menuju Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan menempuh perjalanan sekitar empat jam. Setibanya di lokasi, relawan Tzu Chi bersama tim medis TIMA Medan segera membuka posko pelayanan kesehatan ke-7 bagi warga pengungsi korban banjir bandang, pada hari Minggu, 28 Desember 2025.
Posko pelayanan kesehatan ini berlokasi di Posko Tzu Chi Kota Kuala Simpang dan didukung oleh 27 relawan Tzu Chi serta 11 tenaga medis. Meski kondisi lingkungan masih diguyur hujan gerimis, dengan aroma anyir sisa banjir dan tanah berlumpur, semangat para relawan untuk menebarkan cinta kasih tidak surut.
Iwan, penanggung jawab kegiatan bakti sosial kesehatan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat melayani masyarakat terdampak banjir bandang di Kota Kuala Simpang, meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan melelahkan. “Di sini kami melihat langsung situasi pascabencana, di mana pelayanan kesehatan masih sangat dibutuhkan. Lingkungan yang penuh lumpur, keterbatasan air bersih, luka-luka akibat terkena benda tajam, serta risiko infeksi menjadi perhatian kami. Kami berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban penderitaan warga, khususnya dari sisi kesehatan,” ujar Iwan.
Posko pelayanan kesehatan ini berlokasi di Posko Tzu Chi Kota Kuala Simpang dan didukung oleh 27 relawan Tzu Chi serta 11 tenaga medis. Meski kondisi lingkungan masih diguyur hujan gerimis, dengan aroma anyir sisa banjir dan tanah berlumpur, semangat para relawan untuk menebarkan cinta kasih tidak surut.
Iwan, penanggung jawab kegiatan bakti sosial kesehatan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat melayani masyarakat terdampak banjir bandang di Kota Kuala Simpang, meski perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan melelahkan. “Di sini kami melihat langsung situasi pascabencana, di mana pelayanan kesehatan masih sangat dibutuhkan. Lingkungan yang penuh lumpur, keterbatasan air bersih, luka-luka akibat terkena benda tajam, serta risiko infeksi menjadi perhatian kami. Kami berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban penderitaan warga, khususnya dari sisi kesehatan,” ujar Iwan.
Vivi, salah seorang warga korban banjir bandang yang datang berobat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas pelayanan kesehatan gratis yang diberikan. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan pengobatan gratis ini. Saya sudah lama mengenal Tzu Chi dari keluarga saya di Medan dan juga sering melihat tayangannya di DAAI TV,” ungkap Vivi, yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran tim medis Tzu Chi.
Kesan serupa juga disampaikan oleh Edy. Menurutnya, kehadiran relawan dan tim medis Tzu Chi sangat membantu meringankan beban penderitaan warga selama hampir satu bulan pascabencana. “Saya berharap relawan dan tim medis Tzu Chi terus membantu warga Aceh Tamiang, karena masih banyak daerah lain yang belum mendapatkan bantuan, khususnya layanan pengobatan,” harap Edy.
Kesan serupa juga disampaikan oleh Edy. Menurutnya, kehadiran relawan dan tim medis Tzu Chi sangat membantu meringankan beban penderitaan warga selama hampir satu bulan pascabencana. “Saya berharap relawan dan tim medis Tzu Chi terus membantu warga Aceh Tamiang, karena masih banyak daerah lain yang belum mendapatkan bantuan, khususnya layanan pengobatan,” harap Edy.
Sementara itu, Muliati, salah satu korban banjir yang kehilangan rumah dan harta benda, menceritakan bahwa saat banjir terjadi dirinya sedang berada di Kota Medan. Ia baru mendapatkan kabar mengenai banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, namun tidak dapat segera pulang karena akses jalan terputus akibat banjir dan tanah longsor selama sekitar satu minggu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Muliati mengalami batuk, demam, kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi. “Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini. Dokter dan relawannya juga sangat ramah. Semoga warga Aceh Tamiang bisa bangkit kembali dari keterpurukan akibat banjir bandang dan tanah longsor ini,” ujar Muliati, yang kehilangan rumah dan seluruh harta bendanya terbawa arus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Muliati mengalami batuk, demam, kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi. “Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini. Dokter dan relawannya juga sangat ramah. Semoga warga Aceh Tamiang bisa bangkit kembali dari keterpurukan akibat banjir bandang dan tanah longsor ini,” ujar Muliati, yang kehilangan rumah dan seluruh harta bendanya terbawa arus.
Dr. Arwi Putra dari tim medis TIMA Medan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kesempatan untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini. “Saya sangat bersyukur bisa berbagi kasih untuk sesama. Dalam kondisi pascabencana seperti ini, warga sangat rentan mengalami batuk, sesak dada, luka ringan di kaki, serta iritasi kulit,” jelas dr. Arwi.
Melalui kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan ini, tim medis Tzu Chi berhasil melayani dan menangani 230 warga, dengan dukungan penuh dari 27 relawan Tzu Chi Medan. Kehadiran langsung di lapangan tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana bagi para relawan dan tim medis untuk menumbuhkan empati dan kepedulian yang lebih mendalam terhadap sesama.
Jurnalis : Iwan (Tzu Chi Tebing Tinggi), Liani (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Ai ly (Tzu Chi Tebing Tinggi), Liani ( Tzu Chi Medan),
Editor : Anand Yahya.
Melalui kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan ini, tim medis Tzu Chi berhasil melayani dan menangani 230 warga, dengan dukungan penuh dari 27 relawan Tzu Chi Medan. Kehadiran langsung di lapangan tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana bagi para relawan dan tim medis untuk menumbuhkan empati dan kepedulian yang lebih mendalam terhadap sesama.
Jurnalis : Iwan (Tzu Chi Tebing Tinggi), Liani (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Ai ly (Tzu Chi Tebing Tinggi), Liani ( Tzu Chi Medan),
Editor : Anand Yahya.