Menjelang Idulfitri, Beras Cinta Kasih Mengalir untuk Warga Banda Aceh
Menjelang Hari Raya Idulfitri, relawan Tzu Chi di Banda Aceh kembali menghadirkan semangat berbagi bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan bakti sosial ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Maret 2026, di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Banda Aceh, dengan membagikan 750 kilogram beras cinta kasih kepada warga.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Pembina Masyarakat Agama Buddha Provinsi Aceh serta sekitar 100 orang penerima bantuan yang datang untuk menerima dukungan menjelang hari raya.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video kilas balik berbagai aksi kemanusiaan Tzu Chi Indonesia. Tayangan tersebut menampilkan beragam pelayanan kasih yang telah dilakukan oleh para relawan di berbagai daerah. Bagi para relawan maupun penerima bantuan yang hadir, video tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat terus tumbuh ketika banyak orang bersedia berbagi dan peduli terhadap sesama.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Pembina Masyarakat Agama Buddha Provinsi Aceh serta sekitar 100 orang penerima bantuan yang datang untuk menerima dukungan menjelang hari raya.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video kilas balik berbagai aksi kemanusiaan Tzu Chi Indonesia. Tayangan tersebut menampilkan beragam pelayanan kasih yang telah dilakukan oleh para relawan di berbagai daerah. Bagi para relawan maupun penerima bantuan yang hadir, video tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat terus tumbuh ketika banyak orang bersedia berbagi dan peduli terhadap sesama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tzu Chi Komunitas Banda Aceh, Supandi. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan berbagi menjelang Idulfitri ini dapat kembali dilaksanakan.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diperkenalkan dengan program “Segenggam Beras” dan Celengan Tzu Chi. Program ini mengajak masyarakat untuk melakukan kebajikan sederhana dengan menyisihkan segenggam beras setiap hari sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Melalui kebiasaan kecil ini, siapa pun dapat berpartisipasi dalam gerakan kebaikan. Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun mendalam bahwa kebajikan tidak harus dimulai dari hal besar. Ketika kebaikan kecil dilakukan dengan tulus dan bersama-sama, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan penampilan isyarat tangan “Satu Keluarga”, yang melambangkan persatuan, kasih sayang, dan kebersamaan antar sesama manusia tanpa memandang perbedaan.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diperkenalkan dengan program “Segenggam Beras” dan Celengan Tzu Chi. Program ini mengajak masyarakat untuk melakukan kebajikan sederhana dengan menyisihkan segenggam beras setiap hari sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Melalui kebiasaan kecil ini, siapa pun dapat berpartisipasi dalam gerakan kebaikan. Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun mendalam bahwa kebajikan tidak harus dimulai dari hal besar. Ketika kebaikan kecil dilakukan dengan tulus dan bersama-sama, manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan penampilan isyarat tangan “Satu Keluarga”, yang melambangkan persatuan, kasih sayang, dan kebersamaan antar sesama manusia tanpa memandang perbedaan.
Bagi sebagian penerima bantuan, kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyentuh hati. Salah satunya adalah Afi, seorang pria paruh baya yang sehari-hari bekerja serabutan. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh para relawan.
“Gan en kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga Yayasan Buddha Tzu Chi selalu terdepan dalam menolong orang yang kesulitan,” tuturnya penuh haru.
Rasa syukur yang sama juga dirasakan oleh Dorcas, yang akrab disapa Merry, selaku koordinator kegiatan kali ini. Setelah acara selesai, ia mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan.
“Semoga acara ini dapat terus diadakan, karena masih sangat banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Merry dengan penuh semangat.
“Gan en kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga Yayasan Buddha Tzu Chi selalu terdepan dalam menolong orang yang kesulitan,” tuturnya penuh haru.
Rasa syukur yang sama juga dirasakan oleh Dorcas, yang akrab disapa Merry, selaku koordinator kegiatan kali ini. Setelah acara selesai, ia mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan.
“Semoga acara ini dapat terus diadakan, karena masih sangat banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujar Merry dengan penuh semangat.
Sejalan dengan pesan yang sering disampaikan oleh Master Cheng Yen, bahwa “yang paling indah di langit adalah bintang-bintang, dan yang paling indah di dunia adalah cinta kasih.” Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, semangat cinta kasih itu terus hidup, menguatkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Jen Jin, Kevin Leonardy (Tzu Chi Aceh),
Editor : Khusnul Khotimah.
Fotografer : Jen Jin, Kevin Leonardy (Tzu Chi Aceh),
Editor : Khusnul Khotimah.