Menebar Kasih dan Perhatian bagi Lansia, Bakti Sosial Degeneratif di Penjaringan
Pagi itu, Minggu, 9 November 2025, langit Jakarta tampak cerah setelah semalam diguyur hujan lebat. Udara segar mengiringi semangat para relawan Tzu Chi Komunitas He Qi Pluit bersama tim medis dari Tzu Chi International Medical Association (TIMA) yang mengadakan Bakti Sosial Degeneratif di RW 012 Penjaringan, Jakarta Utara.
Linah, selaku koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari baksos ini adalah memantau kondisi kesehatan para lansia di wilayah tersebut, khususnya yang menderita penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat.
Melihat langsung kondisi masyarakat sekitar yang rata-rata hidup dalam keterbatasan ekonomi dan membutuhkan perhatian, terutama para manula, para relawan He Qi Pluit pun tergerak hatinya untuk mengadakan kegiatan ini. Melalui baksos degeneratif ini diharapkan para lansia dapat merasakan kasih dan kepedulian dari sesama, serta memperoleh semangat baru untuk menjaga kesehatan dan menjalani hari-hari mereka dengan lebih bahagia.
Dr. Maretta juga menekankan bahwa penyakit degeneratif berbeda dengan penyakit kronis berat seperti stroke dan penyakit jantung, yang membutuhkan pengobatan rutin di puskesmas atau rumah sakit. Karena itu pasien dengan kondisi tersebut dianjurkan untuk tetap melanjutkan pengobatan di fasilitas kesehatan setempat.
“Kami ingin para lansia memahami pentingnya mengenali gejala sejak dini dan menjaga pola hidup sehat,” ujar Dr. Maretta dengan lembut. “Banyak yang antusias bertanya dan berbagi cerita tentang keluhan yang mereka alami. Melalui penyuluhan ini, kami berharap mereka bisa lebih peduli pada kesehatannya sendiri.”
Pada baksos tersebut, tampak tim medis dengan tulus memeriksa para pasien yang membutuhkan. Dengan senyum ramah dan sikap penuh perhatian, mereka melayani satu per satu lansia yang datang sejak pagi. Pemeriksaan dilakukan dengan alat tes lengkap, mencakup pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah.
Kegiatan ini akan dilaksanakan setiap bulan hingga bulan Januari 2026 dengan fokus pada lansia usia 60 tahun ke atas yang belum mendapatkan layanan kesehatan rutin.
“Saya sangat bersyukur atas perhatian dari Yayasan Buddha Tzu Chi kepada warga kami, khususnya para lansia. Terima kasih kepada seluruh tim yang sudah meluangkan waktu dan tenaga. Semoga kita bisa terus bersinergi dalam menebar kebaikan dan energi positif di lingkungan ini.” ujar Dude.
Kisah haru juga datang dari Ibu Tusila, seorang lansia berusia 80 tahun yang telah lama menderita tekanan darah tinggi dan nyeri lutut. Ia datang dengan langkah perlahan, diantar oleh tetangganya karena tinggal seorang diri. Dengan mata berkaca-kaca, beliau menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diterimanya hari ini. Selain mendapatkan obat, Ibu Tusila juga mendapatkan anjuran untuk rutin berobat ke puskesmas agar kesehatannya terus terpantau.
Sebagaimana pesan penuh makna dari Master Cheng Yen:“Cinta kasih sejati bukan hanya memberi materi, tetapi memberi kehangatan yang menyentuh hati.”
Melalui baksos ini Tzu Chi kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menebar kasih tanpa pamrih dan memperkuat semangat kebersamaan, agar semua makhluk dapat hidup damai dan sehat bersama.
Jurnalis : Liena Djap, Lestin Trisiati (He Qi Pluit),
Fotografer : Liena Djap, Lestin Trisiati (He Qi Pluit),
Editor : Khusnul Khotimah.